ipbprinting - Memajukan UKM Indonesia

Buku Pilihan lihat semua
Ilmu Logam...
Teknologi
Rp. 64.000
Teknologi Hasil Ternak...
Teknologi
Rp. 105.000
Kamus Kehutanan...
Kehutanan
Rp. 150.000
Sifat Mekanis Kayu...
Kehutanan
Rp. 95.000
Produksi Bersih...
Kehutanan
Rp. 59.000
Sagu di Lahan Gambut...
Kehutanan
Rp. 55.000
Interpretasi Alam...
Kehutanan
Rp. 30.000
Jamur Berkhasiat Obat...
Kesehatan
Rp. 35.000
Out of Shadow...
Kesehatan
Rp. 59.000
Sosiologi Kesehatan...
Kesehatan
Rp. 55.000
Atlas of Normal Radiography...
Kedokteran Hewan
Rp. 270.000
Go Global Reputation...
Keluarga
Rp. 100.000
Commuter Marriage...
Keluarga
Rp. 55.000
Syariah Islamiyah...
Agama Islam
Rp. 70.000
Islam Apa Adanya...
Agama Islam
Rp. 39.000
Baranangsiang...
Biografi
Rp. 140.000
Pengantar Peluang...
Statistika
Rp. 69.000
Aplikasi Metode SEM-PLS...
Matematika
Rp. 95.000
Pengantar Peluang...
Matematika
Rp. 69.000
Matematika untuk fisika...
Matematika
Rp. 69.000
Pengantar Teori Peluang...
Matematika
Rp. 40.000
Haji Ramah Lingkungan...
Lingkungan
Rp. 55.000
Ekotoksikologi Akuatik...
Lingkungan
Rp. 77.000
Fisika Komputasi...
Fisika
Rp. 60.000
EKOLOGI PAPUA...
Biologi
Rp. 135.000
Biokimia Fisik...
Biologi
Rp. 120.000
Monitoring dan Evaluasi...
Komunikasi
Rp. 55.000
DEMOKRASI DALAM CERMIN...
Sosial & Politik
Rp. 80.000
ASEAN Di Persimpangan Sejarah...
Sosial & Politik
Rp. 55.000
Asas Moral Politik...
Sosial & Politik
Rp. 70.000
Krisis Kebebasan...
Filsafat
Rp. 65.000
Diplomasi Parlemen...
Sosial
Rp. 120.000
Orang Serampas...
Sosial
Rp. 90.000
Data Desa Presisi...
Sosial
Rp. 65.000
Jejak Mimpi anak Negeri...
Pendidikan
Rp. 60.000
Jejak Inspirasi...
Pendidikan
Rp. 47.000
Daun-Daun Berserakan...
Pendidikan
Rp. 135.000
Kratos Minus Demos...
Politik
Rp. 80.000
Malam...
Sastra
Rp. 25.000
Jiwa-Jiwa Mati...
Sastra
Rp. 85.000
Empat Kepak Sayap...
Sastra
Rp. 90.000
Candide...
Sastra
Rp. 65.000
Calon Arang...
Sastra
Rp. 95.000
Bujang Tan Domang...
Sastra
Rp. 85.000
Budaya Minum di Indonesia...
Antropologi
Rp. 195.000
Kain Cinta Tanpa Batas...
Antropologi
Rp. 70.000
Lion Bird...
Anak-Anak
Rp. 35.000
Bird Tree...
Anak-Anak
Rp. 55.000
Kisah Sosiologi...
Sosiologi
Rp. 87.000
Merchandise lihat semua
Jasa Penerbitan lihat semua

IPB Press didirikan pada 6 April 2009 merupakan perusahaan penerbitan dan percetakan dengan badan hukum perseroan terbatas. Dengan paradigma penerbit berbasis universitas, IPB Press senantiasa berupaya dalam mengembangkan literasi, membangunan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan, memperluas wawasan masyarakat, mengantisipasi ledakan ilmu pengetahuan, dan mengibarkan bendera perguruan tinggi. Pada tahun 2018 IPB Press mendapatkan penghargaan dari Perpustakaan Nasional Indonesia berupa Anugerah Wajib Serah Tertib Undang-Undang Deposit Tahun 2018 untuk Jenis Karya Cetak Monograf. Dengan semangat nilai korporasi ACTION; advanced, competent, trusted, integrity, optimist, dan never give up, IPB Press menjadi solusi bagi kebutuhan Anda.

Sosial
HESDD School of Community Self Help New World Indonesia
Buku ini membahas mengenai sekolah ekologi manusia, yang disebut HESDD sekolah masyarakat mandiri dunia baru. Beberapa topik dibahas dalam buku ini, baik dasar sekolah ekologi manusia, pembelajaran dan keluarannya
Rp 95.000 
Detail
Kesehatan
Radiologi Trauma dan Emergensi
Buku ini membahas pendekatan radiologi kasus-kasus emergensi yang paling banyak ditemukan dalam praktik sehari-hari, baik akibat trauma maupun nontrauma. Modalitas yang digunakan terutama radiografi konvensional, CTScan, dan USG yang saat ini sudah tersebar di berbagai pelosok tanah air. Penulis berharap buku ini akan menjadi pegangan utama bagi para praktisi radiologi, residen, radiografer, dan mahasiswa, serta siapa pun yang bergelut di bidang emergensi.
Rp 65.000 
Detail
Kehutanan
Kapulaga Ratu Rempah Pembawa Berkah Potensi Prospektif di Era Pandemi COVID-19
Buku ini menyajikan beragam informasi tentang kapulaga secara komprehensif dari hasil kajian referensi maupun telaah hasil penelitian mulai dari pengenalan jenis dan pemanfaatannya; persyaratan lingkungan dan tempat tumbuh; teknik budidaya; pemanenan, pasca panen dan pemasaran; analisa usaha agroforestri; serta prospek pengembangannya di areal kelola Perhutanan Sosial dan pekarangan, sehingga dapat memberikan inspirasi dan motivasi dalam pengembangan dan pemanfaatan jenis multiguna yang bernilai ekonomis, tak terkecuali di masa pandemi Covid-19 ini. Buku ini tepat untuk dibaca oleh para pihak, baik pelaku usaha maupun masyarakat dalam kegiatan budidaya tanaman.
Rp 100.000 
Detail
Sosial
The Fall Down of Our Insurance: The Downturn of AJB Bumiputera 1912 - a sheer road to guard the nati
The idea of this book has been long written after our leaving as Independent Commissioner of AJB Bumiputera 1912 in 2012–2013. However, being busy with various activities did not make our will sodden to publish this book. This book is the proof for Indonesian’s legacy which will be beautifully formulated in our constitution. It is aimed that the economy be structured as a joint effort based on the principle of kinship as a form of people driven economy which is based on cooperation.
