ipbprinting - Memajukan UKM Indonesia

Buku Pilihan lihat semua
Ilmu Logam...
Teknologi
Rp. 64.000
Teknologi Hasil Ternak...
Teknologi
Rp. 105.000
Kamus Kehutanan...
Kehutanan
Rp. 150.000
Sifat Mekanis Kayu...
Kehutanan
Rp. 95.000
Produksi Bersih...
Kehutanan
Rp. 59.000
Sagu di Lahan Gambut...
Kehutanan
Rp. 55.000
Interpretasi Alam...
Kehutanan
Rp. 30.000
Jamur Berkhasiat Obat...
Kesehatan
Rp. 35.000
Out of Shadow...
Kesehatan
Rp. 59.000
Sosiologi Kesehatan...
Kesehatan
Rp. 55.000
Atlas of Normal Radiography...
Kedokteran Hewan
Rp. 270.000
Go Global Reputation...
Keluarga
Rp. 100.000
Commuter Marriage...
Keluarga
Rp. 55.000
Syariah Islamiyah...
Agama Islam
Rp. 70.000
Islam Apa Adanya...
Agama Islam
Rp. 39.000
Baranangsiang...
Biografi
Rp. 140.000
Pengantar Peluang...
Statistika
Rp. 69.000
Aplikasi Metode SEM-PLS...
Matematika
Rp. 95.000
Pengantar Peluang...
Matematika
Rp. 69.000
Matematika untuk fisika...
Matematika
Rp. 69.000
Pengantar Teori Peluang...
Matematika
Rp. 40.000
Haji Ramah Lingkungan...
Lingkungan
Rp. 55.000
Ekotoksikologi Akuatik...
Lingkungan
Rp. 77.000
Fisika Komputasi...
Fisika
Rp. 60.000
EKOLOGI PAPUA...
Biologi
Rp. 135.000
Biokimia Fisik...
Biologi
Rp. 120.000
Monitoring dan Evaluasi...
Komunikasi
Rp. 55.000
DEMOKRASI DALAM CERMIN...
Sosial & Politik
Rp. 80.000
ASEAN Di Persimpangan Sejarah...
Sosial & Politik
Rp. 55.000
Asas Moral Politik...
Sosial & Politik
Rp. 70.000
Krisis Kebebasan...
Filsafat
Rp. 65.000
Diplomasi Parlemen...
Sosial
Rp. 120.000
Orang Serampas...
Sosial
Rp. 90.000
Data Desa Presisi...
Sosial
Rp. 65.000
Jejak Mimpi anak Negeri...
Pendidikan
Rp. 60.000
Jejak Inspirasi...
Pendidikan
Rp. 47.000
Daun-Daun Berserakan...
Pendidikan
Rp. 135.000
Kratos Minus Demos...
Politik
Rp. 80.000
Malam...
Sastra
Rp. 25.000
Jiwa-Jiwa Mati...
Sastra
Rp. 85.000
Empat Kepak Sayap...
Sastra
Rp. 90.000
Candide...
Sastra
Rp. 65.000
Calon Arang...
Sastra
Rp. 95.000
Bujang Tan Domang...
Sastra
Rp. 85.000
Budaya Minum di Indonesia...
Antropologi
Rp. 195.000
Kain Cinta Tanpa Batas...
Antropologi
Rp. 70.000
Lion Bird...
Anak-Anak
Rp. 35.000
Bird Tree...
Anak-Anak
Rp. 55.000
Kisah Sosiologi...
Sosiologi
Rp. 87.000
Merchandise lihat semua
Jasa Penerbitan lihat semua

IPB Press didirikan pada 6 April 2009 merupakan perusahaan penerbitan dan percetakan dengan badan hukum perseroan terbatas. Dengan paradigma penerbit berbasis universitas, IPB Press senantiasa berupaya dalam mengembangkan literasi, membangunan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan, memperluas wawasan masyarakat, mengantisipasi ledakan ilmu pengetahuan, dan mengibarkan bendera perguruan tinggi. Pada tahun 2018 IPB Press mendapatkan penghargaan dari Perpustakaan Nasional Indonesia berupa Anugerah Wajib Serah Tertib Undang-Undang Deposit Tahun 2018 untuk Jenis Karya Cetak Monograf. Dengan semangat nilai korporasi ACTION; advanced, competent, trusted, integrity, optimist, dan never give up, IPB Press menjadi solusi bagi kebutuhan Anda.

Budaya
KEKERASAN EKSTREM BELANDA DI INDONESIA Perang Kemerdekaan Indonesia 1945-1949
Aksi kekerasan yang insidental atau tindak kekerasan ekstrem nonstructural? Sejak 1969, Pemerintah Belanda berpendirian bahwa angkatan bersenjata di bawah Komandan Tentara Spoor secara keseluruhan telah bertindak secara tepat selama perang kemerdekaan Indonesia (1945 – 1949). Ekses-ekses insidental terjadi hanya sewaktu-waktu di beberapa unit khusus yang kecil, seperti dinas-dinas intelijen dan satuan-komando komando Kapten Westerling. Menurut belanda, praktik kekerasan ini juga harus dipahami dalam konteks muslihat perang yang lepas kendali dari pihak Indonesia. Dengan alibi itu, maka perbuatan-perbuatan kekerasan berlebihan seperti pembantaian, penyiksaan, pembakaran, dan penjarahan hanya dipandang sebagai pengecualian semata. Hal ihwal ini tidaklah terjadi secara sistematis. Melalui siasat untuk menutupi fakta ini dan masyarakat Belanda yang turut diam, konflik itu dalam jangka lama dinilai sebagai perang yang relatif “bersih”.
