ipbprinting - Memajukan UKM Indonesia

Buku Pilihan lihat semua
Ilmu Logam...
Teknologi
Rp. 64.000
Teknologi Hasil Ternak...
Teknologi
Rp. 105.000
Kamus Kehutanan...
Kehutanan
Rp. 150.000
Sifat Mekanis Kayu...
Kehutanan
Rp. 95.000
Produksi Bersih...
Kehutanan
Rp. 59.000
Sagu di Lahan Gambut...
Kehutanan
Rp. 55.000
Interpretasi Alam...
Kehutanan
Rp. 30.000
Jamur Berkhasiat Obat...
Kesehatan
Rp. 35.000
Out of Shadow...
Kesehatan
Rp. 59.000
Sosiologi Kesehatan...
Kesehatan
Rp. 55.000
Atlas of Normal Radiography...
Kedokteran Hewan
Rp. 270.000
Go Global Reputation...
Keluarga
Rp. 100.000
Commuter Marriage...
Keluarga
Rp. 55.000
Syariah Islamiyah...
Agama Islam
Rp. 70.000
Islam Apa Adanya...
Agama Islam
Rp. 39.000
Baranangsiang...
Biografi
Rp. 140.000
Pengantar Peluang...
Statistika
Rp. 69.000
Aplikasi Metode SEM-PLS...
Matematika
Rp. 95.000
Pengantar Peluang...
Matematika
Rp. 69.000
Matematika untuk fisika...
Matematika
Rp. 69.000
Pengantar Teori Peluang...
Matematika
Rp. 40.000
Haji Ramah Lingkungan...
Lingkungan
Rp. 55.000
Ekotoksikologi Akuatik...
Lingkungan
Rp. 77.000
Fisika Komputasi...
Fisika
Rp. 60.000
EKOLOGI PAPUA...
Biologi
Rp. 135.000
Biokimia Fisik...
Biologi
Rp. 120.000
Monitoring dan Evaluasi...
Komunikasi
Rp. 55.000
DEMOKRASI DALAM CERMIN...
Sosial & Politik
Rp. 80.000
ASEAN Di Persimpangan Sejarah...
Sosial & Politik
Rp. 55.000
Asas Moral Politik...
Sosial & Politik
Rp. 70.000
Krisis Kebebasan...
Filsafat
Rp. 65.000
Diplomasi Parlemen...
Sosial
Rp. 120.000
Orang Serampas...
Sosial
Rp. 90.000
Data Desa Presisi...
Sosial
Rp. 65.000
Jejak Mimpi anak Negeri...
Pendidikan
Rp. 60.000
Jejak Inspirasi...
Pendidikan
Rp. 47.000
Daun-Daun Berserakan...
Pendidikan
Rp. 135.000
Kratos Minus Demos...
Politik
Rp. 80.000
Malam...
Sastra
Rp. 25.000
Jiwa-Jiwa Mati...
Sastra
Rp. 85.000
Empat Kepak Sayap...
Sastra
Rp. 90.000
Candide...
Sastra
Rp. 65.000
Calon Arang...
Sastra
Rp. 95.000
Bujang Tan Domang...
Sastra
Rp. 85.000
Budaya Minum di Indonesia...
Antropologi
Rp. 195.000
Kain Cinta Tanpa Batas...
Antropologi
Rp. 70.000
Lion Bird...
Anak-Anak
Rp. 35.000
Bird Tree...
Anak-Anak
Rp. 55.000
Kisah Sosiologi...
Sosiologi
Rp. 87.000
Merchandise lihat semua
Jasa Penerbitan lihat semua

IPB Press didirikan pada 6 April 2009 merupakan perusahaan penerbitan dan percetakan dengan badan hukum perseroan terbatas. Dengan paradigma penerbit berbasis universitas, IPB Press senantiasa berupaya dalam mengembangkan literasi, membangunan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan, memperluas wawasan masyarakat, mengantisipasi ledakan ilmu pengetahuan, dan mengibarkan bendera perguruan tinggi. Pada tahun 2018 IPB Press mendapatkan penghargaan dari Perpustakaan Nasional Indonesia berupa Anugerah Wajib Serah Tertib Undang-Undang Deposit Tahun 2018 untuk Jenis Karya Cetak Monograf. Dengan semangat nilai korporasi ACTION; advanced, competent, trusted, integrity, optimist, dan never give up, IPB Press menjadi solusi bagi kebutuhan Anda.

Kehutanan
Domestikasi Buah Merah
Buku “Domestikasi Tanaman Buah Merah” merupakan wujud nyata kegiatan Litbangrap Iptek yang dilakukan oleh Trop BRC. Buku ini menceritakan bagaimana awalnya tanaman buah merah (Pandanus conoideus) mulai ditanam di Unit Konservasi dan Budidaya Biofarmaka (UKBB) Trop BRC pada tahun 2004 dan setelah 7 tahun akhirnya tanaman buah merah ini berbuah. Selain itu, disajikan juga mengenai beberapa hasil riset dan manfaat yang dapat diperoleh dari buah merah.
Rp 98.000 
Detail
Pangan
Riset Untuk Mendayagunakankan Potensi Lokal
Buku ini merupakan refeksi dari kumpulan pengalaman dan pengetahuan yang dirangkum oleh penulis selama 8 tahun mengkoordinir kegiatan Riset Unggulan Strategis. Nasional (RUSNAS) Diversi kasi Pangan. Sejak awal kegiatan riset ini memang diposisikan sebagai pengungkit potensi lokal dalam rangka menyelesaikan kendala teknologi dalam mendukung diversikasi pangan di Indonesia.