Rp 200.000 
Detail
Sosial
Instrumen Memahami Desa
Buku ini memaparkan instrumen yang dianggap krusial untuk digunakan dalam memahami desa dengan tujuan akhir yaitu mampu menggali data yang nantinya dapat digunakan dalam mengevaluasi dan memberikan masukan untuk pembangunan desa yang berkelanjutan. Dalam pemaparannya buku ini secara garis besar memberikan pemaparan mengenai pengertian, tujuan, dan manfaat dari implementasi instrumen yang kemudian selanjutnya buku ini juga memaparkan langkah teknis serta contoh pertanyaan yang dapat di implementasi di lapangan. Terakhir buku ini juga menyajikan contoh output dari masing-masing instrumen agar memudahkan pihak-pihak yang ingin mengimplementasikan instrumen ini. Secara garis besar buku ini menyajikan instrumen yang mampu mengidentifikasi empat hal, yaitu latar belakang dan kondisi eksisting desa, stakeholder yang mampu bekerja sama dengan masyarakat desa, potensi dan masalah yang dihadapi desa, serta penyusunan program untuk mengatasi masalah dalam upaya pembangunan desa yang berkelanjutan.
Rp 45.000 
Detail
Media Display
Roll Banner
Bahan Flexi Cina 
Rp 260.000 
Detail
Ekonomi
Dinamika Pelaksanaan Syariah
Buku ini memetakan diskursus dan aturan normatif yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi Islam dan Pengadilan Agama, berfokus pada kesenjangan, kesesuaian, adaptasi dan adopsi antara keduanya. Diskusinya mengisi kekosongan dan kebutuhan yang mengkaitkan antara teori dan praktis tentang ekonomi syariah dan Pengadilan Agama. Pemerintah sudah proaktif dengan mempersiapkan UU Peradilan Agama No. 3 tahun 1989. Kegiatan Pengadilan Agama tidak lagi terbatas pada waris, perkawinan dan kelahiran tetapi juga kegiatan sosial ekonomi, seperti yang berkaitan dengan wakaf, hotel, bank, asuransi, pegadaian, reksadana, pembiayaan syariah, dan sebagainya. Buku ini menunjukkan perkembangan ekonomi syariah dan adanya kebutuhan SDM untuk mengelolanya. Selain itu, buku menunjukkan perubahan sosial dalam kelembagaan dan diskursus dalam kehidupan kemasyarakatan. Pembaca mahasiswa, akademisi, pengamat, atau masyarakat umum membutuhkan informasi tentang masalah ekonomi syariah dan Pengadilan Agama.
Rp 95.000 
Detail
Merchandise
Hardcover
Ukuran A5 (14,8x21cm) , isi bahan HVS 80 gram cetakan berwarna , 2 muka , Cover Artbot dilapisi Artpaper 150 gram cetakan berwarna
Rp 74.500 
Detail
Pangan
Dasar Teknologi Hasil Ternak
Buku ini mengulas tentang bagaimana mengaplikasikan prinsip dasar teknologi pengolahan serta pengawetan pangan dan non pangan hasil ternak dengan berprinsip pada keamanan pangan. Selain itu, buku ini juga dilengkapi dengan latihan soal sehingga pembaca dapat mengaplikasikan materi pada setiap bab-nya. Buku ini digunakan untuk mata kuliah wajib bagi mahasiswa Program Studi (PS) THT dan PS Teknologi Produksi Ternak.  
Rp 65.000 
Detail
Kehutanan
Kajian Dampak Perhutanan Sosial di Jawa Barat
Buku yang berjudul Kajian Dampak Perhutanan Sosial di Jawa Barat oleh Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara merupakan salah satu kegiatan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan Perhutanan Sosial di lapangan atau di tingkat tapak yang bekerja sama dengan Fakultas Kehutanan IPB. Buku yang ditulis oleh Dr. Soni Trison S.Hut, MSi, Dr. Ir. Leti Sundawati, MSc dan Dr. Ir. Yulius Hero, MSc ini memuat hasil observasi, survei dan analisis terhadap pemegang izin IPHPS, serta KULIN KK di Provinsi Jawa Barat dengan empat lokasi contoh kajian, meliputi KPH Bogor, KPH Bandung Selatan, KPH Sumedang, dan KPH Majalengka.
Rp 200.000 
Detail
Biografi
Hidayat: Father, Friend, and a Gentleman
Kolonel Hidayat sebagai Panglima Tentara dan Teritorium Sumatra (PTTS) tetap merangkap sebagai Wakil I Kepala Staf Angkatan perang, merealisasikan komando veering yang efektif terhadap pasukan-pasukan di bawahnya. Maka panglima TTS telah melakukan inspeksi keliling yang beribu-ribu kilometer mengunjungi pos-pos komando di Riau, Padang Lawas, Tapanulis, dan Aceh. (A.E. Kawialrang) Pak Hidayat menyatakan kepada saya,”Politik Pemerintah harus didukung bukan letterlijk formal saja, tetapi jika konvoi-konvoi diserang karena melanggar persetujuan, itu didukung paling nyata dan kuat.”  War is politics by other means (Perang adalah politik dengan cara lain). Inilah pertama kali saya belajar politik. (Eddie Soekardi) Hidayat lalu menjabat Sektretaris Jenderal Kementerian Pertahanan. Dia pernah dipanggil oleh Presiden Sukarno dan ditanya, apakah mau menjadi KASAD menggantikan Nasution. Hidayat emnolak. Alasannya “Ini soal Esprit de Corps (Korps-geest)”, ujarnya. Baginya penting mengutamakan semangat korps tentara dan setia kawan ketimbang mempromosikan kepentingan pribadi…. (H. Rosihan Anwar) Walaupun Dubes Hidayat seorang Letnan Jenderal dan mantan menteri, beliau tidak rewel, tidak ingin dilayani dan tidak terikat dengan etiket dan protokol yang tidak perlu…. (Wisber Loeis) Pak Hidayat adalah  pejuang bangsa, “een van de beste zonen van Indonesia” yang patut kita hormati dan selalu kita kenang…. (H. Achmad Tirtosudiro)
Rp 100.000 
Detail
Antropologi
Etnis Cina Perantauan di Aceh