Rp 75.000 
Detail
Sosial & Politik
Aku "Tiada" Aku Niscaya: Menyingkap Lapis Kabut Intelijen
Dunia intelijen seringkali dipandang sebagai dunia yang penuh misteri karena bersifat non standart. Aktivitas intelijen dilakukan kapan, dimana, oleh siapa dan bagaimana, caranya tak diketahui, tak dipahami, dan tidak dirasakan oleh objek-sasarannya. Seorang intel sendiri memang tidak akan pernah mengatakan bahwa dirinya sedang melakukan aktivitas intelijen, mata-mata, penyusupan, clandestine activities, dan semacamnya. Seorang intel juga tidak pernah mengatakan dirinya intel, dan sedapat mungkin merahasiakan betul identitas diri yang sesungguhnya. Itulah antara lain misteri dalam dunia intelijen. Dalam kemisteriusan demikian seorang intel bekerja mengambil dan mengumpulkan informasi yang akurat dan valid dari sumber primernya (the first hand information, the first hand fact). Seorang intel dituntut mendapatkan informasi dari jarak yang sangat dekat sehingga tahu persis apa yang terjadi, apa yang dilakukan, dan apa yang dikatakan objek sasaran. “You have to be there” (Anda harus berada di sana), merupakan doktrin untuk itu. Analisis yang diberikan intelijen harus spesifik. Jika terlalu makro dan jaraknya terlalu jauh, ia akan menghadapi the fog of the future, kabut yang terlalu tebal sehingga sulit menggambarkan apa yang terjadi di depan. Aktivitas intelijen sesungguhnya bukanlah sesuatu yang baru. Ia sudah berlangsung lama. Bahkan sejak zaman Yunani Kuno, kendati dalam lingkup dan pengertian yang masih sederhana dan terbatas. Aktivitas da’wah Nabi Muhammad SAW (570-632 M), misalnya senantiasa terselip unsur-unsur intelijen. Katakanlah seruan agar umat Muslim selalu arif dan waspada dalam menghadapi berbagai macam keadaan. Kitab suci Al-Quran Surat Yunus ayat (101), Surat Ar-Ruum ayat (41), dan salah satu ayat At-Taubah mengisyaratkan hal itu. Dalam dunia yang sedang berubah cepat dan mengglobal saat ini, peran intelijen selain semakin penting juga dituntut profesionalitas tinggi dari aparatus-aparatus intelijen. Intelijen semakin dituntut bekerja cepat dan akurat (velox et exactus) untuk ruang dan waktu yang bersifat lintas.
Buku Aku “Tiada” Aku NIscaya: Menyingkap Lapis Kabut Intelijen membahas dan menyajikan secara mendalam dan gambling hakikat, sosok, dinamika, dan masa depan dunia intelijen. Tidak sebatas pembahasan filosofis dan teoritis, namun juga menyajikan realitas Indonesia dari sudut pandang pelakunya sendiri.
Rp 250.000 
Detail
Keluarga
Inventori Pengukuran Keluarga
Buku ringkas “Inventori Pengukuran Keluarga” ini merupakan langkah awal, dan akan terus dikembangkan dan disempurnakan. Pada edisi berikutnya, direncanakan akan ditambahkan atau dilengkapi oleh pengukuran-pengukuran lainnya yang sedang dalam proses pengembanganya. Penulis berharap semoga buku ringkas ini bermanfaat bagi berbagai pihak yang memerlukan, khususnya para peneliti, mahasiswa, atau masyarakat luas yang berkecimpung dalam bidang keluarga.
Rp 52.000 
Detail
Sastra
Don quijote dari la Mancha Jilid 2
“Jika ada satu novel yang harus dibaca sebelum Anda mati, itulah Don Quijote" (Ben Okri, Sastrawan Ternama Nigeria)   Don Quijote, karya fiksi klasik ini diperkirakan telah terjual 500 juta eksemplar dan telah diterjemahkan ke berbagai ratusan bahasa di dunia. Di Indonesia, Yayasan Pustaka Obor Indonesia mendapat kehormatan untuk menerbitkan novel yang pada tahun 2002 terpilih sebagai "buku yang paling berarti sepanjang masa” dalam sebuah jajak pendapat yang diorganisasi para editor Norwegian Book Clubs di Oslo. Sekitar seratus penulis terkenal dari 54 negara memberikan penghargaan kepada novel tersebut di Norwegian Nobel Institute. Tak mengherankan jika karya dari penulis Spanyol Miguel de Cervantes Saavedra, yang berjudul asli El Ingenioso Hidalgo Don Quijote de la Mancha ini menduduki urutan pertama dalam enam karya fiksi terbaik sepanjang masa.  Novel ini pertama kali dicetak 1605 dan edisi keduanya dirilis pada 1615. Pertanyaannya mengapa, fiksi ini bisa begitu menarik banyak kalangan hingga hari ini? Untuk mendapat jawabannya, Anda harus membaca buku Don Quijote terbitan Yayasan Pustaka Obor Indonesia ini. Berbeda dengan buku Don Quijote lainnya yang telah terbit di Indonesia sebelumnya, buku ini merupakan edisi utuh untuk edisi pertama. Don Quijote menceritakan seorang hidalgo yang imajinasinya menjadi liar karena buku-buku yang dia baca.  Dikisahkan Don Quijote menganggap dirinya seorang petualang tapi tidak seperti petualang yang biasa. Dia bagai mengolok-olok, menertawakan keadaan dengan dirinya sendiri. Banyak kesialan dan kegagalan yang menimpa Don Quijote dalam pertualangannya yang absurd, seperti karakternya, bahkan berkesan kejam pengarang pada tokohnya ini. Tapi, di sinilah keistimewaan penokohan dan kisah Don Quijote sehingga tidak lekang dimakan zaman.