Rp 55.000 
Detail
Peternakan
Ilmu Ternak Perah Daerah Tropis
Buku ini ditulis dari berbagai sumber: hasil-hasil studi pustaka, penelitian baik dalam negeri maupun luar negeri, dan berbagai pengalaman praktis tentang beternak perah, khususnya beternak sapi perah di daerah tropis seperti Indonesia. Buku ini membahas tentang pentingnya ternak perah sebagai penghasil susu, bangsa-bangsa ternak perah, produksi dan nilai gizi air susu serta faktor-faktor yang memengaruhinya, kebutuhan zat-zat makanan, bahan pakan, sistem pencernaan, perkandangan, metode pemerahan, penyakit, penanganan dan pemasaran air susu, beternak kerbau perah, serta pengolahan limbah ternak perah.
Rp 65.000 
Detail
Sosial & Politik
Konstelasi Politik Indonesia: Pancasila dalam Analisis Fenomenologi Hermeneutika
Bertitik tolak dari kritik Edmund Husserl terhadap dunia modern yang menekankan pada dunia yang objektif, serba formalistik, materialistic, dan mekanik sebagai penyebab kehancuran nilai kemanusian di zaman kita. Teknologi berhasil memanjakan kita akan tetapi kehidupan negara lahir dan ditata dari sebuah konstitusi yang tidak berpijak pada lebenswelt (dunia kehidupan) suatu bangsa maka negara tersebut akan jauh dari nilai nilai kemanusiaan. Hanya dua pilihan yaitu: kita akan jauh dari diri kita sendiri atau kita akan berjuang untuk kembali kepada esensi kemanusiaan itu sendiri. Realitasnya dalam era informasi tidak ada dominasi kekuasaan baik partai politik maupun kroni-kroninya,  apalagi personal yang dapat mendominasi negara secara utuh, kekuasaan terbagi dan tersebar di mana-mana. Tidak ada format dialektika yang dapat merajut kehendak sejarah. Kritik terhadap ideologi dan berita hoax banyak membingungkan, namun Pancasila tetap tegak. Refleksi Pancasila saat ini bukan terbatas apa yang dikatakan Bung Karno sebagai pandangan hidup dan dasar negara, bukan saja alat negara yang dijelaskan Pak Harto ataupun sumber dari segala sumber hukum sebagaimana dikatakan Mr. Soepomo, namun Pancasila adalah dunia kehidupan (lebenswelt). Pancasila adalah local wisdom (kearifan lokal) bangsa Indonesia sekaligus living law (hukum yang hidup dimasyarakat). Buku ‘Konstelasi Politik Indonesia: Pancasila dalam Analisis Fenomenologi Hermeneutika’ ini melakukan pemetaan ideologi bangsa Indonesia. Interpretasi Pancasila dalam suatu waktu mungkin dapat dimonopoli,  dijadikan alat untuk kekuasaan melalui indoktrinasi. Lembaga pendidikan dan kebudayaan diprogram memproduksi nilai-nilai. Dalam kenyataan kekuasaan dapat runtuh dan berganti, namun Pancasila tetap eksis, tak tergantikan. Pancasila selalu menuntun dan menata kekuasaan di bumi pertiwi ini
Rp 95.000 
Detail
Keluarga
Mewujudkan Pendidikan Adil Gender di Keluarga dan Sekolah
-
Rp 40.700 
Detail
Agama Islam
Aku Anak Muslim: Belajar Shalat
Buku ini dapat menjadi bahan pembelajaran pada anak usia dini dengan mengisi waktu lebih berkualitas antara orang tua dan anak. Dalam penyusunannya, tim penulis mengakui masih banyaknya terdapat kekurangan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun diharapkan dari pembaca demi kebaikan bersama.
Rp 47.900 
Detail
Lingkungan
Ekotoksikologi Akuatik
Buku ini mengulas tentang kondisi pencemaran perairan di Indonesia, teori toksisitas dan teknik pengukurannya, serta pengaruh paparan berbagai polutan terhadap kondisi fisiologis ikan. Kondisi fisiologis yang dijabarkan meliputi kondisi pernapasan, percernaan, hematologi hingga reproduksi. Buku ini diharapkan dapat menghadirkan tambahan pengetahuan terutama bagi para mahasiswa, dosen, dan praktisi lingkungan terkait toksisitas polutan terhadap organisme perairan.
Rp 77.000 
Detail
Keluarga
Bunga Rampai Pendidikan Keluarga Berwawasan Gender
-
Rp 57.000 
Detail
Sosial
Masalah Pendidikan & Kesehatan di Papua
Banyak kajian tentang pembangunan di Papua selama ini melihat pada proses pembangunan yang telah dilakukan oleh pemerintah serta pencapaian apa yang telah diraih selama ini. Kajian pendahulu berfokus pada pembangunan dengan perspektif umum mulai dari pembangunan ekonomi, kesehatan, pendidikan dan infrastruktur, yang menjadi empat prioritas utama pembangunan di Papua.

Dalam tulisan ini, kajian mengangkat isu lebih spesifik tentang pembangunan pendidikan dan kesehatan; dengan secara lebih khusus lagi melihat pada aspek regulasi dan kebijakan, tata kelola anggaran dan pembangunan infrastrukturnya. Kajian ini diharapkan dapat mengisi gap penelitian mengenai pembangunan di Papua sekaligus memberikan masukan dan rekomendasi spesifik bagi para pembuat kebijakan.

Kajian yang didasarkan pada penelitian di Provinsi Papua Barat, khususnya Kabupaten Tambrauw dan Sorong, ini menemukan bahwa meski kebijakan dan anggaran sudah banyak yang dibuat dan
L dialokasikan untuk Papua, namun hasil pembangunan kesehatan dan pendidikan belum optimal. Problem pembangunan ini termasuk di dalamnya berasal dari aspek regulasi, anggaran, dan infrastruktur. Ada empat aspek regulasi yang menjadi sumber persoalan, termasuk: tidak adanya grand design pembangunan Papua, lemahnya koordinasi aturan dan program teknis antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, serta inkonsistensi kebijakan dan tumpang tindih hukum.

