ipbprinting - Memajukan UKM Indonesia

Buku Pilihan lihat semua
Ilmu Logam...
Teknologi
Rp. 64.000
Teknologi Hasil Ternak...
Teknologi
Rp. 105.000
Kamus Kehutanan...
Kehutanan
Rp. 150.000
Sifat Mekanis Kayu...
Kehutanan
Rp. 95.000
Produksi Bersih...
Kehutanan
Rp. 59.000
Sagu di Lahan Gambut...
Kehutanan
Rp. 55.000
Interpretasi Alam...
Kehutanan
Rp. 30.000
Jamur Berkhasiat Obat...
Kesehatan
Rp. 35.000
Out of Shadow...
Kesehatan
Rp. 59.000
Sosiologi Kesehatan...
Kesehatan
Rp. 55.000
Atlas of Normal Radiography...
Kedokteran Hewan
Rp. 270.000
Go Global Reputation...
Keluarga
Rp. 100.000
Commuter Marriage...
Keluarga
Rp. 55.000
Syariah Islamiyah...
Agama Islam
Rp. 70.000
Islam Apa Adanya...
Agama Islam
Rp. 39.000
Baranangsiang...
Biografi
Rp. 140.000
Pengantar Peluang...
Statistika
Rp. 69.000
Aplikasi Metode SEM-PLS...
Matematika
Rp. 95.000
Pengantar Peluang...
Matematika
Rp. 69.000
Matematika untuk fisika...
Matematika
Rp. 69.000
Pengantar Teori Peluang...
Matematika
Rp. 40.000
Haji Ramah Lingkungan...
Lingkungan
Rp. 55.000
Ekotoksikologi Akuatik...
Lingkungan
Rp. 77.000
Fisika Komputasi...
Fisika
Rp. 60.000
EKOLOGI PAPUA...
Biologi
Rp. 135.000
Biokimia Fisik...
Biologi
Rp. 120.000
Monitoring dan Evaluasi...
Komunikasi
Rp. 55.000
DEMOKRASI DALAM CERMIN...
Sosial & Politik
Rp. 80.000
ASEAN Di Persimpangan Sejarah...
Sosial & Politik
Rp. 55.000
Asas Moral Politik...
Sosial & Politik
Rp. 70.000
Krisis Kebebasan...
Filsafat
Rp. 65.000
Diplomasi Parlemen...
Sosial
Rp. 120.000
Orang Serampas...
Sosial
Rp. 90.000
Data Desa Presisi...
Sosial
Rp. 65.000
Jejak Mimpi anak Negeri...
Pendidikan
Rp. 60.000
Jejak Inspirasi...
Pendidikan
Rp. 47.000
Daun-Daun Berserakan...
Pendidikan
Rp. 135.000
Kratos Minus Demos...
Politik
Rp. 80.000
Malam...
Sastra
Rp. 25.000
Jiwa-Jiwa Mati...
Sastra
Rp. 85.000
Empat Kepak Sayap...
Sastra
Rp. 90.000
Candide...
Sastra
Rp. 65.000
Calon Arang...
Sastra
Rp. 95.000
Bujang Tan Domang...
Sastra
Rp. 85.000
Budaya Minum di Indonesia...
Antropologi
Rp. 195.000
Kain Cinta Tanpa Batas...
Antropologi
Rp. 70.000
Lion Bird...
Anak-Anak
Rp. 35.000
Bird Tree...
Anak-Anak
Rp. 55.000
Kisah Sosiologi...
Sosiologi
Rp. 87.000
Merchandise lihat semua
Jasa Penerbitan lihat semua

IPB Press didirikan pada 6 April 2009 merupakan perusahaan penerbitan dan percetakan dengan badan hukum perseroan terbatas. Dengan paradigma penerbit berbasis universitas, IPB Press senantiasa berupaya dalam mengembangkan literasi, membangunan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan, memperluas wawasan masyarakat, mengantisipasi ledakan ilmu pengetahuan, dan mengibarkan bendera perguruan tinggi. Pada tahun 2018 IPB Press mendapatkan penghargaan dari Perpustakaan Nasional Indonesia berupa Anugerah Wajib Serah Tertib Undang-Undang Deposit Tahun 2018 untuk Jenis Karya Cetak Monograf. Dengan semangat nilai korporasi ACTION; advanced, competent, trusted, integrity, optimist, dan never give up, IPB Press menjadi solusi bagi kebutuhan Anda.

Sosial
Bekerja di Masa Pandemi: Kumpulan Esai Bulan Menulis Kupasi 2020
Pandemi COVID-19 telah memaksa pemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Salah satunya adalah kebijakan bekerja dari rumah (WFH). Orang-orang melakukan pendidikan, pelatihan dan rapat-rapat melalui aplikasi Zoom dan yang sejenis itu. Setiap orang berlomba tampil di dunia maya, dan orang-orang tampak lebih kreatif. Melihat sekilas, tampaknya semua oke-oke saja, kegiatan berjalan mulus-mulus saja. Tapi apakah benar sesederhana itu? Apa tantangan dan kendala yang dihadapi? Jenis pekerjaan apa saja yang bisa dan atau sulit dilakukan dari rumah? Apa sisi menyenangkan dan tidak menyenangkan bekerja dari rumah atau bekerja di kantor dalam masa pandemi ini? ‘Kenormalan’ baru macam apa yang bakal terbentuk sebagai kultur baru dalam bekerja pasca pandemik? Para Kupasian menandai masa pandemi COVID-19 dengan menyelenggarakan Bulan Menulis KUPASI untuk berbagi pengalaman dan perspektifnya yang dituangkan dalam buku ini.  
Rp 70.000 
Detail
Kehutanan
Kajian Dampak Perhutanan Sosial di Jawa Barat
Buku yang berjudul Kajian Dampak Perhutanan Sosial di Jawa Barat oleh Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara merupakan salah satu kegiatan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan Perhutanan Sosial di lapangan atau di tingkat tapak yang bekerja sama dengan Fakultas Kehutanan IPB. Buku yang ditulis oleh Dr. Soni Trison S.Hut, MSi, Dr. Ir. Leti Sundawati, MSc dan Dr. Ir. Yulius Hero, MSc ini memuat hasil observasi, survei dan analisis terhadap pemegang izin IPHPS, serta KULIN KK di Provinsi Jawa Barat dengan empat lokasi contoh kajian, meliputi KPH Bogor, KPH Bandung Selatan, KPH Sumedang, dan KPH Majalengka.
