|
![]() |
|---|















Namun sayangnya, wilayah perbatasan yang berperan penting sebagai batas teritorial negara, masih tertinggal dibanding daerah lain yang bukan perbatasan. Hal ini antara lain terlihat dari terbatasnya ketersediaan sarana dan prasarana untuk pemenuhan kebutuhan dasar penduduknya, sehingga mereka mempunyai ketergantungan yang tinggi terhadap negara tetangga.
Buku Kedaulatan Indonesia di Wilayah Perbatasan: Perspektif Multidimensi membahas kedaulatan Indonesia dari berbagai perspektif, mencakup politik, ekonomi, dan sosial budaya. Pembahasan difokuskan pada beberapa isu, yaitu pengelolaan pertahanan negara dan pemeliharaan rasa kebangsaan di wilayah perbatasan, ketergantungan perekonomian penduduk perbatasan terhadap negara tetangga dan upaya yang dilakukan untuk menciptakan kemandirian ekonomi, pemenuhan kebutuhan dasar penduduk perbatasan, khususnya pendidikan, kesehatan, dan kesempatan ekonomi, serta isu nasionalisme dan relasi sosial warga perbatasan. Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi berbagai pihak yang memberi perhatian pada isu perbatasan, khususnya dalam perencanaan upaya-upaya untuk mempercepat pembangunan di wilayah tersebut. Dengan demikian, ketimpangan dengan wilayah bukan perbatasan dan bahkan dengan negara tetangga dapat dikurangi atau jika memungkinkan dihilangkan sama sekali.






Buku ini berisi kumpulan karangan Albert Camus yang bertemakan kebebasan dan krisis yang melanda manusia dalam memperjuangkan kebebasannya. Karangan-karangan di dalam buku ini merupakan renungan yang sangat mendalam akan krisis kebebasan yang melanda zaman kita ini. Lewat karangan-karangan ini kita digugah untuk memperjuangkan kebebasan tersebut, kalau kita tidak ingin krisis melanda kita. Sebuah buku yang sangat patut dibaca oleh para cendekiawan, seniman, wartawan, politisi. Pendeknya semua pembaca yang berhak atas kebebasan.


















Namun sayangnya, wilayah perbatasan yang berperan penting sebagai batas teritorial negara, masih tertinggal dibanding daerah lain yang bukan perbatasan. Hal ini antara lain terlihat dari terbatasnya ketersediaan sarana dan prasarana untuk pemenuhan kebutuhan dasar penduduknya, sehingga mereka mempunyai ketergantungan yang tinggi terhadap negara tetangga.
Buku Kedaulatan Indonesia di Wilayah Perbatasan: Perspektif Multidimensi membahas kedaulatan Indonesia dari berbagai perspektif, mencakup politik, ekonomi, dan sosial budaya. Pembahasan difokuskan pada beberapa isu, yaitu pengelolaan pertahanan negara dan pemeliharaan rasa kebangsaan di wilayah perbatasan, ketergantungan perekonomian penduduk perbatasan terhadap negara tetangga dan upaya yang dilakukan untuk menciptakan kemandirian ekonomi, pemenuhan kebutuhan dasar penduduk perbatasan, khususnya pendidikan, kesehatan, dan kesempatan ekonomi, serta isu nasionalisme dan relasi sosial warga perbatasan. Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi berbagai pihak yang memberi perhatian pada isu perbatasan, khususnya dalam perencanaan upaya-upaya untuk mempercepat pembangunan di wilayah tersebut. Dengan demikian, ketimpangan dengan wilayah bukan perbatasan dan bahkan dengan negara tetangga dapat dikurangi atau jika memungkinkan dihilangkan sama sekali.






Buku ini berisi kumpulan karangan Albert Camus yang bertemakan kebebasan dan krisis yang melanda manusia dalam memperjuangkan kebebasannya. Karangan-karangan di dalam buku ini merupakan renungan yang sangat mendalam akan krisis kebebasan yang melanda zaman kita ini. Lewat karangan-karangan ini kita digugah untuk memperjuangkan kebebasan tersebut, kalau kita tidak ingin krisis melanda kita. Sebuah buku yang sangat patut dibaca oleh para cendekiawan, seniman, wartawan, politisi. Pendeknya semua pembaca yang berhak atas kebebasan.





























































































































































































































































































































































































































































IPB Press didirikan pada 6 April 2009 merupakan perusahaan penerbitan dan percetakan dengan badan hukum perseroan terbatas. Dengan paradigma penerbit berbasis universitas, IPB Press senantiasa berupaya dalam mengembangkan literasi, membangunan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan, memperluas wawasan masyarakat, mengantisipasi ledakan ilmu pengetahuan, dan mengibarkan bendera perguruan tinggi.
Pada tahun 2018 IPB Press mendapatkan penghargaan dari Perpustakaan Nasional Indonesia berupa Anugerah Wajib Serah Tertib Undang-Undang Deposit Tahun 2018 untuk Jenis Karya Cetak Monograf. Dengan semangat nilai korporasi ACTION; advanced, competent, trusted, integrity, optimist, dan never give up, IPB Press menjadi solusi bagi kebutuhan Anda.