Masalah regulasi ini diperburuk dengan problem tata kelola anggaran yang buruk, termasuk: perencanaan dan penganggaran yang tidak berpihak pada Orang Asli Papua, buruknya tata kelola dan hambatan birokrasi/sistem pengelolaan keuangan dalam penggunaan anggaran pembangun, serta penyalahgunaan anggaran
oleh pemerintah daerah.
Rp 65.000 
Detail
Merchandise
Roll Banner
Roll banner , dengan bahan flexi cina + rangka , ukuran 160 x 60 cm
Rp 375.000 
Detail
Sosial
Marginalisasi dan Keberadaban Masyarakat
Buku ini mengungkap konsep non-mainstream mengenai kemampuan survival dari sebuah gerakan civil society komunitas marginal. Biasanya, kemampuan daya tahan hidup (survival) itu merupakan manifestasi kebersatuan dari mereka yang ditekan oleh berbagai pihak. Namun, pada kasus ini, Jamaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) mampu menunjukan bahwa kekuatan civil society mereka terbangun lewat budaya dan nilai-nilai keberadaban (civility) yang dipercaya pengikutnya. Kendati mengalami marginalisasi, JAI sebagai organisasi turut bergerak di beberapa bidang kehidupan masyarakat tanpa menonjolkan atribut-atribut organisasi, misalnya; gerakan untuk pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan sosial-ekonomi. Ironinya, era reformasi justru menunjukkan tingkat tekanan yang lebih kuat, walaupun begitu survivelitas JAI berikut aktivitas kejamaahannya tetap berjalan. Kondisi ini menunjukkan bahwa JAI sebagai komunitas Islam marginal masih mampu mempertahankan keberadaannya sebagai civil society
Rp 90.000 
Detail
Kalender Dinding & Meja
Kalender dinding kalender gantung
Kalender Dinding Ukuran 31 x 47cm Bahan kertas Artpaper 120 Gram / Artcarton 230 gram 7 lembar Finishing jepit seng , spiral
Rp 21.000 
Detail
Sastra
La Galigo Menurut Naskah NBG 188 jilid 2
Ketika Batara Lattuq telah menjadi dewasa, tiba saatnya untuk mencari permaisuri. Sayangnya tak satu pun orang di negeri Luwuq yang memiliki darah yang sederajat dengannya. Alangkah gusar hati Batara Guru bersama Wé Nyiliq Timoq memikirkan tentang putranya. Akhirnya Wé Nyiliq Timoq turun ke Pérétiwi untuk meminta pertimbangan orang tuanya di kerajaan bawah laut. Sayangnya apa yang diharapkannya tidak diperoleh, sehingga Batara Guru memutuskan naik ke Boting Langiq untuk meminta Patotoqé mewujudkan keinginan Batara Lattuq. Patotoqé pun menyarankan  agar Batara Lattuq berlayar ke Tompoq Tikkaq untuk menemukan jodoh yang sederajat. Kisah ini diawali dengan keberangkatan Batara Lattuq melalui pelayaran dan petualangan yang penuh tantangan. Ketika tiba di Tompoq Tikkaq, didapatinya dua anak yatim piatu, Wé Adi Luwuq dan Wé Datu Sengngeng bersama inang pengasuhnya, hidup dalam penderitaan di istana yang telah dirampas seluruh isinya. Batara Lattuq mengajukan lamaran ke Wé Datu Sengngeng sesuai pesan  Patotoqé, tapi pinangan itu ditolak inang pengasuh karena merasa anak asuhnya tidaklah pantas diperistri oleh sang raja akibat kemiskinan dan penderitaannya. Batara Lattuq, tidak peduli dengan keadaan sang putri, ia memperbaiki istana Wé Datu Sengngeng yang telah rusak dan kosong. Sementara bibi jahat dihukum dan seluruh harta yang telah dirampasnya dikembalikan kepada kedua anak yatim piatu itu. Pesta perkawinannya pun berlangsung berhari-hari, dan tak henti-hentinya harta benda diusung naik ke istana dari perahu-perahu Batara Lattuq yang jumlahnya tak terhitung. Sesudah pesta Batara Lattuq berlangsung, saudara Wé Datu Sengngeng,  Wé Adiluwuq menikah pula dengan I La Jiriu, sepupu Batara Lattuq yang turun bersamanya dari Boting Langiq. Tak berapa lama sesudah pesta berlangsung, sang putri pun diboyong kembali ke Tanah Luwuq tempat orang tuanya bertahta dan berkuasa. Sepuluh bulan setelah pasangan ini bermukim di Luwuq, pada suatu malam Wé Datu Sengngeng bermimpi mengarungi laut dan menyaksikan sebuah keranjang emas yang tergantung pada bianglala, berisi sebuah telur, langsung turun di hadapannya. Wé Datu Sengngeng lalu duduk di atas keranjang tersebut, telur tersebut pecah, keluarlah dua ekor anak ayam, jantan dan betina. Yang betina naik ke Dunia Atas di istana Boting Langiq, sedang yang jantan terbang ke berbagai negeri jauh. Keesokan paginya ketika terbangun, Wé Datu Sengngeng kaget dan  bingung,  dan menurut mertuanya, Wé Nyiliq Timoq, mimpi tersebut merupakan isyarat bahwa ia akan melahirkan dinru laweng, anak kembar emas, yaitu seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Putranya akan mengunjungi negeri-negeri jauh, sedangkan putrinya akan naik ke Boting Langiq. Sementara Wé Adiluwuq (saudara Wé Datu Sengngeng) dan I La Jiriu juga  dikaruniai anak kembar emas, yaitu Pallawa Gauq dan Wé Tenrirawé.