Rp 200.000 
Detail
Agama Islam
Menggagas Etika Islami untuk Abad ke-21: Sebuah Eksplorasi Pemikiran Etika Tariq Ramadan
Di Indonesia, pada awal tahun 2000-an muncul berbagai gagasan bahwa masalah-masalah masa kini perlu disikapi, dari perspektif Islam, dengan pendekatan moral. Misalnya, gagasan bahwa syariat Islam perlu dipahami dengan menekankan tujuannya atau maqâsid Syariah; bahwa masalah reproduksi perlu dibahas, dari perspektif Islam, dengan mengedepankan prinsip keadilan jender; dan bahwa akhlak perlu didahulukan di atas fikih
Rp 190.000 
Detail
Sejarah
Jejak Kebangsaan: Kaum Nasionalis Manokwari dan Boven Digoel
Cerita tentang kaum nasionalis yang dibuang di Manokwari dan Boven Digoel tidak banyak diketahui oleh generasi muda kita. Padahal, banyak persoalan hari ini yang perlu dicari akar masalahnya pada sejarah masa lalu.  Menelusuri kembali jejak kebangsaan adalah suatu hal yang penting dilakukan agar kita bisa menempatkan berbagai permasalahan yang kita hadapi hari ini, khususnya dalam permasalahan Papua, pada perspektif kesejarahan yang benar agar masa depan yang akan kita ukir merupakan untaian kehidupan yang berkesinambungan, sebagaimana seharusnya.
Rp 75.000 
Detail
Politik
Indonesia dan Rivalitas China, Jepang, dan India
Di tengah-tengah rivalitas kekuatan yang meningkat di antara major powers China, Jepang, dan India, untuk bisa menjadi salah satu kekuatan utama baru di kawasan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan Indonesia. Ia, pertama-tama, harus mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi rata-rata di atas 6-7 persen setahun untuk mengembangkan human capital agar dapat meraih bonus demografi dan memberi alokasi yang jauh lebih besar untuk anggaran belanja pertahanan atau kekuatan militernya. Kemudian, ia juga harus mampu mewujudkan konsolidasi demokratisnya, sehingga Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), yang menjadi musuh utamanya di dalam negeri, dapat dieliminasi secara efektif. Dengan demikian, segala sumber daya yang ada, alam dan manusia, dapat digunakan secara optimal untuk mencapai tujuan nasional―mendukung munculnya Indonesia sebagai kekuatan baru di kawasan. Perubahan lingkungan strategis di kawasan yang dramatis di tengah-tengah keterbatasan kemampuan Indonesia dalam menyikapinya, tentu saja membutuhkan respons yang cerdas. Sebagai solusi alternatif, negeri ini perlu menilai kembali doktrin politik luar negeri bebas dan aktif yang telah digunakan sebagai landasan kebijakannya selama lebih dari 7 dasawarsa, sejak ia merdeka tahun 1945. Doktrin yang dibuat usai Perang Dunia (PD) II, dengan struktur atau konstelasi kekuatan global yang ditandai dengan munculnya dua negara adikuasa baru pemenang PD II, yakni AS dan Uni Soviet, yang tidak lama kemudian berubah dari sekutu menjadi seteru, setelah memasuki periode Perang Dingin, yang ditandai dengan kontestasi baru kekuatan. Doktrin politik luar negeri bebas dan aktif yang dibuat dalam kondisi munculnya dua poros kekuatan dunia sudah tidak relevan lagi digunakan, mengingat dunia kini sudah polisentris, tidak lagi dimonopoli oleh kekuatan adidaya AS, tetapi juga dengan kehadiran China, Jepang, dan India sebagai major powers di kawasan. Sementara, Indonesia sendiri telah diperhitungkan akan muncul sebagai salah satu kekuatan baru di kawasan, dengan potensi pertumbuhan ekonominya dalam sampai tahun 2050. Sehingga, dalam tiga dasawarsa ke depan, tidak hanya ada ketiga negara yang disebutkan di atas, namun juga Indonesia dan Korea Selatan dan Australia, dalam jajaran major powers, sebagai bagian dari G-20.
Rp 95.000 
Detail
Sosiologi
Land, Livelihood, the Economy and the Environment in Indonesia: Essays in Honour of Joan Hardjono
This volume of essays is intended to honour an exceptional, indeed a unique scholar. Joan Hardjono grew up in Sydney and graduated from Sydney University in the mid-1950s. She majored in English and Geography and like most girls in those years who had managed to complete a tertiary degree, she probably expected to embark on a career as a high school teacher in Australia. But no doubt prompted by the spirit of adventure which she has kept throughout her long career, she decided to go to Indonesia as a volunteer teacher. The scheme which brought young Australian graduates to Indonesia at that time was pioneering; it pre-dated the US Peace Corps and several of the participants went on to distinguished academic careers. On the boat from Australia to Indonesia, she met a young Indonesian called Hardjono, who after participating in the struggle against the Dutch in the late 1940s, gained an engineering degree at the Institute of Technology in Bandung, then as now Indonesia’s leading tertiary institute for the study of engineering and technology. Joan was posted to teach in Semarang, the capital of the province of Central Java, and family legend has it that Hardjono used a borrowed motor cycle to pay her frequent visits, bringing with him Javanese delicacies as gifts. Since the late 1980s, Joan has been busy as a consultant to a number of bilateral and multilateral aid agencies. She has retired as a university teacher, but served for several years as an active member of the advisory board of a Bandung-based research organization, AKATIGA. She has also served since its inception in early 2001 on both the Board of Trustees and the Advisory Board of the Jakarta-based research group, The SMERU Research Institute. The editors are pleased that four chapters in this volume have been contributed by staff of these two institutions. Joan continues to be an active member of the SMERU boards, and in her advisory role, she has always stressed that SMERU should focus on what it does best, namely conducting solid research on the problems of poverty, social protection and unemployment, rather than engaging in policy advocacy. She worked very hard editing the institute’s first international publication, Poverty and Social Protection in Indonesia, which was published by the Institute of Southeast Asian Studies in Singapore in 2011. Joan has often regretted the fact that so few Indonesian social scientists publish internationally, and has assisted a number of scholars over the years to turn their research findings into publishable papers in English-language outlets. Like many Indonesians in her age group, Joan has at times been disappointed that the country’s macroeconomic progress over the last four decades has not yet achieved the elusive goal of a just and prosperous society. To friends, she can be at times very critical of the performance of politicians and senior bureaucrats, both during the Suharto era and subsequently. But she would be the last to deny that some progress has been made. She continues to visit Australia on a regular basis, but Bandung remains her home, and she remains steadfast in her love for, and commitment to, the people of Indonesia.