Hubungan antara Indonesia, khususnya Aceh dengan Dataran Cina dimulai semenjak lancarnya transportasi laut. Kontak budaya antara Cina dan Aceh secara diplomasi diawali pada abad 13 dan 15 M. Pada suatu lawatan utusan diplomat Cina pergi ke Aceh menyerahkan Lonceng Cakradonya kepada Raja Aceh pada tahun 1409 M, sebagai lambang persahabatan. Sebaliknya Raja Aceh mengirimkan utusan Aceh (Duta Besar) ke Cina yaitu Zainal Abidin Dan khususya pada Musim dingin tahun ke 1413 berlayarlah utusan Cina ke Samudra termasuk ke Aceh. Hubungan diplomasi dibarengi dengan hubungan bisnis yang saling menguntungkan sehingga kedua bangsa tersebut terjalin atas dasar saling menghargai. Selanjutnya setelah terjadi kekacauan politik dan ekonomi di Daratan Cina, sehingga mengakibatkan migrasi besar-besaran orang Tiongkok ke Nanyang (Asia Tenggara), sehingga masyarakat Cina terpaksa mengadu nasibnya di Nusantara dengan bekerja apa saja asal dapat mempertahankan hidupnya di perantauan. Bekerja tanpa kenal lelah membuat etnis Cina perantauan berhasil dalam bidang ekonomi, politik dan budaya. Fenomena tersebut terlihat etnis Cina dipandang oleh Belanda sebagai kelas menengah bersama Timur Asing lainnya. Di bidang politik etnis Cina dapat menyatukan dirinya dengan pemerintah setempat seraya mempertahankan edentitas kecinaan mereka. Sedangkan identitas Cina sebelum dan setelah kemerdekaan Indonesia mempnyai identitas ganda yaitu identitas Indonesia dan Cina. Pada masa revolusi kebudayaan di Cina pada tahun 1966 terjadi perubahan besar-besaran di Cina dan berpengaruh terhadap Cina di Indonesia. Karena waktu itu etnis Cina dianggap berhaluan komunis. Sedangkan komunis adalah sangat dibenci di Indonesia. Akhirnya pudarlah kebudayaan Cina termasuk di Aceh. Etnis Cina di Aceh pada peristiwa komunis mereka sebagian hijrah ke Medan Sumatra Utara dan pulang ke daratan Cina. Dan yang lainnya menetap di Aceh. Etnis Cina di Aceh mayoritas suku Khek, dan berbahasa Khek bersama etnis mereka. Sedangkan bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa kedua. Dan sebagian dari mereka dapat berbahasa Aceh bila bermitra bisnis dengan orang Aceh. Etnis Cina yang tinggal di tempat pecinaan sangat sedikit yang dapat berbahasa Aceh. ​
Rp 95.000 
Detail
Sastra
La Galigo Menurut Naskah NBG 188 jilid 2
Ketika Batara Lattuq telah menjadi dewasa, tiba saatnya untuk mencari permaisuri. Sayangnya tak satu pun orang di negeri Luwuq yang memiliki darah yang sederajat dengannya. Alangkah gusar hati Batara Guru bersama Wé Nyiliq Timoq memikirkan tentang putranya. Akhirnya Wé Nyiliq Timoq turun ke Pérétiwi untuk meminta pertimbangan orang tuanya di kerajaan bawah laut. Sayangnya apa yang diharapkannya tidak diperoleh, sehingga Batara Guru memutuskan naik ke Boting Langiq untuk meminta Patotoqé mewujudkan keinginan Batara Lattuq. Patotoqé pun menyarankan  agar Batara Lattuq berlayar ke Tompoq Tikkaq untuk menemukan jodoh yang sederajat. Kisah ini diawali dengan keberangkatan Batara Lattuq melalui pelayaran dan petualangan yang penuh tantangan. Ketika tiba di Tompoq Tikkaq, didapatinya dua anak yatim piatu, Wé Adi Luwuq dan Wé Datu Sengngeng bersama inang pengasuhnya, hidup dalam penderitaan di istana yang telah dirampas seluruh isinya. Batara Lattuq mengajukan lamaran ke Wé Datu Sengngeng sesuai pesan  Patotoqé, tapi pinangan itu ditolak inang pengasuh karena merasa anak asuhnya tidaklah pantas diperistri oleh sang raja akibat kemiskinan dan penderitaannya. Batara Lattuq, tidak peduli dengan keadaan sang putri, ia memperbaiki istana Wé Datu Sengngeng yang telah rusak dan kosong. Sementara bibi jahat dihukum dan seluruh harta yang telah dirampasnya dikembalikan kepada kedua anak yatim piatu itu. Pesta perkawinannya pun berlangsung berhari-hari, dan tak henti-hentinya harta benda diusung naik ke istana dari perahu-perahu Batara Lattuq yang jumlahnya tak terhitung. Sesudah pesta Batara Lattuq berlangsung, saudara Wé Datu Sengngeng,  Wé Adiluwuq menikah pula dengan I La Jiriu, sepupu Batara Lattuq yang turun bersamanya dari Boting Langiq. Tak berapa lama sesudah pesta berlangsung, sang putri pun diboyong kembali ke Tanah Luwuq tempat orang tuanya bertahta dan berkuasa. Sepuluh bulan setelah pasangan ini bermukim di Luwuq, pada suatu malam Wé Datu Sengngeng bermimpi mengarungi laut dan menyaksikan sebuah keranjang emas yang tergantung pada bianglala, berisi sebuah telur, langsung turun di hadapannya. Wé Datu Sengngeng lalu duduk di atas keranjang tersebut, telur tersebut pecah, keluarlah dua ekor anak ayam, jantan dan betina. Yang betina naik ke Dunia Atas di istana Boting Langiq, sedang yang jantan terbang ke berbagai negeri jauh. Keesokan paginya ketika terbangun, Wé Datu Sengngeng kaget dan  bingung,  dan menurut mertuanya, Wé Nyiliq Timoq, mimpi tersebut merupakan isyarat bahwa ia akan melahirkan dinru laweng, anak kembar emas, yaitu seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Putranya akan mengunjungi negeri-negeri jauh, sedangkan putrinya akan naik ke Boting Langiq. Sementara Wé Adiluwuq (saudara Wé Datu Sengngeng) dan I La Jiriu juga  dikaruniai anak kembar emas, yaitu Pallawa Gauq dan Wé Tenrirawé.
Rp 160.000 
Detail
Merchandise
Buku Agenda IPB Press
Buku agenda IPB Press Literasi dengan bahan cover kulit dan isi kertas 50 lembar HVS 80 gram cetakan hitam putih , ukuran 15 x 23cm , "bisa costum"
Rp 95.000 
Detail
Hukum
Kebijakan Kesehatan Publik Dan Perlindungan Paten Di Bidang Farmasi
Agreement on Trade related Aspects of Intellectual Property Rights (Persetujuan TRIPs) mewajibkan pelindungan Paten untuk produk farmasi dan proses pembuatan produk farmasi diterapkan bagi semua Negara Anggota WTO. Ketentuan Persetujuan TRIPs menjadi norma standar umum minimal yang berlaku pada setiap sistem hukum berkaitan dengan Kekayaan Intelektual, termasuk pengaturan mengenai Paten. Berdasarkan ketentuan dalam Persetujuan TRIPs, terdapat 3 (tiga) fleksibilitas terhadap Paten, yaitu: Impor Paralel (parallel import), Lisensi-wajib (compulsory licence) dan Pelaksanaan Paten oleh Pemerintah (patent use by the government). Terkait bidang obat (farmasi) ketiga fleksibilitas tersebut dapat digunakan namun, fleksibilitas tersebut hanya dapat diberlakukan dalam keadaan tertentu. Pasal 31 Persetujuan TRIPs memang tidak secara khusus mencantumkan alasan yang mungkin digunakan untuk membenarkan pemberian Lisensi-wajib. Namun, Deklarasi Doha tentang Persetujuan TRIPs dan Kesehatan Masyarakat menegaskan bahwa Negara-negara bebas menentukan dasar pemberian Lisensi-wajib dan untuk menentukan dalam situasi yang bagaimana merupakan keadaan darurat nasional atau keadaan yang sangat mendesak. Ketentuan hukum nasional harus sesuai atau menerima prinsip-prinsip hukum internasional dari perspektif nasional walaupun hukum nasional bertentangan dengan hukum internasional.