Rp 160.000 
Detail
Sosial & Politik
DEMOKRASI DALAM CERMIN
Demokrasi Dalam Cermin: Politik Akar Rumput dan Reformasi di Amerika Serikat
Rp 80.000 
Detail
Pangan
Kuliner: Suatu Identitas Ketahanan Pangan Unik
-
Rp 85.000 
Detail
Pendidikan
Membangun Gerakan Antikorupsi
Korupsi di Indonesia sudah sampai ke tahap ke yang sangat membahayakan dan perlu dikendalilkan dengan melibatkan seluruh komponen bangsa. Jika kita memperhatikan media massa dan media sosial, berbagai macam kasus korupsi terjadi di Negara kita tercinta mulai dari yang besar, sedang hingga kasus kecil terjadi tahun demi tahun secara terus menerus tanpa bisa dihentikan. Hukuman yang ringan menjadi penyebab utama para koruptor tetap saja menjalankan aksinya. Hukum yang diandalkan juga belum mampu bekerja maksimal, berbagai kasus korupsi kebanyakan tidak menghasilkan hukuman yang membuat jera para pelaku/tersangka korupsi. hal ini dikarenakan pelaku kebanyakan didominasi oleh pejabat negara dan orang dari kalangan atas. Kasus korupsi di negara kita melibatkan berbagai kalangan mulai anggota DPR, oknum kepolisian, TNI, dan oknum Menteri, oknum Kejaksaan, oknum partai politik, oknum kepala daerah, dan masih banyak lagi sehingga korupsi harus diposisikan sebagai musuh bersama (public enemy) yang harus diberantas bersama dengan melibatkan seluruh komponen bangsa. Memperhatikan kondisi tersebut di atas, maka para Guru Besar bersama seluruh komponen bangsa haruslah mengambil peran penting dan strategis untuk mengatasi masalah korupsi. Salah satu langkah startegis yang bisa dilakukan selain merancang sistem yang bersih juga melibatkan dan mendidik generasi muda kita khususnya mahasiswa yang dalam beberapa tahun ke depan berperan penting dalam pembangunan bangsa kita. Kita sangat berharap agar melalui gerakan Antikorupsi, cita-cita bangsa kita untuk mencapai masyarakat adil dan makmur dapat kita wujudkan dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Rp 105.000 
Detail
Politik
Jurnalisme dan Politik di Indonesia
Biografi Kritis Mochtar Lubis (1922-2004) sebagai pemimpin redaksi dan pengarang.
Rp 75.000 
Detail
Kesehatan
Sosiologi Kesehatan
Sosiologi kesehatan adalah ilmu sosiologi yang membahas masalah kesehatan masyarakat. Kesehatan masyarakat membahas kesehatan penduduk, kesehatan keluarga, kesehatan rumah tangga di masyarakat, dan objek formal sosiologi adalah “interaksi”.
Rp 55.000 
Detail
Pangan
Pengantar Teknologi Pangan
Buku ini mencoba untuk memberi jawaban yang pada satu sisi “agak populer”, tetapi tetap mengedepankan logika dan aspek teknis dalam teknologi pangan pada sisi yang lain. Dengan kombinasi ini, buku ini diharapkan dapat mengantarkan semua orang yang berminat pada pemahaman yang tepat tentang teknologi pangan.
Rp 99.000 
Detail
Sastra
Empat Kepak Sayap
YVONNE DE FRETES, yang lebih dikenal sebagai penyair dan cerpenis dengan Kumcernya, Bulan di Atas Lovina, dengan sahabatnya HANNA RAMBE, yang dikenal dengan novelnya Mirah dari Banda, kini bersatu dalam buku Empat Kepak Sayap. Antologi yang berisi empat kisah cinta yang dikemas unik oleh kedua penulis senior, yang sama-sama pernah menjadi wartawan. Keempat kisah cinta itu sama-sama- asyik untuk dinikmati dengan alur yang mengalir, sama memesona. Latar konflik Ambon, yang memisahkan ibu dengan putrinya, dan mempertemukan mereka kembali dalam perbedaan keyakinan semula, merupakan dilema yang cukup menohok. Juga digambarakan ketegaran tokoh wanita yang puitis dalam menyikapi masalah hubungan cinta yang akrab dengan kegagalan sekaligus ragu-ragu. Ada juga tema "cinta tak sampai" yang dibungkus dengan suasana khas pengelanaan pulang mudik, tidak cengeng, meskin hendak berziarah ke makam si kasih tak sampai, yang setelah melewati liku-liku kelana, berfikir dengan bahagia meski di usia lanjut. Konon, lewat karya kita bisa lebih mengenal penulisnya. Nah, gempita kisah yang disuguhkan dalam Empat Kepak Sayap ini semoga lebih mendekatkan kita dengan kedua penulis, dan semoga buku ini bisa turut menyemarakkan dunia sastra tanah air.
Rp 90.000 
Detail
Kartu Nama, Kartu Ucapan & Undangan
Cetak Id Card Paket 1
Cetak Id Card paket 1 , sudah termasuk Cassing dan tali dengan cetakan desain sendiri      Info lebih lengkap bisa menghubungi CS kami di nomor. 0897 6091 408
Rp 55.000 
Detail
Merchandise
Cetak buku model softcover
Cetak buku dengan model softcover , ukuran A5 , 50 halaman , cetakan berwarna , bahan kertas isi HVS 80 grm , dengan cover bahan kertas Artcarton 230 grm + laminating
Rp 35.000 
Detail
Gizi
Fisiologi Manusia
Buku ini berisi penjelasan konsep dasar sistem tubuh manusai, keterkaitan berbagai sistem tubuh, cara kerja, dan pengaturannya. Penjelasannya mulai dari tingkat sel, jaringan, organ dan sistem organ. Setelah mempelajari buku ini pembaca diharapkan memiliki pemahaman yang komprehensif tentang Fisiologi Manusia untuk diaplikasikan dalam berbagai cabang ilmu, khususnya Ilmu Gizi Manusia.