Rp 90.000 
Detail
Pendidikan
Revitalisasi Kurikulum Fakultas Peternakan dalam Menghadapi Tantangan Global
Perkembangan pendidikan tinggi bidang peternakan tidak lepas dari ukiran tangan seorang Prof. Eddie Gurnadi, yang selama kurun waktu 46 tahun (1963–2009) turut merintis dan membesarkan kemajuan Fakultas Peternakan di IPB maupun di luar IPB. Buku ini merupakan kumpulan tulisan dari para pakar maupun praktisi yang ikut bergelut dalam dunia peternakan.  
Rp 49.000 
Detail
Lingkungan
Ekotoksikologi Akuatik
Buku ini mengulas tentang kondisi pencemaran perairan di Indonesia, teori toksisitas dan teknik pengukurannya, serta pengaruh paparan berbagai polutan terhadap kondisi fisiologis ikan. Kondisi fisiologis yang dijabarkan meliputi kondisi pernapasan, percernaan, hematologi hingga reproduksi. Buku ini diharapkan dapat menghadirkan tambahan pengetahuan terutama bagi para mahasiswa, dosen, dan praktisi lingkungan terkait toksisitas polutan terhadap organisme perairan.
Rp 77.000 
Detail
Kehutanan
Kamus Kehutanan
Kamus Kehutanan, suatu kamus istilah yang berisi definisi dari berbagai istilah kehutanan yang demikian banyak. Dalam kamus ini disajikan 3535 istilah kehutanan yang wajib diketahui para Rimbawan. Istilah dan definisi kehutanan dikumpulkan dari berbagai peraturan perundangan dan rujukan lainnya. Diharapkan kamus ini menjadi pegangan bagi para Rimbawan yang telah bekerja dan para Rimbawan yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi (Fakultas Kehutanan) dan Sekolah Menengah Kejuruan KEhutanan (SMK Kehutanan) yang lebih dikenal dengan sebutan Sekolah Kehutanan Menengah Atas (SKMA).
Rp 150.000 
Detail
Gizi
Prinsip-Prinsip HACCP dan Penerapannya pada Industri Jasa Makanan dan Gizi
-
Rp 140.000 
Detail
Merchandise
Amplop
Amplop Putih terbuat dari kertas HVS dengan tebal 80 gsm ukuran 11x23cm , Bisa custom logo / nama PT / nama alamat dll
Rp 55.000 
Detail
Kelautan
Perikanan Tongkol dan Aspek Pengelolaan
Buku ini berisi tentang perikanan tongkol di dunia dan Indonesia secara umum dan WPPRI 713 secara khusus. Isinya merupakan hasil-hasil penelitian dan implementasi hasil penelitian yang dikombinasikan dengan penelitian dari Selat Makassar, dan Teluk Bone, dan ditunjang beberapa hasil penelitian dari luar yang memiliki kaitan dengan isi buku ini.
Rp 112.000 
Detail
Kehutanan
Pembangunan Kehutanan Indonesia Baru Refleksi dan Inovasi Pemikiran
-
Rp 110.000 
Detail
Alat Tulis
Cetak Buku Nota, Bon Bahan Kertas NCR
Cetak buku nota atau bon Bahan kertas HVS 70gram / NCR ukuran P.15cm x T.6cm , Cetakan warna ,   Untuk Pemesanan dengan desain atau ukuran sendiri bisa menghubungi CS di nomor. 0897 6091 408
Rp 7.000 
Detail
Kedokteran Hewan
Pemeriksaan Kualitas dan Keamanan Susu dan Hasil Olahannya
Buku ini merupakan hasil proses perbaikan dari edisi sebelumnya. Salah satunya dalam bentuk pengurangan beberapa uji yang tidak banyak digunakan lagi dan bentuk penambahan terutama dalam hal pemeriksaan mastitis subklinis. Beberapa topik seperti Pengambilan Contoh Susu, Analisis Susu dan Produk Olahannya, Pemeriksaan Mikrobiologik, Pemeriksaan Pemalsuan Susu hingga Cara Mendiagnosis Mastitis Subklinik juga dibahas dalam buku ini. Buku ini ditujukan untuk mahasiswa, terutama mahasiswa kedokteran hewan dan peternakan, begitu juga teman sejawat, serta dapat digunakan untuk pedoman di laboratorium pengujian susu di KUD, KPS, IPS maupun Balai Penelitian lainnya.
Rp 135.000 
Detail
Teknologi
Teknologi Hasil Ternak
Buku ini dibahas secara menyeluruh pengetahuan tentang sumber dan jenis hasil ternak, cara pemanenan berbagai hasil ternak, cara penanganan pascapanen panen hasil ternak, kemudian dilanjutkan dengan teknologi pengolahan hasil ternak, serta dilengkapi dengan pemanfaatan dan pengolahan berbagai hasil ternak.  
Rp 105.000 
Detail
Sosial
Diplomasi Parlemen
Diplomasi parlemen belum banyak dikenal dan terpublikasi secara luas di masyarakat, termasuk di kalangan peminat studi hubungan internasional hingga dewasa ini. Bahkan, mereka yang meniti karir di dunia diplomasi secara formal selama ini, yakni Kementerian Luar Negeri, bukan hanya masih canggung mengakui secara terbuka “diplomasi parlemen,” sebagai bagian dari aktivitas diplomasi yang berlangsung selama ini, secara resmi maupun tidak resmi. Diplomat di negeri berkembang juga belum (dapat) mengakui secara jujur peran dan kegiatan anggota parlemen yang turut berkontribusi dalam pencapaian tujuan nasional mereka pada pencapaian kesejahteraan dan upaya menciptakan dan menjaga perdamaian dan stabilitas keamanan dunia.