Rp 160.000 
Detail
Pendidikan
Filsafat Tauhid Ilmu Pengetahuan
Buku ini menjelaskan tentang ilmu pengetahuan yang disertai dengan penjabaran Alquran dan artinya. Buku ini membahas bagaimna kita sepatutnya bersikap (berperilaku) sebagai makhluk (yang diciptakan) ALLAH terhadap semua obyek bio atau nonbio ciptaan ALLAH SWT di alam semesta ini melalui observasi, pikir, dzikir, syukur, eskperimen dan riset untuk memahami dan menguak berbagai fenomena yang tampak maupun yang tersembunyi serta untuk memberi solusi ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kepentingan kemaslahatan yang berkelanjutan serta untuk optimasi ibadah manusia kepada Penciptanya.
Rp 75.000 
Detail
Kesehatan
Jamur Berkhasiat Obat
-
Rp 35.000 
Detail
Pendidikan
12 Catatan Ringan Pensiunan
Dalam buku ini Penulis menuliskan cerita berdasarkan pengalaman hidupnya yang dikemas secara apik dan ringan, sehingga pembaca akan dibawa ke dalam alur catatan tersebut. Selain itu, pembaca juga disuguhkan dengan banyak pesan moral yang bisa diteladani dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kisah yang berjudul “Mendoakan Para Pemimpin”, Penulis membuat penggalan menohok yang begitu dalam dan penuh makna: “Kita sibuk mengecam para pemimpin, menuntut pemimpin yang baik, namun kita tidak pernah introspeksi, apakah kita sudah jadi rakyat yang baik?.” Penggalan kalimat tersebut rasanya sesuai dengan kehidupan saat ini, di mana segelintir orang sibuk menilai orang lain, namun tidak pernah introspeksi diri.
Rp 40.000 
Detail
Politik
Gerakan Pemuda Ansor: dari Era Kolonial hingga Pascareformasi
Ansor bersama-sama dengan induknya, NU, adalah garda depan dalam melawan kecenderungan menguatnya politikidentitas yang mengatasnamakan agama, tatkala elemen-elemen lain dari bangsa ini seperti maju-mundur atau bahkan takut untuk menghadapinya. Pemikiran aswaja mendorong Ansor untuk menjadi moderat dan fleksibel baik dalam bidang politik maupun sosial. Sikap fleksibel itu memungkinkan Ansor dapat mempertahankan eksistensinya dalam berbagai situasi kekuasaan. Dalam bidang sosial, fleksibilitas itu membuat Ansor dapat membangun relasi dengan berbagai elemen masyarakat, seperti gerakan pemuda lainnya, beragam kelompok Islam, dan khususnya dengan kelompok minoritas. Di bidang ekonomi, fleksibilitas Ansor dapat menentukan pilihan untuk berkiprah dalam ekonomi kerakyatan di pedesaan sekaligus membangun jejaring dengan institusi-institusi besar ekonomi. ... perkembangan Ansor tidak terlepas dari dimensi-dimensi sosial-politik, baik dalam maupun luar negeri. Penggambaran konteks sosial-politik ini memperlihatkan bagaimana Ansor berkembang seiring dengan perjalanan Indonesia, yang juga tak lepas dari berbagai pengaruh luar maupun dalam. Keterkaitan dengan urusan-urusan atau isu-isu luar negeri selama beberapa waktu juga menunjukkan sisi internasional dari organisasi ini. Dengan demikian, Ansor kelihatannya tidak hanya memiliki nilai strategis bagi kekuatan politik di tanah air, tetapi juga berkembang karena hadirnya pengaruh-pengaruh yang bersumber dari perkembangan zaman. Hal inilah yang kemudian membentuk karakter Ansor.
Rp 150.000 
Detail
Pangan
Pengantar Teknologi Pangan
Buku ini mencoba untuk memberi jawaban yang pada satu sisi “agak populer”, tetapi tetap mengedepankan logika dan aspek teknis dalam teknologi pangan pada sisi yang lain. Dengan kombinasi ini, buku ini diharapkan dapat mengantarkan semua orang yang berminat pada pemahaman yang tepat tentang teknologi pangan.
Rp 99.000 
Detail
Kesehatan
Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Industri Pangan
Buku ini merupakan panduan teknis untuk industri pangan terkait dengan penyediaan fasilitas dan higiene personal pada masa pandemik Covid-19 yang telah disusun mengikuti alur proses di industri Pangan. Pedoman ini disusun dalam bentuk infografis berbasis literatur serta referensi lainnya.