Rp 110.000 
Detail
Anak-Anak
Seri Buku Anak GPS; Budi Beruang yang Rajin
Budi beruang yang rajin.   Budi sangat senang membantu seluruh keluarganya.
saat ini iya adalah seorang yang membutuhkan pertolongan. Kira-kira siapa yang akan datang membantunya?
Rp 30.000 
Detail
Biografi
Jali Merah: Dari berbagai tuturan biografis Gunawan Wiradi
Gunawan Wiradi has long been an internationally known researcher on agrarian change, agrarian politics, and agrarian social science in Indonesia and a leading voice for agrarian reform. Among some communities of intellectuals and activists, his name is legendary, associated with rigorous, foundational, and ethical research and teaching. Perhaps more than anyone in or outside Indonesia, Gunawan Wiradi has focused his scholarly and activist attention on the continuing inequities in land distribution in Java. He has been committed to finding agrarian reform mechanism that will help the rural poor. Nancy Lee Peluso, Professor and Chair, Division of Society and Environment, University of California, Berkeley Mr. Gunawan Wiradi an Indonesian leading intellectual who has great experience and ample knowledge about the problems related to the agrarian reform. He was giving a great and lifetime contribution to the development of study on agrarian problems in Indonesia. Hiroyoshi Kano, D. Ec, Professor of the Institute of Oriental Culture, University of Tokyo For more than four decades, Gunawan Wiradi has been at the forefront of efforts to bring about greater social and economic justice in Indonesia through agrarian reform. Through his incisive and courageous writings and practical engagements, he kept the flame and the promise of agrarian reform alive during an extremely repressive phase of Indonesia history. Just as he played a formative role for my generation of student, in the 1990s, Gunawan Wiradi was also a major source of inspiration for a new generation of younger scholars and activists, helping to reignite interest in agrarian reform. Gillian Hart, Professor of Geography and Chair of Development Studies, University of California, Berkeley I have known him for more than four decades and have always admired his endeavours to highlight a wide variety of agrarian issues both in his scholarly studies as well as in the public domain. His outstanding contribution in academic meetings (conference, workshop as well as class room teaching) are paralleled by his dedication to reach out to a wider audience which led him to share his scholarly expertise with the staff of NGOs. All these efforts have added to his widely acclaimed reputation as a public intellectual. Jan Breeman, Profesor Emeritus and Fellow of the Amsterdam School for Social Science Research GWR seorang aktivis dan pejuang tulen. Sebagai seorang pejuang, api semangat yang menyala menerangi orang-orang di sekelilingnya termasuk saya sebagai pemula. Dalam dunia kita sekarang, hampir tidak pernah saya menemukan seorang akademisi sekaligus pejuang sejati seperti itu. Saiful Bahari, Aktivis Reforma Agraria
Rp 160.000 
Detail
Sosiologi
Kisah Sosiologi
Kisah Sosiologi merupakan rangkuman teori-teori sosiologi klasik dan kontemporer yang diwakili oleh lima belas pemikir utama, yaitu Durkheim, Marx, Weber, Simmel, Parsons, Bauman, Giddens, Bourdieu, Foucault, Said, Spivak, Goffman, Habermas, Etzioni, dan Berger. Dengan memuat ilustrasi wajah para tokoh serta pendekatan Bahasa sederhana dan reflektif, buku ini mengajak pembaca untuk memahami pemikiran-pemikiran sosiologi dan makna relasi dalam kehidupan personal. --- “Kisah Sosiologi merupakan rangkuman yang sangat baik dari pemikiran para perintis serta tokoh terkemuka sosiologi dan ilmu social yang dapat memicu rasa ingin tahu dan mendorong pembaca untuk mengkaji karya tulis para tokoh tersebut.” – Profesor Emeritus Kamanto Sunarto (Dosen Sosiologi FISIP UI)   “Diawali dengan ilustrasi kehidupan nyata, pemaparan asumsi dasar, penjelasan teori, buku ini juga dilengkapi dengan refleksi dan pertanyaan yang menjadikannya istimewa agar para pembaca dapat merefleksikan realitas kehidupan dan mengembangkan keingintahuan lebih jauh.” – Dr. Indera Ratna Irawati Pattinasarany (Dosen Sosiologi FISIP UI)
Rp 87.000 
Detail
Kesehatan
Taman Terapi Mandiri: Diabetes Melitus
Taman terapi mandiri adalah suatu konsep penyembuhan yang bukan hanya menitikberatkan pengobatan melalui pemanfaatan bagian tertentu tanaman, mengolah, dan meraciknya menjadi obat herbal. Namun, taman terapi mandiri juga dapat membantu psikis penderita diabetes melitus, karena konsep taman yang berisi berbagai tanaman herbal ini selain menyajikan sisi keindahan yang dapat dinikmati juga keterlibatan penderita secara aktif dalam membangun taman.
Rp 73.000 
Detail
Kehutanan
Manajemen Hutan Mangrove
Buku ini diperuntukkan bagi mahasiswa, pemerhati, peneliti, pengambil kebijakan, dan umum dalam rangka memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai ekosistem, dasar biologi dan ekologi, fungsi dan manfaat, pengelolaan secara berkelanjutan, penilaian dan pengukuran sumber daya hutan mangrove, persemaian dan penanaman mangrove di lapangan, deforestasi dan degradasi hutan mangrove, strategi nasional hutan mangrove Indonesia, serta model pengelolaan terpadu hutan mangrove.  
Rp 60.000 
Detail
Merchandise
Pulpen
Pulpen metal , model putar , bahan cover besi , isi tinta hitam , bisa simpan logo atau gambar costum
Rp 10.000 
Detail
Sastra
Analisis Prosa – Perwatakan dan Pemikiran Tokoh
Buku berjudul Analisis Prosa: Perwatakan dan Pemikiran Tokoh berisi pembahasan mendalam tentang karya-karya satra bermutu dari para pengarang berkebangsaan Inggris dan Amerika seperti; The Scarlet Letter dan The Minister’s Black Veil karya Nathaniel Hawthorne; Sister Carrie dan Jennie Gerhardt karya Theodore Dreiser, serta Drama Inggris berjudul Mourning Becomes Electra karya Eugene O’Neil, Up at the Villa karya William Somerset Maugham, Come Back Little Seba karya William Inge, Justice karya John Galsworthy, dan Animal Farm karya George Orwell.