Di negara-negara yang telah maju ekonomi dan demokrasinya, diplomasi parlemen telah lebih seabad lebih lamanya dipraktikkan untuk pencapaian kepentingan nasional di dunia internasional. Para anggota parlemen adalah bagian dari pelaku diplomasi, yang terbagi atas aktor negara dan non-negara, berkelompok dan individual, terkordinasi dan lepas, serta menjalankan first track diplomacy atau second track diplomacy. Mereka dapat memainkan perannya secara formal dan tidak untuk kepentingan individual, nasional, kawasan, dan internasional.

Peran anggota parlemen sebagai messengers negara yang penting, berbeda dengan primitive diplomats, yang dalam perkembangan hubungan internasional yang tidak lagi konvensional, mereka turut memainkan peran penting dalam kegiatan yang disebut sebagai lobi, perundingan atau negosiasi. Pemain baru bermunculan, karena munculnya kebutuhan aktor lain diplomasi di negara-negara yang melakukannya. Meningkatnya pelanggaran HAM dan kebutuhan kapital membuat negara membutuhkan parlemen sebagai aktor lain dunia diplomasi yang dapat melindungi kepentingan nasional dari berbagai tekanan yang menyudutkan. Manfaat diplomasi parlemen pada akhirnya harus dapat dirasakan oleh umat manusia yang mendamakan dunia yang sejahtera, adil, dan aman.
Rp 120.000 
Detail
Kedokteran Hewan
Pencapaian Swasembada Protein Hewani Melalui Koordinasi Lintas Sektor Menuju Ketahanan Pangan Nasion
-
Rp 94.000 
Detail
Gender & Hukum
Disiplin Hukum Yang Mewujudkan Kesetaraan
Penghapusan diskriminasi terhadap perempuan sedang diupayakan, tidak jarang dengan hasil yang memprihatinkan. Seberapa jauh Disiplin Hukum mencerminkan kesetaraan dan keadilan gender dengan tolak ukur Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan? Sebenarnya, sistem sosial yang partriarkis serta sistem kapitalisme global telah mengakibatkan ketidak-setaraan dan ketidak-adilan dalam hubungan antara anggota masyarakat pada umumnya, khususnya hubungan antar pria dan perempuan. Jaringan kekuasaan sistem kapitalisme, telah tertata secara mengglobal, strategis, tampak atau tidak tampak, dari kota-kota besar di mancanegara sampai ke desa-desa. Jaringan kekuasaan ini telah menggurita kemana-mana, dan masyarakat terjerat di dalamnya, sadar ataupun tidak. Sistem hukum dengan komponen-komponennya, yaitu masyarakat, pembentuk, pelaksanaan dan penegak hukum, pada umumnya telah menginternalisasi nilai-nilai sistem sosial dan ekonomi ini, berabad-abad lamanya. Bebarapa dekade terakhir telah berkembang gerakan-gerakan anti sistem ini, namun strategi resistensinya juga kuat, adakalanya terselubung dalam gerakan anti sistem itu sendiri. Hal ini hendaknya menjadi perhatian dalam rangka transformasi dan reformasi hukum yang sedang diupayakan, khususnya untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender.
Rp 60.000 
Detail
Kedokteran Hewan
Atlas of Normal Radiography
Atlas ini menampilkan berbagai gambar skematis rangka anjing dan kucing yang dikelompokkan sesuai dengan bagian tubuh. Seluruh gambar radiografi dalam atlas ini diperoleh penulis dengan menggunakan komputer radiografi dan digital sehingga diharapkan dapat membantu dokter hewan, baik di klinik maupun rumah sakit hewan untuk mendiagnosis penyakit anjing dan kucing.
Rp 270.000 
Detail
Politik
Konsepku Mensukseskan Otonomi Daerah: Membangun Indonesia Berkeadilan Sosial-Ekonomi
Ternyata terdapat hubungan korelatif yang kuat antara meningkatnya kejahatan kriminal yang terjadi di masyarakat dengan peningkatan penggunaan narkoba dewasa ini. Menurut pendapat para tokoh pemerintahan maupun pakar ilmiah, bila pemakaian narkoba meningkat, maka tindak kejahatan pun akan semakin meningkat alias semakin banyak. Logikanya, orang yang membutuhkan narkoba memerlukan uang untuk membeli bahan penyenang itu. Mereka harus membeli untuk memperolehnya. Bila tidak punya uang maka harus dicari. Bila sudah punya pekerjaan tetap tidak menjadi persoalan. Mereka punya gaji untuk membeli. Tetapi bila masih pengangguran, apalagi anak-anak, harus meminta dari orangtua atau saudara. Bila tidak diberi maka pelariannya adalah memperoleh uang dengan jalan pintas, yaitu dengan cara mencuri uang simpanan orangtua dari bawah pakaian di lemari orangtua, menodong, merampok, atau memaksa orang dengan cara memeras. Mengambil sepeda motor orang lain dari rumahnya, dari parkiran, membegalnya di tengah jalan, terutama pada larut malam. Kemudian menjual sepeda motor tersebut dengan harga murah, lalu uangnya dipakai untuk membeli narkoba.             Jadi jelas bahwa dengan semakin gandrung memakai narkoba, maka semakin ingin terus memilikinya. Bila tidak memiliki uang untuk membelinya, maka keinginan memakai narkoba akan menggiring pemakai melakukan kejahatan untuk memperoleh uang. Oleh karena itu sumber kejahatan itu harus diperangi, agar semakin sedikit orang memakainya. Kalau memungkinkan, melakukan penghapusan secara total penggunaan narkoba tersebut. Kalau memungkinkan lagi, musnahkan perkebunan pohon ganja di sentra-sentra penanaman ganja tersebut. Seperti di Aceh. Selain itu menutup semua pelabuhan kecil/pelabuhan tikus di pantai timur Sumatera dan daerah-daerah lain, sehingga masuknya narkoba dari Malaysia dan negara lain tertutup. Dengan demikian negara Indonesia tidak bisa lagi menjadi negara pemasok dan pemasaran narkoba terbesar di Asia Tenggara. Negara akan menjadi aman dan sejahtera dari tindak kriminal.