Rp 130.000 
Detail
Sejarah
Anatomy of The Jakarta Coup: October 1, 1965
This volume describes the most serious threat to the pluralistic nature of the Indonesian society and its secular government posed by an attempt of the Communist Party of Indonesia (PKI) to seize power on October 1, 1965. While the army under General Suharto to thwarted the attempt, had the coup succeeded there is no doubt that an intensive class warfare would have destroyed the political parties, religious organizations and entire social classes committed to the preservation of the multifaceted pluralism in the country. The book deals with the establishment of the Biro Chusus by the Chairman of the Communist Party, D.N. Aidit in 1964, and the methods used by its director Sjam and his staff to penetrate the armed forces and recruit Marshal Omar Dani, General Pranoto, General Supardjo, Colonel Untung, Colonel Latief and score of other officers for the promotion of the PKI's objectives. The study then discusses the collapse of President Sukarno on August 4, 1965 due to the failure of his kidneys, and his order to Untung to purge the army's top command to prevent its political ascendancy should the attack leave the president incapacitated. The three meetings of PKI's Executive Committee, held in the middle of August 1965, are documented to show how the committee authorized Aidit and the Politbiro to use Untung and his associates to carry out the purge, the destruction of the top generals to be followed by the PKI's assumption of power in the country.
Rp 125.000 
Detail
Hukum
Era Baru Hukum Pertambangan: Di Bawah Rezim UU No.4 Tahun 2009
Era baru hukum pertambangan dimulai sejak era reformasi pemerintahan daerah, di mana terjadi perubahan drastic terhadap kewenangan pengolahan pertambangan. Semula berdasarkan Undang-undang No. 11 Tahun 1967 tentang “Ketentuan-ketentuan Pokok Pertambangan’, paradigm pengelolaan pertambangan bersifat sentralistis, di mana kewenangan pengelolaan bahan galian golongan a dan b berada di tangan Mentri (Pemerintah Pusat). Dengan berlakunya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang “Pemerintah Daerah” di era reformasi, kewenangan pengelolaan pertambangan diserahkan kepada kabupaten/kota dengan prinsip otonomi seluas-luasnya. Sementara menunggu amandemen terhadap Undang-undang Nomor 11 Tahun 1967, diterbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2001. Dalam peruses penyesuaian tersebut ternyata baru pada akhir 2014 disetujui dan diterbitkan Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang “Pertambangan Mineral dan Batubara”. Berarti hampir 10 (sepuluh) tahun pengelolaan pertambangan tidak memiliki undang-undang yang menjadi pedomannya. Hal ini membawa potret kelam pengelolaan pertambangan di Indonesia, yang berakibat tidak terkendalinya penerbitan-penerbitan izin tambang di Indonesia. Baru sekita 4 (empat) tahun berlakunya Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009, kemudian terbit Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang “Pemerintahan Daerah”, yang kembali membawa perubahan drastis dalam kewenangan pengelolaan pertambangan. Dimulailah kembali usaha melakukan amandemen dari Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009. Dalam buku ini dibahas secara komprehensif perjalanan panjang perubahan pengelolaan pertambangan di Indonesia hingga saat ini. Buku ini sangat cocok bagi para akademisi maupun praktisi termasuk lawyer, para mahasiswa. Pemerhati hukum pertambangan, pejabat pemerintah, para pelaku usaha dan para pengambil kebijakan.
Rp 95.000 
Detail
Sastra
La Galigo Menurut Naskah NBG 188 jilid 3
Kisah ini diawali ketika Wé Datu Sengngeng hamil dan melahirkan kembar emas, yaitu Wé Tenriabéng dan Sawérigading. Sawérigading inilah tokoh utama dalam La Galigo yang kelak kisahnya dipenuhi dengan petualangan laut.             Seperti diketahui, hampir semua episode La Galigo mengusung tema utama pelayaran dan perantauan. Tema ini mengandung budaya maritim, yang mengajarkan kepada manusia tentang banyak hal, antara lain, sikap egalitarian, keterbukaan, musyawarah, menghargai perbedaan, dan independen. Hamba sahaya yang hina-dina seperti yang ditemukan dalam kisah-kisah kuno lainnya hampir-hampir tak ditemukan dalam naskah La Galigo, bahkan mereka diberi gelar khusus yang mempunyai kedudukan yang tinggi dalam kebudayaan Bugis yakni  Bissu Pattudang. Hubungan dengan berbagai negeri dan negara dibangun atas dasar saling pengertian dan saling menghargai, baik di Nusantara maupun di dunia. Hubungan antara laki-laki dan perempuan berlangsung setara, independen, simbiosis, dan negosiasi tanpa ada dominasi antara yang satu dengan yang lainnya. Hal ini terlihat ketika Sawérigading bertemu, bercinta, dan bertunangan dengan Senrima Wéro di Istana Tanra Tellu di Boting Langiq (kerajaan langit). Keduanya saling jatuh cinta namun tetap berpijak pada keyakinan dan prinsip yang mereka anut tanpa saling memaksakan kehendak antara keduanya. Senrima Wéro mencintai Sawérigading, tapi dengan syarat harus tetap tinggal di kerajaan langit, sementara Sawérigading bertahan untuk menikahi Senrima Wéro dan membawanya turun ke dunia tengah (Alé Lino). Meski keduanya saling mencintai, tapi keduanya tidak bisa menyatu karena perbedaan prinsip tersebut, akhirnya mereka sepakat untuk berpisah.             Sistem perkawinan dalam La Galigo adalah negosiasi, bila laki-laki lebih tinggi derajat kebangsawanannya dibanding perempuan, maka perempuanlah yang mengadakan pesta dan mengawini laki-laki, sebaliknya, bila perempuan lebih tinggi derajatnya dari laki-laki, maka laki-lakilah yang mengadakan pesta dan menikahi perempuan. Hubungan yang seimbang itu tetap berlangsung, sampai sesudah menikah. Keseimbangan, antara dunia langit (Boting Langiq) dan dunia bawah laut (Pérétiwi), diantarai oleh dunia tengah yakni bumi manusia (Alé Lino), yang berfungsi sebagai penjaga keseimbangan antara dunia atas dan dunia bawah laut. Dan pengarang La Galigo begitu apik dan sempurna mengadopsi kehamonisan alam ini secara makro ke dalam hubungan manusia secara mikro, termasuk dalam hubungan intim antara laki-laki dan perempuan dengan balutan bahasa halus dan simbolik tanpa kesan eksploitasi bahasa seksualitas dan porno. Kisah purba dalam La Galigo lahir  melampaui zamannya, di dalamnya menggambarkan tentang jiwa-jiwa petualang, bebas, dan merdeka dari negeri para pemberani. Cinta, romantisme, dan erotisme diramu dengan sempurna melebihi kisah-kisah seperti Kama Sutera dan Lontaraq Assikalibiningeng.