Rp 80.000 
Detail
Pendidikan
Membangun Gerakan Antikorupsi
Korupsi di Indonesia sudah sampai ke tahap ke yang sangat membahayakan dan perlu dikendalilkan dengan melibatkan seluruh komponen bangsa. Jika kita memperhatikan media massa dan media sosial, berbagai macam kasus korupsi terjadi di Negara kita tercinta mulai dari yang besar, sedang hingga kasus kecil terjadi tahun demi tahun secara terus menerus tanpa bisa dihentikan. Hukuman yang ringan menjadi penyebab utama para koruptor tetap saja menjalankan aksinya. Hukum yang diandalkan juga belum mampu bekerja maksimal, berbagai kasus korupsi kebanyakan tidak menghasilkan hukuman yang membuat jera para pelaku/tersangka korupsi. hal ini dikarenakan pelaku kebanyakan didominasi oleh pejabat negara dan orang dari kalangan atas. Kasus korupsi di negara kita melibatkan berbagai kalangan mulai anggota DPR, oknum kepolisian, TNI, dan oknum Menteri, oknum Kejaksaan, oknum partai politik, oknum kepala daerah, dan masih banyak lagi sehingga korupsi harus diposisikan sebagai musuh bersama (public enemy) yang harus diberantas bersama dengan melibatkan seluruh komponen bangsa. Memperhatikan kondisi tersebut di atas, maka para Guru Besar bersama seluruh komponen bangsa haruslah mengambil peran penting dan strategis untuk mengatasi masalah korupsi. Salah satu langkah startegis yang bisa dilakukan selain merancang sistem yang bersih juga melibatkan dan mendidik generasi muda kita khususnya mahasiswa yang dalam beberapa tahun ke depan berperan penting dalam pembangunan bangsa kita. Kita sangat berharap agar melalui gerakan Antikorupsi, cita-cita bangsa kita untuk mencapai masyarakat adil dan makmur dapat kita wujudkan dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Rp 105.000 
Detail
Sosial
Involusi Republik Merdesa
Pertanian dan pedesaan adalah dua kata yang tidak dapat dipisahkan, ibarat dua sisi uang koin. Dua entitas yang dianggap penting, tetapi selalu dikesampingkan. Potensinya besar, namun belum terurus dengan baik. Semua ini dikarenakan kita selalu gagal memahami kehadiran dua kata atau entitas tersebut ke dalam ruang kehidupan! Apa akibatnya? Hadirnya “Involusi Republik Merdesa” yang memperlihatkan terjadinya kemandekan bangsa, negeri, dan negara yang menjadi republik bersivilasi. Kehadiran pertanian dan pedesaan seolah tersubordinasi! Harusnya pertanian dan pedesaan menjadi bagian yang paling seksi dari negara ini. Di desa, seluruh warga yang berdiam, berumah, berhabitat, berpopulasi, dan berkeluarga di atas dan di sekitar limpahan sumber daya alam yang tak terhitung jumlahnya.
Rp 152.000 
Detail
Sosial
HESDD School of Community Self Help New World Indonesia
Buku ini membahas mengenai sekolah ekologi manusia, yang disebut HESDD sekolah masyarakat mandiri dunia baru. Beberapa topik dibahas dalam buku ini, baik dasar sekolah ekologi manusia, pembelajaran dan keluarannya
Rp 95.000 
Detail
Kesehatan
Radiologi Trauma dan Emergensi
Buku ini membahas pendekatan radiologi kasus-kasus emergensi yang paling banyak ditemukan dalam praktik sehari-hari, baik akibat trauma maupun nontrauma. Modalitas yang digunakan terutama radiografi konvensional, CTScan, dan USG yang saat ini sudah tersebar di berbagai pelosok tanah air. Penulis berharap buku ini akan menjadi pegangan utama bagi para praktisi radiologi, residen, radiografer, dan mahasiswa, serta siapa pun yang bergelut di bidang emergensi.
Rp 65.000 
Detail
Kehutanan
Kapulaga Ratu Rempah Pembawa Berkah Potensi Prospektif di Era Pandemi COVID-19
Buku ini menyajikan beragam informasi tentang kapulaga secara komprehensif dari hasil kajian referensi maupun telaah hasil penelitian mulai dari pengenalan jenis dan pemanfaatannya; persyaratan lingkungan dan tempat tumbuh; teknik budidaya; pemanenan, pasca panen dan pemasaran; analisa usaha agroforestri; serta prospek pengembangannya di areal kelola Perhutanan Sosial dan pekarangan, sehingga dapat memberikan inspirasi dan motivasi dalam pengembangan dan pemanfaatan jenis multiguna yang bernilai ekonomis, tak terkecuali di masa pandemi Covid-19 ini. Buku ini tepat untuk dibaca oleh para pihak, baik pelaku usaha maupun masyarakat dalam kegiatan budidaya tanaman.
Rp 100.000 
Detail
Sosial
The Fall Down of Our Insurance: The Downturn of AJB Bumiputera 1912 - a sheer road to guard the nati
The idea of this book has been long written after our leaving as Independent Commissioner of AJB Bumiputera 1912 in 2012–2013. However, being busy with various activities did not make our will sodden to publish this book. This book is the proof for Indonesian’s legacy which will be beautifully formulated in our constitution. It is aimed that the economy be structured as a joint effort based on the principle of kinship as a form of people driven economy which is based on cooperation.
Rp 200.000 
Detail
Sosial
Instrumen Memahami Desa
Buku ini memaparkan instrumen yang dianggap krusial untuk digunakan dalam memahami desa dengan tujuan akhir yaitu mampu menggali data yang nantinya dapat digunakan dalam mengevaluasi dan memberikan masukan untuk pembangunan desa yang berkelanjutan. Dalam pemaparannya buku ini secara garis besar memberikan pemaparan mengenai pengertian, tujuan, dan manfaat dari implementasi instrumen yang kemudian selanjutnya buku ini juga memaparkan langkah teknis serta contoh pertanyaan yang dapat di implementasi di lapangan. Terakhir buku ini juga menyajikan contoh output dari masing-masing instrumen agar memudahkan pihak-pihak yang ingin mengimplementasikan instrumen ini. Secara garis besar buku ini menyajikan instrumen yang mampu mengidentifikasi empat hal, yaitu latar belakang dan kondisi eksisting desa, stakeholder yang mampu bekerja sama dengan masyarakat desa, potensi dan masalah yang dihadapi desa, serta penyusunan program untuk mengatasi masalah dalam upaya pembangunan desa yang berkelanjutan.
Rp 45.000 
Detail
Media Display
Roll Banner
Bahan Flexi Cina 
Rp 260.000 
Detail
Ekonomi
Dinamika Pelaksanaan Syariah
Buku ini memetakan diskursus dan aturan normatif yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi Islam dan Pengadilan Agama, berfokus pada kesenjangan, kesesuaian, adaptasi dan adopsi antara keduanya. Diskusinya mengisi kekosongan dan kebutuhan yang mengkaitkan antara teori dan praktis tentang ekonomi syariah dan Pengadilan Agama. Pemerintah sudah proaktif dengan mempersiapkan UU Peradilan Agama No. 3 tahun 1989. Kegiatan Pengadilan Agama tidak lagi terbatas pada waris, perkawinan dan kelahiran tetapi juga kegiatan sosial ekonomi, seperti yang berkaitan dengan wakaf, hotel, bank, asuransi, pegadaian, reksadana, pembiayaan syariah, dan sebagainya. Buku ini menunjukkan perkembangan ekonomi syariah dan adanya kebutuhan SDM untuk mengelolanya. Selain itu, buku menunjukkan perubahan sosial dalam kelembagaan dan diskursus dalam kehidupan kemasyarakatan. Pembaca mahasiswa, akademisi, pengamat, atau masyarakat umum membutuhkan informasi tentang masalah ekonomi syariah dan Pengadilan Agama.