Rp 80.000 
Detail
Politik
Borders and Beyond: Transnational Migration and Diaspora in Northern Thailand Border Areas with Myanmar and Laos
This book contributes to a better understanding about the dynamics of transnational migration and diaspora in Northern Thailand border areas with Myanmar and Laos. Border cities in Southeast Asia are places that have unique characteristics because of rapid development which includes the process of transnational migration and diaspora communities from neighboring countries. Historically, different ethnic groups had migrated in the border areas of mainland Southeast Asian countries and China. Border cities, such as Mae Sai and Chiang Khong, are strategic places for refugees, minority groups, and others from neighboring countries to reside either temporary or permanently.   The infrastructure and economic developments of those two cities in the border areas have not only influenced the formation of those two cities into multicultural societies, but also become more modern cities with various economic activities. Both Mae Sai and Chiang Khong gradually became more densely populated and have transformed into economic and tourist destinations because they have low-price goods, duty free markets, and even casinos. The arrivals of various ethnic groups in different times have formed a multicultural community, which plays a very important role in the development of border cities and surrounding areas. On top of these, the policies on border areas have been more complex considering the transnational movements of people, goods and ideas.
Rp 125.000 
Detail
Pemasaran
Unboxing Perilaku Konsumen di Indonesia
Buku Unboxing Perlindungan Konsumen di Indonesia ini merupakan kumpulan artikel yang penulis susun berdasarkan pengalaman berkiprah di Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) bersama beberapa sahabat penulis yang sudah lama berkecimpung di bidang PK.
Rp 75.000 
Detail
Kehutanan
Neraca Pembangunan Hijau Konsep & Implikasi Bisnis Karbon & Tata Air di Sektor Kehutanan
Buku yang berjudul “Neraca Pembangunan Hijau: Konsep dan Implikasi Bisnis Karbon dan Tata Air di Sektor Kehutanan” ini disusun dalam sembilan bab yang secara keseluruhan mencakup segenap aspek dari neraca pembangunan hijau sektor kehutanan, mulai dari filosofi dan acuan kebijakan, implementasi kebijakan,serta implikasi kebijakan.
Rp 40.000 
Detail
Sosial
Bekerja di Masa Pandemi: Kumpulan Esai Bulan Menulis Kupasi 2020
Pandemi COVID-19 telah memaksa pemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Salah satunya adalah kebijakan bekerja dari rumah (WFH). Orang-orang melakukan pendidikan, pelatihan dan rapat-rapat melalui aplikasi Zoom dan yang sejenis itu. Setiap orang berlomba tampil di dunia maya, dan orang-orang tampak lebih kreatif. Melihat sekilas, tampaknya semua oke-oke saja, kegiatan berjalan mulus-mulus saja. Tapi apakah benar sesederhana itu? Apa tantangan dan kendala yang dihadapi? Jenis pekerjaan apa saja yang bisa dan atau sulit dilakukan dari rumah? Apa sisi menyenangkan dan tidak menyenangkan bekerja dari rumah atau bekerja di kantor dalam masa pandemi ini? ‘Kenormalan’ baru macam apa yang bakal terbentuk sebagai kultur baru dalam bekerja pasca pandemik? Para Kupasian menandai masa pandemi COVID-19 dengan menyelenggarakan Bulan Menulis KUPASI untuk berbagi pengalaman dan perspektifnya yang dituangkan dalam buku ini.  
Rp 70.000 
Detail
Kehutanan
Kajian Dampak Perhutanan Sosial di Jawa Barat
Buku yang berjudul Kajian Dampak Perhutanan Sosial di Jawa Barat oleh Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara merupakan salah satu kegiatan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan Perhutanan Sosial di lapangan atau di tingkat tapak yang bekerja sama dengan Fakultas Kehutanan IPB. Buku yang ditulis oleh Dr. Soni Trison S.Hut, MSi, Dr. Ir. Leti Sundawati, MSc dan Dr. Ir. Yulius Hero, MSc ini memuat hasil observasi, survei dan analisis terhadap pemegang izin IPHPS, serta KULIN KK di Provinsi Jawa Barat dengan empat lokasi contoh kajian, meliputi KPH Bogor, KPH Bandung Selatan, KPH Sumedang, dan KPH Majalengka.
Rp 200.000 
Detail
Agama Islam
Menggagas Etika Islami untuk Abad ke-21: Sebuah Eksplorasi Pemikiran Etika Tariq Ramadan
Di Indonesia, pada awal tahun 2000-an muncul berbagai gagasan bahwa masalah-masalah masa kini perlu disikapi, dari perspektif Islam, dengan pendekatan moral. Misalnya, gagasan bahwa syariat Islam perlu dipahami dengan menekankan tujuannya atau maqâsid Syariah; bahwa masalah reproduksi perlu dibahas, dari perspektif Islam, dengan mengedepankan prinsip keadilan jender; dan bahwa akhlak perlu didahulukan di atas fikih
Rp 190.000 
Detail
Sejarah
Jejak Kebangsaan: Kaum Nasionalis Manokwari dan Boven Digoel
Cerita tentang kaum nasionalis yang dibuang di Manokwari dan Boven Digoel tidak banyak diketahui oleh generasi muda kita. Padahal, banyak persoalan hari ini yang perlu dicari akar masalahnya pada sejarah masa lalu.  Menelusuri kembali jejak kebangsaan adalah suatu hal yang penting dilakukan agar kita bisa menempatkan berbagai permasalahan yang kita hadapi hari ini, khususnya dalam permasalahan Papua, pada perspektif kesejarahan yang benar agar masa depan yang akan kita ukir merupakan untaian kehidupan yang berkesinambungan, sebagaimana seharusnya.