Rp 175.000 
Detail
Sosial
Implementasi Model Evaluasi Formatif Program Pembangunan Sosial (EFPPS): Partisipasi Multipihak dalam Evaluasi Program
Pendekatan partisipatif dalam pembangunan sosial telah lama dikenal dan digunakan setelah pendekatan dari atas (top-down) yang dinilai tidak mampu mengembangkan masyarakat untuk berkembang mandiri dan memenuhi kualitas hidup yang diharapkan. Pendekatan bottom upselanjutnya juga mendorong berkembangnya partisipasi dan kerja sama multipihak dalam melaksanakan program pembangunan sosial.  Bagaimana sebuah program yang dirancang partisipatif dan kerja sama multipihak juga dievaluasi secara partisipatif? Evaluasi program di tingkat komunitas penting dipahami dari aspek sosiologis, karena pendekatan pembangunan yang bertumpu pada komunitas (community based development) adalah kunci keberhasilan program pembangunan sosial.  Model EFPPS (Evaluasi Formatif Program Pembangunan Sosial) dikembangkan untuk mengevaluasi sebuah program yang sedang berjalan dan bertujuan untuk memberi masukan bagi implementasi program pada tahap selanjutnya. Buku ini memberi pengetahuan bagi para peneliti maupun berbagai pihak implementator program untuk melakukan evaluasi secara partisipatif dan aplikatif, sehingga tujuan program pembangunan sosial untuk mencapai keberlanjutan dapat tercapai secara maksimal.   Kelebihan dari buku ini adalah bagaimana evaluasi dilakukan dengan mengolah berbagai informasi dari berbagai sudut pandang para pemangku kepentingan yang terlibat di dalam program, baik pihak pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, maupun swasta (korporasi), bahkan oleh warga komunitas yang menjadi sasaran dari program itu sendiri.  Masukan yang diperoleh dari berbagai pihak dalam evaluasi partisipatif seperti ini diharapkan dapat lebih meningkatkan dukungan bagi keberlanjutan program, dan pada akhirnya meningkatkan kebermanfaatan program yang dikembangkan
Rp 85.000 
Detail
Hukum
HAKIM: Antara Pengaturan dan Implementasinya
Kekuasaan kehakiman di Indonesia  merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan. Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan badan peradilan yang berada di bawahnya dalam lingkungan peradilan umum, lingkungan peradilan agama, lingkungan peradilan militer, lingkungan peradilan tata usaha negara, dan oleh sebuah Mahkamah Konstitusi (Pasal 24 UUD Tahun 1945). Di dalam Kekuasaan Kehakiman terdapat jabatan Hakim sebagai unsur pelaksana dari Kekuasaan Kehakiman itu sendiri. Jabatan Hakim saat ini mengalami berbagai permasalahan dalam implementasinya. Buku ini mengupas berbagai permasalahan yang dihadapi oleh hakim dalam menjalankan fungsi, tugas, dan tanggung jawabnya. Pengulasan dalam berbagai subtansi yang terdapat dalam buku ini dapat memberikan sebuah gambaran bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pengaturan bagi seorang hakim dengan aturan yang melekat bagi anggota eksekutif dan legislatif. Padahal, pembagian kekuasaan antara eksekutif, legislatif, dan yudikiatif sudah secara jelas diatur dalam UUD Tahun 1945. Pengaturan jabatan hakim saat ini tidak sesuai dengan kenyataan yang didapat oleh seorang hakim. Hakim saat ini masih berdiri di antara 2 (dua) kaki atau dapat dikatakan ada sebuah dualisme pengaturan terkait dengan profesi hakim. Hal ini kemudian yang menyebabkan seorang hakim sulit untuk melakukan fungsi, tugas, dan kewajibannya sesuai dengan kemandirian hakim. Penyebutan hakim sebagai pejabat negara tidak sesuai implementasinya baik itu dari sisi kesejahteraan maupun kepada sistem protokoler yang didapatkan seorang hakim.   Hak dan kewajiban yang diperoleh seorang hakim pun menjadi sama dengan pegawai ASN karena masih adanya status hakim yang berada pada grey area. Selain itu, buku ini juga mengupas bagaimana seorang hakim diperlakukan tidak layak dari sisi keamanan sampai kelayakan rumah dinas dan  bagaimana pembinaan dan konsep pendidikan serta pelatihan hakim yang terbatas anggarannya. Pada gilirannya, buku ini mengupas pula bagaimana pengawasan kepada seorang hakim yang dilakukan oleh 2 (dua) lembaga, yaitu MA dan KY. Buku ini dibuat dalam rangka memberikan gambaran secara utuh kepada para pembaca terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh seorang hakim dalam menjalankan fungsi, tugas, dan kewenangannya. Diharapkan para pembacara mengerti dan memahami kondisi hakim baik dilihat dari sisi struktur organisasi, perekonomian, manajemen, pendidikan, sampai dengan pengawasan.  Yang terakhir, buku ini juga diharapkan dapat memberikan masukan dalam mengatur sebuah jabatan hakim dalam peraturan perundang-undangan.