Rp 95.000 
Detail
Merchandise
Hardcover
Ukuran A5 (14,8x21cm) , isi bahan HVS 80 gram cetakan berwarna , 2 muka , Cover Artbot dilapisi Artpaper 150 gram cetakan berwarna
Rp 74.500 
Detail
Pangan
Dasar Teknologi Hasil Ternak
Buku ini mengulas tentang bagaimana mengaplikasikan prinsip dasar teknologi pengolahan serta pengawetan pangan dan non pangan hasil ternak dengan berprinsip pada keamanan pangan. Selain itu, buku ini juga dilengkapi dengan latihan soal sehingga pembaca dapat mengaplikasikan materi pada setiap bab-nya. Buku ini digunakan untuk mata kuliah wajib bagi mahasiswa Program Studi (PS) THT dan PS Teknologi Produksi Ternak.  
Rp 65.000 
Detail
Kehutanan
Kajian Dampak Perhutanan Sosial di Jawa Barat
Buku yang berjudul Kajian Dampak Perhutanan Sosial di Jawa Barat oleh Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara merupakan salah satu kegiatan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan Perhutanan Sosial di lapangan atau di tingkat tapak yang bekerja sama dengan Fakultas Kehutanan IPB. Buku yang ditulis oleh Dr. Soni Trison S.Hut, MSi, Dr. Ir. Leti Sundawati, MSc dan Dr. Ir. Yulius Hero, MSc ini memuat hasil observasi, survei dan analisis terhadap pemegang izin IPHPS, serta KULIN KK di Provinsi Jawa Barat dengan empat lokasi contoh kajian, meliputi KPH Bogor, KPH Bandung Selatan, KPH Sumedang, dan KPH Majalengka.
Rp 200.000 
Detail
Biografi
Hidayat: Father, Friend, and a Gentleman
Kolonel Hidayat sebagai Panglima Tentara dan Teritorium Sumatra (PTTS) tetap merangkap sebagai Wakil I Kepala Staf Angkatan perang, merealisasikan komando veering yang efektif terhadap pasukan-pasukan di bawahnya. Maka panglima TTS telah melakukan inspeksi keliling yang beribu-ribu kilometer mengunjungi pos-pos komando di Riau, Padang Lawas, Tapanulis, dan Aceh. (A.E. Kawialrang) Pak Hidayat menyatakan kepada saya,”Politik Pemerintah harus didukung bukan letterlijk formal saja, tetapi jika konvoi-konvoi diserang karena melanggar persetujuan, itu didukung paling nyata dan kuat.”  War is politics by other means (Perang adalah politik dengan cara lain). Inilah pertama kali saya belajar politik. (Eddie Soekardi) Hidayat lalu menjabat Sektretaris Jenderal Kementerian Pertahanan. Dia pernah dipanggil oleh Presiden Sukarno dan ditanya, apakah mau menjadi KASAD menggantikan Nasution. Hidayat emnolak. Alasannya “Ini soal Esprit de Corps (Korps-geest)”, ujarnya. Baginya penting mengutamakan semangat korps tentara dan setia kawan ketimbang mempromosikan kepentingan pribadi…. (H. Rosihan Anwar) Walaupun Dubes Hidayat seorang Letnan Jenderal dan mantan menteri, beliau tidak rewel, tidak ingin dilayani dan tidak terikat dengan etiket dan protokol yang tidak perlu…. (Wisber Loeis) Pak Hidayat adalah  pejuang bangsa, “een van de beste zonen van Indonesia” yang patut kita hormati dan selalu kita kenang…. (H. Achmad Tirtosudiro)
Rp 100.000 
Detail
Antropologi
Etnis Cina Perantauan di Aceh
Hubungan antara Indonesia, khususnya Aceh dengan Dataran Cina dimulai semenjak lancarnya transportasi laut. Kontak budaya antara Cina dan Aceh secara diplomasi diawali pada abad 13 dan 15 M. Pada suatu lawatan utusan diplomat Cina pergi ke Aceh menyerahkan Lonceng Cakradonya kepada Raja Aceh pada tahun 1409 M, sebagai lambang persahabatan. Sebaliknya Raja Aceh mengirimkan utusan Aceh (Duta Besar) ke Cina yaitu Zainal Abidin Dan khususya pada Musim dingin tahun ke 1413 berlayarlah utusan Cina ke Samudra termasuk ke Aceh. Hubungan diplomasi dibarengi dengan hubungan bisnis yang saling menguntungkan sehingga kedua bangsa tersebut terjalin atas dasar saling menghargai. Selanjutnya setelah terjadi kekacauan politik dan ekonomi di Daratan Cina, sehingga mengakibatkan migrasi besar-besaran orang Tiongkok ke Nanyang (Asia Tenggara), sehingga masyarakat Cina terpaksa mengadu nasibnya di Nusantara dengan bekerja apa saja asal dapat mempertahankan hidupnya di perantauan. Bekerja tanpa kenal lelah membuat etnis Cina perantauan berhasil dalam bidang ekonomi, politik dan budaya. Fenomena tersebut terlihat etnis Cina dipandang oleh Belanda sebagai kelas menengah bersama Timur Asing lainnya. Di bidang politik etnis Cina dapat menyatukan dirinya dengan pemerintah setempat seraya mempertahankan edentitas kecinaan mereka. Sedangkan identitas Cina sebelum dan setelah kemerdekaan Indonesia mempnyai identitas ganda yaitu identitas Indonesia dan Cina. Pada masa revolusi kebudayaan di Cina pada tahun 1966 terjadi perubahan besar-besaran di Cina dan berpengaruh terhadap Cina di Indonesia. Karena waktu itu etnis Cina dianggap berhaluan komunis. Sedangkan komunis adalah sangat dibenci di Indonesia. Akhirnya pudarlah kebudayaan Cina termasuk di Aceh. Etnis Cina di Aceh pada peristiwa komunis mereka sebagian hijrah ke Medan Sumatra Utara dan pulang ke daratan Cina. Dan yang lainnya menetap di Aceh. Etnis Cina di Aceh mayoritas suku Khek, dan berbahasa Khek bersama etnis mereka. Sedangkan bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa kedua. Dan sebagian dari mereka dapat berbahasa Aceh bila bermitra bisnis dengan orang Aceh. Etnis Cina yang tinggal di tempat pecinaan sangat sedikit yang dapat berbahasa Aceh. ​