Rp 75.000 
Detail
Politik
Indonesia dan Rivalitas China, Jepang, dan India
Di tengah-tengah rivalitas kekuatan yang meningkat di antara major powers China, Jepang, dan India, untuk bisa menjadi salah satu kekuatan utama baru di kawasan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan Indonesia. Ia, pertama-tama, harus mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi rata-rata di atas 6-7 persen setahun untuk mengembangkan human capital agar dapat meraih bonus demografi dan memberi alokasi yang jauh lebih besar untuk anggaran belanja pertahanan atau kekuatan militernya. Kemudian, ia juga harus mampu mewujudkan konsolidasi demokratisnya, sehingga Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), yang menjadi musuh utamanya di dalam negeri, dapat dieliminasi secara efektif. Dengan demikian, segala sumber daya yang ada, alam dan manusia, dapat digunakan secara optimal untuk mencapai tujuan nasional―mendukung munculnya Indonesia sebagai kekuatan baru di kawasan. Perubahan lingkungan strategis di kawasan yang dramatis di tengah-tengah keterbatasan kemampuan Indonesia dalam menyikapinya, tentu saja membutuhkan respons yang cerdas. Sebagai solusi alternatif, negeri ini perlu menilai kembali doktrin politik luar negeri bebas dan aktif yang telah digunakan sebagai landasan kebijakannya selama lebih dari 7 dasawarsa, sejak ia merdeka tahun 1945. Doktrin yang dibuat usai Perang Dunia (PD) II, dengan struktur atau konstelasi kekuatan global yang ditandai dengan munculnya dua negara adikuasa baru pemenang PD II, yakni AS dan Uni Soviet, yang tidak lama kemudian berubah dari sekutu menjadi seteru, setelah memasuki periode Perang Dingin, yang ditandai dengan kontestasi baru kekuatan. Doktrin politik luar negeri bebas dan aktif yang dibuat dalam kondisi munculnya dua poros kekuatan dunia sudah tidak relevan lagi digunakan, mengingat dunia kini sudah polisentris, tidak lagi dimonopoli oleh kekuatan adidaya AS, tetapi juga dengan kehadiran China, Jepang, dan India sebagai major powers di kawasan. Sementara, Indonesia sendiri telah diperhitungkan akan muncul sebagai salah satu kekuatan baru di kawasan, dengan potensi pertumbuhan ekonominya dalam sampai tahun 2050. Sehingga, dalam tiga dasawarsa ke depan, tidak hanya ada ketiga negara yang disebutkan di atas, namun juga Indonesia dan Korea Selatan dan Australia, dalam jajaran major powers, sebagai bagian dari G-20.
Rp 95.000 
Detail
Sosiologi
Land, Livelihood, the Economy and the Environment in Indonesia: Essays in Honour of Joan Hardjono
This volume of essays is intended to honour an exceptional, indeed a unique scholar. Joan Hardjono grew up in Sydney and graduated from Sydney University in the mid-1950s. She majored in English and Geography and like most girls in those years who had managed to complete a tertiary degree, she probably expected to embark on a career as a high school teacher in Australia. But no doubt prompted by the spirit of adventure which she has kept throughout her long career, she decided to go to Indonesia as a volunteer teacher. The scheme which brought young Australian graduates to Indonesia at that time was pioneering; it pre-dated the US Peace Corps and several of the participants went on to distinguished academic careers. On the boat from Australia to Indonesia, she met a young Indonesian called Hardjono, who after participating in the struggle against the Dutch in the late 1940s, gained an engineering degree at the Institute of Technology in Bandung, then as now Indonesia’s leading tertiary institute for the study of engineering and technology. Joan was posted to teach in Semarang, the capital of the province of Central Java, and family legend has it that Hardjono used a borrowed motor cycle to pay her frequent visits, bringing with him Javanese delicacies as gifts. Since the late 1980s, Joan has been busy as a consultant to a number of bilateral and multilateral aid agencies. She has retired as a university teacher, but served for several years as an active member of the advisory board of a Bandung-based research organization, AKATIGA. She has also served since its inception in early 2001 on both the Board of Trustees and the Advisory Board of the Jakarta-based research group, The SMERU Research Institute. The editors are pleased that four chapters in this volume have been contributed by staff of these two institutions. Joan continues to be an active member of the SMERU boards, and in her advisory role, she has always stressed that SMERU should focus on what it does best, namely conducting solid research on the problems of poverty, social protection and unemployment, rather than engaging in policy advocacy. She worked very hard editing the institute’s first international publication, Poverty and Social Protection in Indonesia, which was published by the Institute of Southeast Asian Studies in Singapore in 2011. Joan has often regretted the fact that so few Indonesian social scientists publish internationally, and has assisted a number of scholars over the years to turn their research findings into publishable papers in English-language outlets. Like many Indonesians in her age group, Joan has at times been disappointed that the country’s macroeconomic progress over the last four decades has not yet achieved the elusive goal of a just and prosperous society. To friends, she can be at times very critical of the performance of politicians and senior bureaucrats, both during the Suharto era and subsequently. But she would be the last to deny that some progress has been made. She continues to visit Australia on a regular basis, but Bandung remains her home, and she remains steadfast in her love for, and commitment to, the people of Indonesia.
Rp 90.000 
Detail
Pendidikan
Revitalisasi Kurikulum Fakultas Peternakan dalam Menghadapi Tantangan Global
Perkembangan pendidikan tinggi bidang peternakan tidak lepas dari ukiran tangan seorang Prof. Eddie Gurnadi, yang selama kurun waktu 46 tahun (1963–2009) turut merintis dan membesarkan kemajuan Fakultas Peternakan di IPB maupun di luar IPB. Buku ini merupakan kumpulan tulisan dari para pakar maupun praktisi yang ikut bergelut dalam dunia peternakan.  
Rp 49.000 
Detail
Lingkungan
Ekotoksikologi Akuatik
Buku ini mengulas tentang kondisi pencemaran perairan di Indonesia, teori toksisitas dan teknik pengukurannya, serta pengaruh paparan berbagai polutan terhadap kondisi fisiologis ikan. Kondisi fisiologis yang dijabarkan meliputi kondisi pernapasan, percernaan, hematologi hingga reproduksi. Buku ini diharapkan dapat menghadirkan tambahan pengetahuan terutama bagi para mahasiswa, dosen, dan praktisi lingkungan terkait toksisitas polutan terhadap organisme perairan.