Rp 75.000 
Detail
Biologi
EKOLOGI PAPUA
Pulau Nugini adalah pulau tropis terbesar dan tertinggi, dan merupakan belantara terakhir yang terluas di Bumi. Papua yang berada di bagian barat pulau ini patut mendapat perhatian karena mempunyai gletser khatulistiwa, dataran yang tertutup hutan yang luas, hamparan pegunungan tengah yang menjulang tinggi, kepulauan Raya Ampat yang menawan, dan beberapa ratus masyarakat adat yang tinggal di hutan. Sebagian besar Papua masih dalam kondisi asli dan pengetahuan mengenai lingkungan alamnya masih sangat terbatas. Sebagai salah satu kawasan belantara yang tersisa di dunia, Papua memiliki keanekaragaman hayati dan budaya yang luar biasa. Saat ini, lingkungan Papua menghadapi sejumlah ancaman dari tekanan luar untuk mengeksploitasi hutan dan untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit dan bahan bakar biofuel dalam skala sangat besar. Oleh karena itu penting sekali bagi para pemimpin di Papua untuk menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan pengelolaan sumber daya untuk kesejahteraan penduduknya yang beragam budaya dalam jangka panjang. Penulisan Ekologi Papua melibatkan 76 penulis yang merupakan pakar yang diakui secara global di bidangnya masing-masing. Mereka untuk pertama kalinya menghimpun sejumlah aspek lingkungan Papua. Buku ini dirancang untk para mahasiswa dan pemerhati konservasi, pegiat lingkungan dan peneliti akademis. Masing-masing topik diuraikan secara rinci namun padat dengan data biogeografis, referensi Sejarah, dan wawasan segar mengenai kawasan yang sangat rumit namun mengagumkan ini. Kami berharap buku ini akan mendorong tingkat kesadartahuan tentang Papua, baik pada skala global maupun lokal dan untuk menjadi katalisator bagi konservasi asset alam yang paling berharga secara efektif. Publikasi Ekologi Papua ini merupakan jilid terakhir dalam Seri Ekologi Indonesia.
Rp 135.000 
Detail
Memoar
Anak Kolong di Kaki Gunung Slamet: Novel Memoar Anak Pak Kompi di Asrama-asrama Tentara Brigade Infanteri IV-Kodam IV Diponegoro
Ini memoar  seorang  anak  kolong  (tentara)  remaja bersama  keluarganya: Ayah yang  jarang di rumah; Ibu yang tabah; dan Eyang (nenek) yang eksentrik-- penggemar sastra Jawa klasik. Tokoh aku menuturkan  kejadian-kejadian riang, lucu, tegang, dan pilu selama tinggal di asrama-asrama tentara di kaki Gunung Slamet dalam rentang tahun 1960-1970. Pada masa itu, tentara sibuk terlibat pada Operasi Trikora, Dwikora, penumpasan PKI, dan PGRS/Paraku. Situasi ekonomi  mengimpit dan politik rumit selama masa transisi Orde Lama ke Orde Baru, memuncak pada tragedi 30 September 1965.
Tokoh aku bergaul dengan berbagai manusia, hewan, dan alam. Dia bertualang bersama Bawor-¬ tobang (pembantu)  tentara, jatuh cinta pertama dengan Teteh-penjual karedok; main mata dengan Mbak Yus yang misterius.  Tokoh aku juga akrab dengan keluarga bromocorah (penjahat) di Hutan Bambu dengan tokoh-tokoh  unik:   Yitno-pemimpin  golongan hitam dan kakak- beradik Kunti dan Lanak, serta seekor burung  tengkek yang  aneh seperti  pemiliknya: Ki Tengkek. Memoar ini ditulis dengan ringan- jenaka tetapi juga pahit-getir.
Rp 160.000 
Detail
Politik
Faksi dan Konflik Internal Partai Politik di Indonesia Era Reformasi
Pada era reformasi ini, partai politik kerap dirundung oleh persoalan konflik internal dan perpecahan partai. Partai-partai berpengaruh yang memiliki kursi di parlemen nasional, tanpa terkecuali, pernah mengalami konflik. Konflik internal partai itu, bahkan beberapa di antaranya berujung pada keretakan dan pembentukan partai-partai baru. Situasi ini tentunya amat disayangkan mengingat partai memiliki fungsi sentral untuk melakukan rekrutmen jabatan politik penting, komunikasi politik, kontrol politik, serta mendorong konsolidasi demokrasi di Indonesia. Hal yang menjadi pertanyaan adalah mengapa konflik internal dan faksionalisasi partai  kerap terjadi, padahal, sejak tahun 2002, Undang-Undang telah disusun untuk mencegahnya. UU Partai Politik telah mengatur secara khusus mengenai manajemen konflik partai, bahkan melakukan beberapa kali amandemen untuk menyempurnakannya. Pertanyaan besar lainnya adalah, apa saja dampak dari berbagai konflik internal dan perpecahan partai terhadap organisasi partai, sistem kepartaian dan demokrasi di negeri ini. Buku ini mengulas secara lengkap sebab dan dampak dari konflik internal dan perpecahan partai politik yang berlangsung selama era reformasi.