Rp 95.000 
Detail
Sastra
La Galigo Menurut Naskah NBG 188 jilid 2
Ketika Batara Lattuq telah menjadi dewasa, tiba saatnya untuk mencari permaisuri. Sayangnya tak satu pun orang di negeri Luwuq yang memiliki darah yang sederajat dengannya. Alangkah gusar hati Batara Guru bersama Wé Nyiliq Timoq memikirkan tentang putranya. Akhirnya Wé Nyiliq Timoq turun ke Pérétiwi untuk meminta pertimbangan orang tuanya di kerajaan bawah laut. Sayangnya apa yang diharapkannya tidak diperoleh, sehingga Batara Guru memutuskan naik ke Boting Langiq untuk meminta Patotoqé mewujudkan keinginan Batara Lattuq. Patotoqé pun menyarankan  agar Batara Lattuq berlayar ke Tompoq Tikkaq untuk menemukan jodoh yang sederajat. Kisah ini diawali dengan keberangkatan Batara Lattuq melalui pelayaran dan petualangan yang penuh tantangan. Ketika tiba di Tompoq Tikkaq, didapatinya dua anak yatim piatu, Wé Adi Luwuq dan Wé Datu Sengngeng bersama inang pengasuhnya, hidup dalam penderitaan di istana yang telah dirampas seluruh isinya. Batara Lattuq mengajukan lamaran ke Wé Datu Sengngeng sesuai pesan  Patotoqé, tapi pinangan itu ditolak inang pengasuh karena merasa anak asuhnya tidaklah pantas diperistri oleh sang raja akibat kemiskinan dan penderitaannya. Batara Lattuq, tidak peduli dengan keadaan sang putri, ia memperbaiki istana Wé Datu Sengngeng yang telah rusak dan kosong. Sementara bibi jahat dihukum dan seluruh harta yang telah dirampasnya dikembalikan kepada kedua anak yatim piatu itu. Pesta perkawinannya pun berlangsung berhari-hari, dan tak henti-hentinya harta benda diusung naik ke istana dari perahu-perahu Batara Lattuq yang jumlahnya tak terhitung. Sesudah pesta Batara Lattuq berlangsung, saudara Wé Datu Sengngeng,  Wé Adiluwuq menikah pula dengan I La Jiriu, sepupu Batara Lattuq yang turun bersamanya dari Boting Langiq. Tak berapa lama sesudah pesta berlangsung, sang putri pun diboyong kembali ke Tanah Luwuq tempat orang tuanya bertahta dan berkuasa. Sepuluh bulan setelah pasangan ini bermukim di Luwuq, pada suatu malam Wé Datu Sengngeng bermimpi mengarungi laut dan menyaksikan sebuah keranjang emas yang tergantung pada bianglala, berisi sebuah telur, langsung turun di hadapannya. Wé Datu Sengngeng lalu duduk di atas keranjang tersebut, telur tersebut pecah, keluarlah dua ekor anak ayam, jantan dan betina. Yang betina naik ke Dunia Atas di istana Boting Langiq, sedang yang jantan terbang ke berbagai negeri jauh. Keesokan paginya ketika terbangun, Wé Datu Sengngeng kaget dan  bingung,  dan menurut mertuanya, Wé Nyiliq Timoq, mimpi tersebut merupakan isyarat bahwa ia akan melahirkan dinru laweng, anak kembar emas, yaitu seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Putranya akan mengunjungi negeri-negeri jauh, sedangkan putrinya akan naik ke Boting Langiq. Sementara Wé Adiluwuq (saudara Wé Datu Sengngeng) dan I La Jiriu juga  dikaruniai anak kembar emas, yaitu Pallawa Gauq dan Wé Tenrirawé.
Rp 160.000 
Detail
Merchandise
Buku Agenda IPB Press
Buku agenda IPB Press Literasi dengan bahan cover kulit dan isi kertas 50 lembar HVS 80 gram cetakan hitam putih , ukuran 15 x 23cm , "bisa costum"
Rp 95.000 
Detail
Hukum
Kebijakan Kesehatan Publik Dan Perlindungan Paten Di Bidang Farmasi
Agreement on Trade related Aspects of Intellectual Property Rights (Persetujuan TRIPs) mewajibkan pelindungan Paten untuk produk farmasi dan proses pembuatan produk farmasi diterapkan bagi semua Negara Anggota WTO. Ketentuan Persetujuan TRIPs menjadi norma standar umum minimal yang berlaku pada setiap sistem hukum berkaitan dengan Kekayaan Intelektual, termasuk pengaturan mengenai Paten. Berdasarkan ketentuan dalam Persetujuan TRIPs, terdapat 3 (tiga) fleksibilitas terhadap Paten, yaitu: Impor Paralel (parallel import), Lisensi-wajib (compulsory licence) dan Pelaksanaan Paten oleh Pemerintah (patent use by the government). Terkait bidang obat (farmasi) ketiga fleksibilitas tersebut dapat digunakan namun, fleksibilitas tersebut hanya dapat diberlakukan dalam keadaan tertentu. Pasal 31 Persetujuan TRIPs memang tidak secara khusus mencantumkan alasan yang mungkin digunakan untuk membenarkan pemberian Lisensi-wajib. Namun, Deklarasi Doha tentang Persetujuan TRIPs dan Kesehatan Masyarakat menegaskan bahwa Negara-negara bebas menentukan dasar pemberian Lisensi-wajib dan untuk menentukan dalam situasi yang bagaimana merupakan keadaan darurat nasional atau keadaan yang sangat mendesak. Ketentuan hukum nasional harus sesuai atau menerima prinsip-prinsip hukum internasional dari perspektif nasional walaupun hukum nasional bertentangan dengan hukum internasional.
Rp 110.000 
Detail
Anak-Anak
Seri Buku Anak GPS; Budi Beruang yang Rajin
Budi beruang yang rajin.   Budi sangat senang membantu seluruh keluarganya.
saat ini iya adalah seorang yang membutuhkan pertolongan. Kira-kira siapa yang akan datang membantunya?