Rp 77.000 
Detail
Kehutanan
Kamus Kehutanan
Kamus Kehutanan, suatu kamus istilah yang berisi definisi dari berbagai istilah kehutanan yang demikian banyak. Dalam kamus ini disajikan 3535 istilah kehutanan yang wajib diketahui para Rimbawan. Istilah dan definisi kehutanan dikumpulkan dari berbagai peraturan perundangan dan rujukan lainnya. Diharapkan kamus ini menjadi pegangan bagi para Rimbawan yang telah bekerja dan para Rimbawan yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi (Fakultas Kehutanan) dan Sekolah Menengah Kejuruan KEhutanan (SMK Kehutanan) yang lebih dikenal dengan sebutan Sekolah Kehutanan Menengah Atas (SKMA).
Rp 150.000 
Detail
Gizi
Prinsip-Prinsip HACCP dan Penerapannya pada Industri Jasa Makanan dan Gizi
-
Rp 140.000 
Detail
Merchandise
Amplop
Amplop Putih terbuat dari kertas HVS dengan tebal 80 gsm ukuran 11x23cm , Bisa custom logo / nama PT / nama alamat dll
Rp 55.000 
Detail
Kelautan
Perikanan Tongkol dan Aspek Pengelolaan
Buku ini berisi tentang perikanan tongkol di dunia dan Indonesia secara umum dan WPPRI 713 secara khusus. Isinya merupakan hasil-hasil penelitian dan implementasi hasil penelitian yang dikombinasikan dengan penelitian dari Selat Makassar, dan Teluk Bone, dan ditunjang beberapa hasil penelitian dari luar yang memiliki kaitan dengan isi buku ini.
Rp 112.000 
Detail
Kehutanan
Pembangunan Kehutanan Indonesia Baru Refleksi dan Inovasi Pemikiran
-
Rp 110.000 
Detail
Alat Tulis
Cetak Buku Nota, Bon Bahan Kertas NCR
Cetak buku nota atau bon Bahan kertas HVS 70gram / NCR ukuran P.15cm x T.6cm , Cetakan warna ,   Untuk Pemesanan dengan desain atau ukuran sendiri bisa menghubungi CS di nomor. 0897 6091 408
Rp 7.000 
Detail
Kedokteran Hewan
Pemeriksaan Kualitas dan Keamanan Susu dan Hasil Olahannya
Buku ini merupakan hasil proses perbaikan dari edisi sebelumnya. Salah satunya dalam bentuk pengurangan beberapa uji yang tidak banyak digunakan lagi dan bentuk penambahan terutama dalam hal pemeriksaan mastitis subklinis. Beberapa topik seperti Pengambilan Contoh Susu, Analisis Susu dan Produk Olahannya, Pemeriksaan Mikrobiologik, Pemeriksaan Pemalsuan Susu hingga Cara Mendiagnosis Mastitis Subklinik juga dibahas dalam buku ini. Buku ini ditujukan untuk mahasiswa, terutama mahasiswa kedokteran hewan dan peternakan, begitu juga teman sejawat, serta dapat digunakan untuk pedoman di laboratorium pengujian susu di KUD, KPS, IPS maupun Balai Penelitian lainnya.
Rp 135.000 
Detail
Teknologi
Teknologi Hasil Ternak
Buku ini dibahas secara menyeluruh pengetahuan tentang sumber dan jenis hasil ternak, cara pemanenan berbagai hasil ternak, cara penanganan pascapanen panen hasil ternak, kemudian dilanjutkan dengan teknologi pengolahan hasil ternak, serta dilengkapi dengan pemanfaatan dan pengolahan berbagai hasil ternak.  
Rp 105.000 
Detail
Sosial
Diplomasi Parlemen
Diplomasi parlemen belum banyak dikenal dan terpublikasi secara luas di masyarakat, termasuk di kalangan peminat studi hubungan internasional hingga dewasa ini. Bahkan, mereka yang meniti karir di dunia diplomasi secara formal selama ini, yakni Kementerian Luar Negeri, bukan hanya masih canggung mengakui secara terbuka “diplomasi parlemen,” sebagai bagian dari aktivitas diplomasi yang berlangsung selama ini, secara resmi maupun tidak resmi. Diplomat di negeri berkembang juga belum (dapat) mengakui secara jujur peran dan kegiatan anggota parlemen yang turut berkontribusi dalam pencapaian tujuan nasional mereka pada pencapaian kesejahteraan dan upaya menciptakan dan menjaga perdamaian dan stabilitas keamanan dunia.

Di negara-negara yang telah maju ekonomi dan demokrasinya, diplomasi parlemen telah lebih seabad lebih lamanya dipraktikkan untuk pencapaian kepentingan nasional di dunia internasional. Para anggota parlemen adalah bagian dari pelaku diplomasi, yang terbagi atas aktor negara dan non-negara, berkelompok dan individual, terkordinasi dan lepas, serta menjalankan first track diplomacy atau second track diplomacy. Mereka dapat memainkan perannya secara formal dan tidak untuk kepentingan individual, nasional, kawasan, dan internasional.

Peran anggota parlemen sebagai messengers negara yang penting, berbeda dengan primitive diplomats, yang dalam perkembangan hubungan internasional yang tidak lagi konvensional, mereka turut memainkan peran penting dalam kegiatan yang disebut sebagai lobi, perundingan atau negosiasi. Pemain baru bermunculan, karena munculnya kebutuhan aktor lain diplomasi di negara-negara yang melakukannya. Meningkatnya pelanggaran HAM dan kebutuhan kapital membuat negara membutuhkan parlemen sebagai aktor lain dunia diplomasi yang dapat melindungi kepentingan nasional dari berbagai tekanan yang menyudutkan. Manfaat diplomasi parlemen pada akhirnya harus dapat dirasakan oleh umat manusia yang mendamakan dunia yang sejahtera, adil, dan aman.