Rp 90.000 
Detail
Kehutanan
Modal Sosial Masyarakat Jawa Barat dalam Pengembangan Ekowisata
Buku ini, disusun berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan selama 3 tahun di berbagai kawasan Ekowisata di Jawa Barat. Penelitian itu sendiri berawal dari suatu pertanyaan tentang kesiapan Jawa Barat yang sangat dekat dengan Ibukota Jakarta terhadap pengembangan Ekowisatanya. Dari buku ini dapat diketahui bahwa untuk mengembangkan suatu ekowisata tidak hanya cukup dengan keindahan alam serta budayanya, tetapi kesiapan masyarakat untuk menerima wisatawan, ada rasa percaya antar sesama, kepedulian dengan lingkungannya, kesiapan untuk berjejaring dan sebagainya.
Rp 120.000 
Detail
Kehutanan
Pembangunan Kehutanan Indonesia Baru Refleksi dan Inovasi Pemikiran
-
Rp 110.000 
Detail
Manajemen Sumber Daya Manusia pada Kinerja Industri
-
Rp 62.000 
Detail
Sosial
Involusi Republik Merdesa
Pertanian dan pedesaan adalah dua kata yang tidak dapat dipisahkan, ibarat dua sisi uang koin. Dua entitas yang dianggap penting, tetapi selalu dikesampingkan. Potensinya besar, namun belum terurus dengan baik. Semua ini dikarenakan kita selalu gagal memahami kehadiran dua kata atau entitas tersebut ke dalam ruang kehidupan! Apa akibatnya? Hadirnya “Involusi Republik Merdesa” yang memperlihatkan terjadinya kemandekan bangsa, negeri, dan negara yang menjadi republik bersivilasi. Kehadiran pertanian dan pedesaan seolah tersubordinasi! Harusnya pertanian dan pedesaan menjadi bagian yang paling seksi dari negara ini. Di desa, seluruh warga yang berdiam, berumah, berhabitat, berpopulasi, dan berkeluarga di atas dan di sekitar limpahan sumber daya alam yang tak terhitung jumlahnya.
Rp 152.000 
Detail
Teknologi
Keterbelakangan Teknologi dan Pembangunan Ekonomi Indonesia
Buku yang tersaji ini adalah hasil kajian bersama yang dilakukan antara Aliansi Kebangsaan dan L-KEN untuk menjawab pertanyaan mendasar: Apakah perkembangan teknologi akan tetap mengalami kemerosotan di Indonesia dan belum menjadi faktor endogen dalam proses pembangunan ekonomi? Apakah Indonesia hanya akan terus menjadi pasar teknologi dan belum menjadi produsen teknologi? Ataukah teknologi akan menjadi desain besar dalam industrialisasi nasional yang lebih sistematis? Kemudian, apa yang menyebabkan teknologi mengalami kemerosotan terus-menerus dan belum menjadi faktor utama pembangunan?  
Rp 75.000 
Detail
Merchandise
Pin Peniti
CUSTOM PIN , dengan cetakan+laminating doft ukuran diamater 5,8 cm , minimal order 50 pcs
Rp 6.000 
Detail
Budaya
KEKERASAN EKSTREM BELANDA DI INDONESIA Perang Kemerdekaan Indonesia 1945-1949
Aksi kekerasan yang insidental atau tindak kekerasan ekstrem nonstructural? Sejak 1969, Pemerintah Belanda berpendirian bahwa angkatan bersenjata di bawah Komandan Tentara Spoor secara keseluruhan telah bertindak secara tepat selama perang kemerdekaan Indonesia (1945 – 1949). Ekses-ekses insidental terjadi hanya sewaktu-waktu di beberapa unit khusus yang kecil, seperti dinas-dinas intelijen dan satuan-komando komando Kapten Westerling. Menurut belanda, praktik kekerasan ini juga harus dipahami dalam konteks muslihat perang yang lepas kendali dari pihak Indonesia. Dengan alibi itu, maka perbuatan-perbuatan kekerasan berlebihan seperti pembantaian, penyiksaan, pembakaran, dan penjarahan hanya dipandang sebagai pengecualian semata. Hal ihwal ini tidaklah terjadi secara sistematis. Melalui siasat untuk menutupi fakta ini dan masyarakat Belanda yang turut diam, konflik itu dalam jangka lama dinilai sebagai perang yang relatif “bersih”.