Rp 60.000 
Detail
Bahasa
Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing
Undang-Undang RI nomor 24 tahun 2009 pasal 44 mengamanahkan cita-cita luhur meningkatkan fungsi  bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional. Undang-Undang tersebut berimplikasi pada  pengajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA). Pengajaran BIPA menjadi ujung tombak untuk mencapai amanah tersebut. Sebab itu, berbagai komponen harus dipersiapkan dengan baik, mulai dari kurikulum, silabus, materi ajar, evaluasi pengajaran, dan sarana prasarananya. Buku ini memaparkan  hakikat pengajaran BIPA beserta acuan yang dapat digunakan dalam penyusunan  kurikulum dan materi ajar.  Materi ajar BIPA harus mampu membuat siswa BIPA berkomunikasi dalam bahasa Indonesia. Teknik mengemas materi ajar yang efektif dan pendekatan pembelajaran yang digunakan menjadi hal penting yang harus dikuasai para pengajar BIPA. Bagaimana memilih materi ajar BIPA yang tepat bagi siswa juga dapat dibaca dalam buku ini?  Buku yang langka dan patut menjadi bahan referensi bagi para pengajar BIPA.  Buku ini juga  hadir pada saat yang tepat di tengah meningkatnya minat orang asing belajar bahasa Indonesia. (Prof. Dr. Ilza Mayuni,  promotor untuk program doktoral penulis buku ini dan  saat ini menjabat sebagai sekretaris Badan Bahasa) Banyak hal baru yang dapat dipelajari oleh para pengajar BIPA dan pecinta bahasa Indonesia. Buku ini juga dapat  menjadi salah satu rujukan dalam penelitian kebipaan. (Prof. Dr. Sabarti Akhadiah, Guru Besar dari Universitas Negeri Jakarta, saat ini menjadi Kaprodi S3 Pendidikan Bahasa UHAMKA)
Peran Indonesia dalam percaturan dunia sudah semakin nyata. Untuk itu, pengajaran bahasa Indonesia semakin mendunia. Buku ini memberikan bekal kepada para pengajar dan pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) untuk melakukan penelitian, menyusun kurikulum, dan menyusun materi ajar.  (Dr. Felicia N. Utorodewo, M.Hum., Dosen Bahasa Indonesia dan pakar BIPA dari  Universitas Indonesia)
Rp 90.000 
Detail
Kehutanan
Domestikasi Buah Merah
Buku “Domestikasi Tanaman Buah Merah” merupakan wujud nyata kegiatan Litbangrap Iptek yang dilakukan oleh Trop BRC. Buku ini menceritakan bagaimana awalnya tanaman buah merah (Pandanus conoideus) mulai ditanam di Unit Konservasi dan Budidaya Biofarmaka (UKBB) Trop BRC pada tahun 2004 dan setelah 7 tahun akhirnya tanaman buah merah ini berbuah. Selain itu, disajikan juga mengenai beberapa hasil riset dan manfaat yang dapat diperoleh dari buah merah.
Rp 98.000 
Detail
Pangan
Riset Untuk Mendayagunakankan Potensi Lokal
Buku ini merupakan refeksi dari kumpulan pengalaman dan pengetahuan yang dirangkum oleh penulis selama 8 tahun mengkoordinir kegiatan Riset Unggulan Strategis. Nasional (RUSNAS) Diversi kasi Pangan. Sejak awal kegiatan riset ini memang diposisikan sebagai pengungkit potensi lokal dalam rangka menyelesaikan kendala teknologi dalam mendukung diversikasi pangan di Indonesia.
Rp 55.000 
Detail
Peternakan
Ilmu Ternak Perah Daerah Tropis
Buku ini ditulis dari berbagai sumber: hasil-hasil studi pustaka, penelitian baik dalam negeri maupun luar negeri, dan berbagai pengalaman praktis tentang beternak perah, khususnya beternak sapi perah di daerah tropis seperti Indonesia. Buku ini membahas tentang pentingnya ternak perah sebagai penghasil susu, bangsa-bangsa ternak perah, produksi dan nilai gizi air susu serta faktor-faktor yang memengaruhinya, kebutuhan zat-zat makanan, bahan pakan, sistem pencernaan, perkandangan, metode pemerahan, penyakit, penanganan dan pemasaran air susu, beternak kerbau perah, serta pengolahan limbah ternak perah.
Rp 65.000 
Detail
Sosial & Politik
Konstelasi Politik Indonesia: Pancasila dalam Analisis Fenomenologi Hermeneutika
Bertitik tolak dari kritik Edmund Husserl terhadap dunia modern yang menekankan pada dunia yang objektif, serba formalistik, materialistic, dan mekanik sebagai penyebab kehancuran nilai kemanusian di zaman kita. Teknologi berhasil memanjakan kita akan tetapi kehidupan negara lahir dan ditata dari sebuah konstitusi yang tidak berpijak pada lebenswelt (dunia kehidupan) suatu bangsa maka negara tersebut akan jauh dari nilai nilai kemanusiaan. Hanya dua pilihan yaitu: kita akan jauh dari diri kita sendiri atau kita akan berjuang untuk kembali kepada esensi kemanusiaan itu sendiri. Realitasnya dalam era informasi tidak ada dominasi kekuasaan baik partai politik maupun kroni-kroninya,  apalagi personal yang dapat mendominasi negara secara utuh, kekuasaan terbagi dan tersebar di mana-mana. Tidak ada format dialektika yang dapat merajut kehendak sejarah. Kritik terhadap ideologi dan berita hoax banyak membingungkan, namun Pancasila tetap tegak. Refleksi Pancasila saat ini bukan terbatas apa yang dikatakan Bung Karno sebagai pandangan hidup dan dasar negara, bukan saja alat negara yang dijelaskan Pak Harto ataupun sumber dari segala sumber hukum sebagaimana dikatakan Mr. Soepomo, namun Pancasila adalah dunia kehidupan (lebenswelt). Pancasila adalah local wisdom (kearifan lokal) bangsa Indonesia sekaligus living law (hukum yang hidup dimasyarakat). Buku ‘Konstelasi Politik Indonesia: Pancasila dalam Analisis Fenomenologi Hermeneutika’ ini melakukan pemetaan ideologi bangsa Indonesia. Interpretasi Pancasila dalam suatu waktu mungkin dapat dimonopoli,  dijadikan alat untuk kekuasaan melalui indoktrinasi. Lembaga pendidikan dan kebudayaan diprogram memproduksi nilai-nilai. Dalam kenyataan kekuasaan dapat runtuh dan berganti, namun Pancasila tetap eksis, tak tergantikan. Pancasila selalu menuntun dan menata kekuasaan di bumi pertiwi ini
Rp 95.000 
Detail
Keluarga
Mewujudkan Pendidikan Adil Gender di Keluarga dan Sekolah
-
Rp 40.700 
Detail
Agama Islam
Aku Anak Muslim: Belajar Shalat
Buku ini dapat menjadi bahan pembelajaran pada anak usia dini dengan mengisi waktu lebih berkualitas antara orang tua dan anak. Dalam penyusunannya, tim penulis mengakui masih banyaknya terdapat kekurangan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun diharapkan dari pembaca demi kebaikan bersama.