Rp 120.000 
Detail
Kedokteran Hewan
Pencapaian Swasembada Protein Hewani Melalui Koordinasi Lintas Sektor Menuju Ketahanan Pangan Nasion
-
Rp 94.000 
Detail
Gender & Hukum
Disiplin Hukum Yang Mewujudkan Kesetaraan
Penghapusan diskriminasi terhadap perempuan sedang diupayakan, tidak jarang dengan hasil yang memprihatinkan. Seberapa jauh Disiplin Hukum mencerminkan kesetaraan dan keadilan gender dengan tolak ukur Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan? Sebenarnya, sistem sosial yang partriarkis serta sistem kapitalisme global telah mengakibatkan ketidak-setaraan dan ketidak-adilan dalam hubungan antara anggota masyarakat pada umumnya, khususnya hubungan antar pria dan perempuan. Jaringan kekuasaan sistem kapitalisme, telah tertata secara mengglobal, strategis, tampak atau tidak tampak, dari kota-kota besar di mancanegara sampai ke desa-desa. Jaringan kekuasaan ini telah menggurita kemana-mana, dan masyarakat terjerat di dalamnya, sadar ataupun tidak. Sistem hukum dengan komponen-komponennya, yaitu masyarakat, pembentuk, pelaksanaan dan penegak hukum, pada umumnya telah menginternalisasi nilai-nilai sistem sosial dan ekonomi ini, berabad-abad lamanya. Bebarapa dekade terakhir telah berkembang gerakan-gerakan anti sistem ini, namun strategi resistensinya juga kuat, adakalanya terselubung dalam gerakan anti sistem itu sendiri. Hal ini hendaknya menjadi perhatian dalam rangka transformasi dan reformasi hukum yang sedang diupayakan, khususnya untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender.
Rp 60.000 
Detail
Kedokteran Hewan
Atlas of Normal Radiography
Atlas ini menampilkan berbagai gambar skematis rangka anjing dan kucing yang dikelompokkan sesuai dengan bagian tubuh. Seluruh gambar radiografi dalam atlas ini diperoleh penulis dengan menggunakan komputer radiografi dan digital sehingga diharapkan dapat membantu dokter hewan, baik di klinik maupun rumah sakit hewan untuk mendiagnosis penyakit anjing dan kucing.
Rp 270.000 
Detail
Politik
Konsepku Mensukseskan Otonomi Daerah: Membangun Indonesia Berkeadilan Sosial-Ekonomi
Ternyata terdapat hubungan korelatif yang kuat antara meningkatnya kejahatan kriminal yang terjadi di masyarakat dengan peningkatan penggunaan narkoba dewasa ini. Menurut pendapat para tokoh pemerintahan maupun pakar ilmiah, bila pemakaian narkoba meningkat, maka tindak kejahatan pun akan semakin meningkat alias semakin banyak. Logikanya, orang yang membutuhkan narkoba memerlukan uang untuk membeli bahan penyenang itu. Mereka harus membeli untuk memperolehnya. Bila tidak punya uang maka harus dicari. Bila sudah punya pekerjaan tetap tidak menjadi persoalan. Mereka punya gaji untuk membeli. Tetapi bila masih pengangguran, apalagi anak-anak, harus meminta dari orangtua atau saudara. Bila tidak diberi maka pelariannya adalah memperoleh uang dengan jalan pintas, yaitu dengan cara mencuri uang simpanan orangtua dari bawah pakaian di lemari orangtua, menodong, merampok, atau memaksa orang dengan cara memeras. Mengambil sepeda motor orang lain dari rumahnya, dari parkiran, membegalnya di tengah jalan, terutama pada larut malam. Kemudian menjual sepeda motor tersebut dengan harga murah, lalu uangnya dipakai untuk membeli narkoba.             Jadi jelas bahwa dengan semakin gandrung memakai narkoba, maka semakin ingin terus memilikinya. Bila tidak memiliki uang untuk membelinya, maka keinginan memakai narkoba akan menggiring pemakai melakukan kejahatan untuk memperoleh uang. Oleh karena itu sumber kejahatan itu harus diperangi, agar semakin sedikit orang memakainya. Kalau memungkinkan, melakukan penghapusan secara total penggunaan narkoba tersebut. Kalau memungkinkan lagi, musnahkan perkebunan pohon ganja di sentra-sentra penanaman ganja tersebut. Seperti di Aceh. Selain itu menutup semua pelabuhan kecil/pelabuhan tikus di pantai timur Sumatera dan daerah-daerah lain, sehingga masuknya narkoba dari Malaysia dan negara lain tertutup. Dengan demikian negara Indonesia tidak bisa lagi menjadi negara pemasok dan pemasaran narkoba terbesar di Asia Tenggara. Negara akan menjadi aman dan sejahtera dari tindak kriminal.
Rp 80.000 
Detail
Politik
Borders and Beyond: Transnational Migration and Diaspora in Northern Thailand Border Areas with Myanmar and Laos
This book contributes to a better understanding about the dynamics of transnational migration and diaspora in Northern Thailand border areas with Myanmar and Laos. Border cities in Southeast Asia are places that have unique characteristics because of rapid development which includes the process of transnational migration and diaspora communities from neighboring countries. Historically, different ethnic groups had migrated in the border areas of mainland Southeast Asian countries and China. Border cities, such as Mae Sai and Chiang Khong, are strategic places for refugees, minority groups, and others from neighboring countries to reside either temporary or permanently.   The infrastructure and economic developments of those two cities in the border areas have not only influenced the formation of those two cities into multicultural societies, but also become more modern cities with various economic activities. Both Mae Sai and Chiang Khong gradually became more densely populated and have transformed into economic and tourist destinations because they have low-price goods, duty free markets, and even casinos. The arrivals of various ethnic groups in different times have formed a multicultural community, which plays a very important role in the development of border cities and surrounding areas. On top of these, the policies on border areas have been more complex considering the transnational movements of people, goods and ideas.
Rp 125.000 
Detail
Pemasaran
Unboxing Perilaku Konsumen di Indonesia
Buku Unboxing Perlindungan Konsumen di Indonesia ini merupakan kumpulan artikel yang penulis susun berdasarkan pengalaman berkiprah di Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) bersama beberapa sahabat penulis yang sudah lama berkecimpung di bidang PK.
Rp 75.000 
Detail
Kehutanan
Neraca Pembangunan Hijau Konsep & Implikasi Bisnis Karbon & Tata Air di Sektor Kehutanan
Buku yang berjudul “Neraca Pembangunan Hijau: Konsep dan Implikasi Bisnis Karbon dan Tata Air di Sektor Kehutanan” ini disusun dalam sembilan bab yang secara keseluruhan mencakup segenap aspek dari neraca pembangunan hijau sektor kehutanan, mulai dari filosofi dan acuan kebijakan, implementasi kebijakan,serta implikasi kebijakan.
Rp 40.000 
Detail
Baca Buku