Rp 30.000 
Detail
Biografi
Jali Merah: Dari berbagai tuturan biografis Gunawan Wiradi
Gunawan Wiradi has long been an internationally known researcher on agrarian change, agrarian politics, and agrarian social science in Indonesia and a leading voice for agrarian reform. Among some communities of intellectuals and activists, his name is legendary, associated with rigorous, foundational, and ethical research and teaching. Perhaps more than anyone in or outside Indonesia, Gunawan Wiradi has focused his scholarly and activist attention on the continuing inequities in land distribution in Java. He has been committed to finding agrarian reform mechanism that will help the rural poor. Nancy Lee Peluso, Professor and Chair, Division of Society and Environment, University of California, Berkeley Mr. Gunawan Wiradi an Indonesian leading intellectual who has great experience and ample knowledge about the problems related to the agrarian reform. He was giving a great and lifetime contribution to the development of study on agrarian problems in Indonesia. Hiroyoshi Kano, D. Ec, Professor of the Institute of Oriental Culture, University of Tokyo For more than four decades, Gunawan Wiradi has been at the forefront of efforts to bring about greater social and economic justice in Indonesia through agrarian reform. Through his incisive and courageous writings and practical engagements, he kept the flame and the promise of agrarian reform alive during an extremely repressive phase of Indonesia history. Just as he played a formative role for my generation of student, in the 1990s, Gunawan Wiradi was also a major source of inspiration for a new generation of younger scholars and activists, helping to reignite interest in agrarian reform. Gillian Hart, Professor of Geography and Chair of Development Studies, University of California, Berkeley I have known him for more than four decades and have always admired his endeavours to highlight a wide variety of agrarian issues both in his scholarly studies as well as in the public domain. His outstanding contribution in academic meetings (conference, workshop as well as class room teaching) are paralleled by his dedication to reach out to a wider audience which led him to share his scholarly expertise with the staff of NGOs. All these efforts have added to his widely acclaimed reputation as a public intellectual. Jan Breeman, Profesor Emeritus and Fellow of the Amsterdam School for Social Science Research GWR seorang aktivis dan pejuang tulen. Sebagai seorang pejuang, api semangat yang menyala menerangi orang-orang di sekelilingnya termasuk saya sebagai pemula. Dalam dunia kita sekarang, hampir tidak pernah saya menemukan seorang akademisi sekaligus pejuang sejati seperti itu. Saiful Bahari, Aktivis Reforma Agraria
Rp 160.000 
Detail
Sosiologi
Kisah Sosiologi
Kisah Sosiologi merupakan rangkuman teori-teori sosiologi klasik dan kontemporer yang diwakili oleh lima belas pemikir utama, yaitu Durkheim, Marx, Weber, Simmel, Parsons, Bauman, Giddens, Bourdieu, Foucault, Said, Spivak, Goffman, Habermas, Etzioni, dan Berger. Dengan memuat ilustrasi wajah para tokoh serta pendekatan Bahasa sederhana dan reflektif, buku ini mengajak pembaca untuk memahami pemikiran-pemikiran sosiologi dan makna relasi dalam kehidupan personal. --- “Kisah Sosiologi merupakan rangkuman yang sangat baik dari pemikiran para perintis serta tokoh terkemuka sosiologi dan ilmu social yang dapat memicu rasa ingin tahu dan mendorong pembaca untuk mengkaji karya tulis para tokoh tersebut.” – Profesor Emeritus Kamanto Sunarto (Dosen Sosiologi FISIP UI)   “Diawali dengan ilustrasi kehidupan nyata, pemaparan asumsi dasar, penjelasan teori, buku ini juga dilengkapi dengan refleksi dan pertanyaan yang menjadikannya istimewa agar para pembaca dapat merefleksikan realitas kehidupan dan mengembangkan keingintahuan lebih jauh.” – Dr. Indera Ratna Irawati Pattinasarany (Dosen Sosiologi FISIP UI)
Rp 87.000 
Detail
Kesehatan
Taman Terapi Mandiri: Diabetes Melitus
Taman terapi mandiri adalah suatu konsep penyembuhan yang bukan hanya menitikberatkan pengobatan melalui pemanfaatan bagian tertentu tanaman, mengolah, dan meraciknya menjadi obat herbal. Namun, taman terapi mandiri juga dapat membantu psikis penderita diabetes melitus, karena konsep taman yang berisi berbagai tanaman herbal ini selain menyajikan sisi keindahan yang dapat dinikmati juga keterlibatan penderita secara aktif dalam membangun taman.
Rp 73.000 
Detail
Kehutanan
Manajemen Hutan Mangrove
Buku ini diperuntukkan bagi mahasiswa, pemerhati, peneliti, pengambil kebijakan, dan umum dalam rangka memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai ekosistem, dasar biologi dan ekologi, fungsi dan manfaat, pengelolaan secara berkelanjutan, penilaian dan pengukuran sumber daya hutan mangrove, persemaian dan penanaman mangrove di lapangan, deforestasi dan degradasi hutan mangrove, strategi nasional hutan mangrove Indonesia, serta model pengelolaan terpadu hutan mangrove.  
Rp 60.000 
Detail
Merchandise
Pulpen
Pulpen metal , model putar , bahan cover besi , isi tinta hitam , bisa simpan logo atau gambar costum
Rp 10.000 
Detail
Sastra
Analisis Prosa – Perwatakan dan Pemikiran Tokoh
Buku berjudul Analisis Prosa: Perwatakan dan Pemikiran Tokoh berisi pembahasan mendalam tentang karya-karya satra bermutu dari para pengarang berkebangsaan Inggris dan Amerika seperti; The Scarlet Letter dan The Minister’s Black Veil karya Nathaniel Hawthorne; Sister Carrie dan Jennie Gerhardt karya Theodore Dreiser, serta Drama Inggris berjudul Mourning Becomes Electra karya Eugene O’Neil, Up at the Villa karya William Somerset Maugham, Come Back Little Seba karya William Inge, Justice karya John Galsworthy, dan Animal Farm karya George Orwell.
Rp 80.000 
Detail
Pendidikan
Membangun Gerakan Antikorupsi
Korupsi di Indonesia sudah sampai ke tahap ke yang sangat membahayakan dan perlu dikendalilkan dengan melibatkan seluruh komponen bangsa. Jika kita memperhatikan media massa dan media sosial, berbagai macam kasus korupsi terjadi di Negara kita tercinta mulai dari yang besar, sedang hingga kasus kecil terjadi tahun demi tahun secara terus menerus tanpa bisa dihentikan. Hukuman yang ringan menjadi penyebab utama para koruptor tetap saja menjalankan aksinya. Hukum yang diandalkan juga belum mampu bekerja maksimal, berbagai kasus korupsi kebanyakan tidak menghasilkan hukuman yang membuat jera para pelaku/tersangka korupsi. hal ini dikarenakan pelaku kebanyakan didominasi oleh pejabat negara dan orang dari kalangan atas. Kasus korupsi di negara kita melibatkan berbagai kalangan mulai anggota DPR, oknum kepolisian, TNI, dan oknum Menteri, oknum Kejaksaan, oknum partai politik, oknum kepala daerah, dan masih banyak lagi sehingga korupsi harus diposisikan sebagai musuh bersama (public enemy) yang harus diberantas bersama dengan melibatkan seluruh komponen bangsa. Memperhatikan kondisi tersebut di atas, maka para Guru Besar bersama seluruh komponen bangsa haruslah mengambil peran penting dan strategis untuk mengatasi masalah korupsi. Salah satu langkah startegis yang bisa dilakukan selain merancang sistem yang bersih juga melibatkan dan mendidik generasi muda kita khususnya mahasiswa yang dalam beberapa tahun ke depan berperan penting dalam pembangunan bangsa kita. Kita sangat berharap agar melalui gerakan Antikorupsi, cita-cita bangsa kita untuk mencapai masyarakat adil dan makmur dapat kita wujudkan dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Rp 105.000 
Detail
Sosial
Involusi Republik Merdesa
Pertanian dan pedesaan adalah dua kata yang tidak dapat dipisahkan, ibarat dua sisi uang koin. Dua entitas yang dianggap penting, tetapi selalu dikesampingkan. Potensinya besar, namun belum terurus dengan baik. Semua ini dikarenakan kita selalu gagal memahami kehadiran dua kata atau entitas tersebut ke dalam ruang kehidupan! Apa akibatnya? Hadirnya “Involusi Republik Merdesa” yang memperlihatkan terjadinya kemandekan bangsa, negeri, dan negara yang menjadi republik bersivilasi. Kehadiran pertanian dan pedesaan seolah tersubordinasi! Harusnya pertanian dan pedesaan menjadi bagian yang paling seksi dari negara ini. Di desa, seluruh warga yang berdiam, berumah, berhabitat, berpopulasi, dan berkeluarga di atas dan di sekitar limpahan sumber daya alam yang tak terhitung jumlahnya.
Rp 152.000 
Detail
Baca Buku