Rp 47.900 
Detail
Lingkungan
Ekotoksikologi Akuatik
Buku ini mengulas tentang kondisi pencemaran perairan di Indonesia, teori toksisitas dan teknik pengukurannya, serta pengaruh paparan berbagai polutan terhadap kondisi fisiologis ikan. Kondisi fisiologis yang dijabarkan meliputi kondisi pernapasan, percernaan, hematologi hingga reproduksi. Buku ini diharapkan dapat menghadirkan tambahan pengetahuan terutama bagi para mahasiswa, dosen, dan praktisi lingkungan terkait toksisitas polutan terhadap organisme perairan.
Rp 77.000 
Detail
Keluarga
Bunga Rampai Pendidikan Keluarga Berwawasan Gender
-
Rp 57.000 
Detail
Sosial
Masalah Pendidikan & Kesehatan di Papua
Banyak kajian tentang pembangunan di Papua selama ini melihat pada proses pembangunan yang telah dilakukan oleh pemerintah serta pencapaian apa yang telah diraih selama ini. Kajian pendahulu berfokus pada pembangunan dengan perspektif umum mulai dari pembangunan ekonomi, kesehatan, pendidikan dan infrastruktur, yang menjadi empat prioritas utama pembangunan di Papua.

Dalam tulisan ini, kajian mengangkat isu lebih spesifik tentang pembangunan pendidikan dan kesehatan; dengan secara lebih khusus lagi melihat pada aspek regulasi dan kebijakan, tata kelola anggaran dan pembangunan infrastrukturnya. Kajian ini diharapkan dapat mengisi gap penelitian mengenai pembangunan di Papua sekaligus memberikan masukan dan rekomendasi spesifik bagi para pembuat kebijakan.

Kajian yang didasarkan pada penelitian di Provinsi Papua Barat, khususnya Kabupaten Tambrauw dan Sorong, ini menemukan bahwa meski kebijakan dan anggaran sudah banyak yang dibuat dan
L dialokasikan untuk Papua, namun hasil pembangunan kesehatan dan pendidikan belum optimal. Problem pembangunan ini termasuk di dalamnya berasal dari aspek regulasi, anggaran, dan infrastruktur. Ada empat aspek regulasi yang menjadi sumber persoalan, termasuk: tidak adanya grand design pembangunan Papua, lemahnya koordinasi aturan dan program teknis antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, serta inkonsistensi kebijakan dan tumpang tindih hukum.

Masalah regulasi ini diperburuk dengan problem tata kelola anggaran yang buruk, termasuk: perencanaan dan penganggaran yang tidak berpihak pada Orang Asli Papua, buruknya tata kelola dan hambatan birokrasi/sistem pengelolaan keuangan dalam penggunaan anggaran pembangun, serta penyalahgunaan anggaran
oleh pemerintah daerah.
Rp 65.000 
Detail
Merchandise
Roll Banner
Roll banner , dengan bahan flexi cina + rangka , ukuran 160 x 60 cm
Rp 375.000 
Detail
Sosial
Marginalisasi dan Keberadaban Masyarakat
Buku ini mengungkap konsep non-mainstream mengenai kemampuan survival dari sebuah gerakan civil society komunitas marginal. Biasanya, kemampuan daya tahan hidup (survival) itu merupakan manifestasi kebersatuan dari mereka yang ditekan oleh berbagai pihak. Namun, pada kasus ini, Jamaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) mampu menunjukan bahwa kekuatan civil society mereka terbangun lewat budaya dan nilai-nilai keberadaban (civility) yang dipercaya pengikutnya. Kendati mengalami marginalisasi, JAI sebagai organisasi turut bergerak di beberapa bidang kehidupan masyarakat tanpa menonjolkan atribut-atribut organisasi, misalnya; gerakan untuk pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan sosial-ekonomi. Ironinya, era reformasi justru menunjukkan tingkat tekanan yang lebih kuat, walaupun begitu survivelitas JAI berikut aktivitas kejamaahannya tetap berjalan. Kondisi ini menunjukkan bahwa JAI sebagai komunitas Islam marginal masih mampu mempertahankan keberadaannya sebagai civil society
Rp 90.000 
Detail
Kalender Dinding & Meja
Kalender dinding kalender gantung
Kalender Dinding Ukuran 31 x 47cm Bahan kertas Artpaper 120 Gram / Artcarton 230 gram 7 lembar Finishing jepit seng , spiral
Rp 21.000 
Detail
Sastra
La Galigo Menurut Naskah NBG 188 jilid 2
Ketika Batara Lattuq telah menjadi dewasa, tiba saatnya untuk mencari permaisuri. Sayangnya tak satu pun orang di negeri Luwuq yang memiliki darah yang sederajat dengannya. Alangkah gusar hati Batara Guru bersama Wé Nyiliq Timoq memikirkan tentang putranya. Akhirnya Wé Nyiliq Timoq turun ke Pérétiwi untuk meminta pertimbangan orang tuanya di kerajaan bawah laut. Sayangnya apa yang diharapkannya tidak diperoleh, sehingga Batara Guru memutuskan naik ke Boting Langiq untuk meminta Patotoqé mewujudkan keinginan Batara Lattuq. Patotoqé pun menyarankan  agar Batara Lattuq berlayar ke Tompoq Tikkaq untuk menemukan jodoh yang sederajat. Kisah ini diawali dengan keberangkatan Batara Lattuq melalui pelayaran dan petualangan yang penuh tantangan. Ketika tiba di Tompoq Tikkaq, didapatinya dua anak yatim piatu, Wé Adi Luwuq dan Wé Datu Sengngeng bersama inang pengasuhnya, hidup dalam penderitaan di istana yang telah dirampas seluruh isinya. Batara Lattuq mengajukan lamaran ke Wé Datu Sengngeng sesuai pesan  Patotoqé, tapi pinangan itu ditolak inang pengasuh karena merasa anak asuhnya tidaklah pantas diperistri oleh sang raja akibat kemiskinan dan penderitaannya. Batara Lattuq, tidak peduli dengan keadaan sang putri, ia memperbaiki istana Wé Datu Sengngeng yang telah rusak dan kosong. Sementara bibi jahat dihukum dan seluruh harta yang telah dirampasnya dikembalikan kepada kedua anak yatim piatu itu. Pesta perkawinannya pun berlangsung berhari-hari, dan tak henti-hentinya harta benda diusung naik ke istana dari perahu-perahu Batara Lattuq yang jumlahnya tak terhitung. Sesudah pesta Batara Lattuq berlangsung, saudara Wé Datu Sengngeng,  Wé Adiluwuq menikah pula dengan I La Jiriu, sepupu Batara Lattuq yang turun bersamanya dari Boting Langiq. Tak berapa lama sesudah pesta berlangsung, sang putri pun diboyong kembali ke Tanah Luwuq tempat orang tuanya bertahta dan berkuasa. Sepuluh bulan setelah pasangan ini bermukim di Luwuq, pada suatu malam Wé Datu Sengngeng bermimpi mengarungi laut dan menyaksikan sebuah keranjang emas yang tergantung pada bianglala, berisi sebuah telur, langsung turun di hadapannya. Wé Datu Sengngeng lalu duduk di atas keranjang tersebut, telur tersebut pecah, keluarlah dua ekor anak ayam, jantan dan betina. Yang betina naik ke Dunia Atas di istana Boting Langiq, sedang yang jantan terbang ke berbagai negeri jauh. Keesokan paginya ketika terbangun, Wé Datu Sengngeng kaget dan  bingung,  dan menurut mertuanya, Wé Nyiliq Timoq, mimpi tersebut merupakan isyarat bahwa ia akan melahirkan dinru laweng, anak kembar emas, yaitu seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Putranya akan mengunjungi negeri-negeri jauh, sedangkan putrinya akan naik ke Boting Langiq. Sementara Wé Adiluwuq (saudara Wé Datu Sengngeng) dan I La Jiriu juga  dikaruniai anak kembar emas, yaitu Pallawa Gauq dan Wé Tenrirawé.
Rp 160.000 
Detail
Sosial & Politik
DEMOKRASI DALAM CERMIN
Demokrasi Dalam Cermin: Politik Akar Rumput dan Reformasi di Amerika Serikat
Rp 80.000 
Detail
Pangan
Kuliner: Suatu Identitas Ketahanan Pangan Unik
-
Rp 85.000 
Detail
Pendidikan
Membangun Gerakan Antikorupsi
Korupsi di Indonesia sudah sampai ke tahap ke yang sangat membahayakan dan perlu dikendalilkan dengan melibatkan seluruh komponen bangsa. Jika kita memperhatikan media massa dan media sosial, berbagai macam kasus korupsi terjadi di Negara kita tercinta mulai dari yang besar, sedang hingga kasus kecil terjadi tahun demi tahun secara terus menerus tanpa bisa dihentikan. Hukuman yang ringan menjadi penyebab utama para koruptor tetap saja menjalankan aksinya. Hukum yang diandalkan juga belum mampu bekerja maksimal, berbagai kasus korupsi kebanyakan tidak menghasilkan hukuman yang membuat jera para pelaku/tersangka korupsi. hal ini dikarenakan pelaku kebanyakan didominasi oleh pejabat negara dan orang dari kalangan atas. Kasus korupsi di negara kita melibatkan berbagai kalangan mulai anggota DPR, oknum kepolisian, TNI, dan oknum Menteri, oknum Kejaksaan, oknum partai politik, oknum kepala daerah, dan masih banyak lagi sehingga korupsi harus diposisikan sebagai musuh bersama (public enemy) yang harus diberantas bersama dengan melibatkan seluruh komponen bangsa. Memperhatikan kondisi tersebut di atas, maka para Guru Besar bersama seluruh komponen bangsa haruslah mengambil peran penting dan strategis untuk mengatasi masalah korupsi. Salah satu langkah startegis yang bisa dilakukan selain merancang sistem yang bersih juga melibatkan dan mendidik generasi muda kita khususnya mahasiswa yang dalam beberapa tahun ke depan berperan penting dalam pembangunan bangsa kita. Kita sangat berharap agar melalui gerakan Antikorupsi, cita-cita bangsa kita untuk mencapai masyarakat adil dan makmur dapat kita wujudkan dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Rp 105.000 
Detail
Politik
Jurnalisme dan Politik di Indonesia
Biografi Kritis Mochtar Lubis (1922-2004) sebagai pemimpin redaksi dan pengarang.
Rp 75.000 
Detail
Kesehatan
Sosiologi Kesehatan
Sosiologi kesehatan adalah ilmu sosiologi yang membahas masalah kesehatan masyarakat. Kesehatan masyarakat membahas kesehatan penduduk, kesehatan keluarga, kesehatan rumah tangga di masyarakat, dan objek formal sosiologi adalah “interaksi”.
Rp 55.000 
Detail
Pangan
Pengantar Teknologi Pangan
Buku ini mencoba untuk memberi jawaban yang pada satu sisi “agak populer”, tetapi tetap mengedepankan logika dan aspek teknis dalam teknologi pangan pada sisi yang lain. Dengan kombinasi ini, buku ini diharapkan dapat mengantarkan semua orang yang berminat pada pemahaman yang tepat tentang teknologi pangan.
Rp 99.000 
Detail
Sastra
Empat Kepak Sayap
YVONNE DE FRETES, yang lebih dikenal sebagai penyair dan cerpenis dengan Kumcernya, Bulan di Atas Lovina, dengan sahabatnya HANNA RAMBE, yang dikenal dengan novelnya Mirah dari Banda, kini bersatu dalam buku Empat Kepak Sayap. Antologi yang berisi empat kisah cinta yang dikemas unik oleh kedua penulis senior, yang sama-sama pernah menjadi wartawan. Keempat kisah cinta itu sama-sama- asyik untuk dinikmati dengan alur yang mengalir, sama memesona. Latar konflik Ambon, yang memisahkan ibu dengan putrinya, dan mempertemukan mereka kembali dalam perbedaan keyakinan semula, merupakan dilema yang cukup menohok. Juga digambarakan ketegaran tokoh wanita yang puitis dalam menyikapi masalah hubungan cinta yang akrab dengan kegagalan sekaligus ragu-ragu. Ada juga tema "cinta tak sampai" yang dibungkus dengan suasana khas pengelanaan pulang mudik, tidak cengeng, meskin hendak berziarah ke makam si kasih tak sampai, yang setelah melewati liku-liku kelana, berfikir dengan bahagia meski di usia lanjut. Konon, lewat karya kita bisa lebih mengenal penulisnya. Nah, gempita kisah yang disuguhkan dalam Empat Kepak Sayap ini semoga lebih mendekatkan kita dengan kedua penulis, dan semoga buku ini bisa turut menyemarakkan dunia sastra tanah air.
Rp 90.000 
Detail
Kartu Nama, Kartu Ucapan & Undangan
Cetak Id Card Paket 1
Cetak Id Card paket 1 , sudah termasuk Cassing dan tali dengan cetakan desain sendiri      Info lebih lengkap bisa menghubungi CS kami di nomor. 0897 6091 408
Rp 55.000 
Detail
Merchandise
Cetak buku model softcover
Cetak buku dengan model softcover , ukuran A5 , 50 halaman , cetakan berwarna , bahan kertas isi HVS 80 grm , dengan cover bahan kertas Artcarton 230 grm + laminating
Rp 35.000 
Detail
Gizi
Fisiologi Manusia
Buku ini berisi penjelasan konsep dasar sistem tubuh manusai, keterkaitan berbagai sistem tubuh, cara kerja, dan pengaturannya. Penjelasannya mulai dari tingkat sel, jaringan, organ dan sistem organ. Setelah mempelajari buku ini pembaca diharapkan memiliki pemahaman yang komprehensif tentang Fisiologi Manusia untuk diaplikasikan dalam berbagai cabang ilmu, khususnya Ilmu Gizi Manusia.
Rp 60.000 
Detail
Bahasa
Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing
Undang-Undang RI nomor 24 tahun 2009 pasal 44 mengamanahkan cita-cita luhur meningkatkan fungsi  bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional. Undang-Undang tersebut berimplikasi pada  pengajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA). Pengajaran BIPA menjadi ujung tombak untuk mencapai amanah tersebut. Sebab itu, berbagai komponen harus dipersiapkan dengan baik, mulai dari kurikulum, silabus, materi ajar, evaluasi pengajaran, dan sarana prasarananya. Buku ini memaparkan  hakikat pengajaran BIPA beserta acuan yang dapat digunakan dalam penyusunan  kurikulum dan materi ajar.  Materi ajar BIPA harus mampu membuat siswa BIPA berkomunikasi dalam bahasa Indonesia. Teknik mengemas materi ajar yang efektif dan pendekatan pembelajaran yang digunakan menjadi hal penting yang harus dikuasai para pengajar BIPA. Bagaimana memilih materi ajar BIPA yang tepat bagi siswa juga dapat dibaca dalam buku ini?  Buku yang langka dan patut menjadi bahan referensi bagi para pengajar BIPA.  Buku ini juga  hadir pada saat yang tepat di tengah meningkatnya minat orang asing belajar bahasa Indonesia. (Prof. Dr. Ilza Mayuni,  promotor untuk program doktoral penulis buku ini dan  saat ini menjabat sebagai sekretaris Badan Bahasa) Banyak hal baru yang dapat dipelajari oleh para pengajar BIPA dan pecinta bahasa Indonesia. Buku ini juga dapat  menjadi salah satu rujukan dalam penelitian kebipaan. (Prof. Dr. Sabarti Akhadiah, Guru Besar dari Universitas Negeri Jakarta, saat ini menjadi Kaprodi S3 Pendidikan Bahasa UHAMKA)
Peran Indonesia dalam percaturan dunia sudah semakin nyata. Untuk itu, pengajaran bahasa Indonesia semakin mendunia. Buku ini memberikan bekal kepada para pengajar dan pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) untuk melakukan penelitian, menyusun kurikulum, dan menyusun materi ajar.  (Dr. Felicia N. Utorodewo, M.Hum., Dosen Bahasa Indonesia dan pakar BIPA dari  Universitas Indonesia)
Rp 90.000 
Detail
Baca Buku