Rp 75.000 
Detail
Sosial & Politik
Aku "Tiada" Aku Niscaya: Menyingkap Lapis Kabut Intelijen
Dunia intelijen seringkali dipandang sebagai dunia yang penuh misteri karena bersifat non standart. Aktivitas intelijen dilakukan kapan, dimana, oleh siapa dan bagaimana, caranya tak diketahui, tak dipahami, dan tidak dirasakan oleh objek-sasarannya. Seorang intel sendiri memang tidak akan pernah mengatakan bahwa dirinya sedang melakukan aktivitas intelijen, mata-mata, penyusupan, clandestine activities, dan semacamnya. Seorang intel juga tidak pernah mengatakan dirinya intel, dan sedapat mungkin merahasiakan betul identitas diri yang sesungguhnya. Itulah antara lain misteri dalam dunia intelijen. Dalam kemisteriusan demikian seorang intel bekerja mengambil dan mengumpulkan informasi yang akurat dan valid dari sumber primernya (the first hand information, the first hand fact). Seorang intel dituntut mendapatkan informasi dari jarak yang sangat dekat sehingga tahu persis apa yang terjadi, apa yang dilakukan, dan apa yang dikatakan objek sasaran. “You have to be there” (Anda harus berada di sana), merupakan doktrin untuk itu. Analisis yang diberikan intelijen harus spesifik. Jika terlalu makro dan jaraknya terlalu jauh, ia akan menghadapi the fog of the future, kabut yang terlalu tebal sehingga sulit menggambarkan apa yang terjadi di depan. Aktivitas intelijen sesungguhnya bukanlah sesuatu yang baru. Ia sudah berlangsung lama. Bahkan sejak zaman Yunani Kuno, kendati dalam lingkup dan pengertian yang masih sederhana dan terbatas. Aktivitas da’wah Nabi Muhammad SAW (570-632 M), misalnya senantiasa terselip unsur-unsur intelijen. Katakanlah seruan agar umat Muslim selalu arif dan waspada dalam menghadapi berbagai macam keadaan. Kitab suci Al-Quran Surat Yunus ayat (101), Surat Ar-Ruum ayat (41), dan salah satu ayat At-Taubah mengisyaratkan hal itu. Dalam dunia yang sedang berubah cepat dan mengglobal saat ini, peran intelijen selain semakin penting juga dituntut profesionalitas tinggi dari aparatus-aparatus intelijen. Intelijen semakin dituntut bekerja cepat dan akurat (velox et exactus) untuk ruang dan waktu yang bersifat lintas.
Buku Aku “Tiada” Aku NIscaya: Menyingkap Lapis Kabut Intelijen membahas dan menyajikan secara mendalam dan gambling hakikat, sosok, dinamika, dan masa depan dunia intelijen. Tidak sebatas pembahasan filosofis dan teoritis, namun juga menyajikan realitas Indonesia dari sudut pandang pelakunya sendiri.
Rp 250.000 
Detail
Keluarga
Inventori Pengukuran Keluarga
Buku ringkas “Inventori Pengukuran Keluarga” ini merupakan langkah awal, dan akan terus dikembangkan dan disempurnakan. Pada edisi berikutnya, direncanakan akan ditambahkan atau dilengkapi oleh pengukuran-pengukuran lainnya yang sedang dalam proses pengembanganya. Penulis berharap semoga buku ringkas ini bermanfaat bagi berbagai pihak yang memerlukan, khususnya para peneliti, mahasiswa, atau masyarakat luas yang berkecimpung dalam bidang keluarga.
Rp 52.000 
Detail
Sastra
Don quijote dari la Mancha Jilid 2
“Jika ada satu novel yang harus dibaca sebelum Anda mati, itulah Don Quijote" (Ben Okri, Sastrawan Ternama Nigeria)   Don Quijote, karya fiksi klasik ini diperkirakan telah terjual 500 juta eksemplar dan telah diterjemahkan ke berbagai ratusan bahasa di dunia. Di Indonesia, Yayasan Pustaka Obor Indonesia mendapat kehormatan untuk menerbitkan novel yang pada tahun 2002 terpilih sebagai "buku yang paling berarti sepanjang masa” dalam sebuah jajak pendapat yang diorganisasi para editor Norwegian Book Clubs di Oslo. Sekitar seratus penulis terkenal dari 54 negara memberikan penghargaan kepada novel tersebut di Norwegian Nobel Institute. Tak mengherankan jika karya dari penulis Spanyol Miguel de Cervantes Saavedra, yang berjudul asli El Ingenioso Hidalgo Don Quijote de la Mancha ini menduduki urutan pertama dalam enam karya fiksi terbaik sepanjang masa.  Novel ini pertama kali dicetak 1605 dan edisi keduanya dirilis pada 1615. Pertanyaannya mengapa, fiksi ini bisa begitu menarik banyak kalangan hingga hari ini? Untuk mendapat jawabannya, Anda harus membaca buku Don Quijote terbitan Yayasan Pustaka Obor Indonesia ini. Berbeda dengan buku Don Quijote lainnya yang telah terbit di Indonesia sebelumnya, buku ini merupakan edisi utuh untuk edisi pertama. Don Quijote menceritakan seorang hidalgo yang imajinasinya menjadi liar karena buku-buku yang dia baca.  Dikisahkan Don Quijote menganggap dirinya seorang petualang tapi tidak seperti petualang yang biasa. Dia bagai mengolok-olok, menertawakan keadaan dengan dirinya sendiri. Banyak kesialan dan kegagalan yang menimpa Don Quijote dalam pertualangannya yang absurd, seperti karakternya, bahkan berkesan kejam pengarang pada tokohnya ini. Tapi, di sinilah keistimewaan penokohan dan kisah Don Quijote sehingga tidak lekang dimakan zaman.
Rp 160.000 
Detail
Pendidikan
Filsafat Tauhid Ilmu Pengetahuan
Buku ini menjelaskan tentang ilmu pengetahuan yang disertai dengan penjabaran Alquran dan artinya. Buku ini membahas bagaimna kita sepatutnya bersikap (berperilaku) sebagai makhluk (yang diciptakan) ALLAH terhadap semua obyek bio atau nonbio ciptaan ALLAH SWT di alam semesta ini melalui observasi, pikir, dzikir, syukur, eskperimen dan riset untuk memahami dan menguak berbagai fenomena yang tampak maupun yang tersembunyi serta untuk memberi solusi ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kepentingan kemaslahatan yang berkelanjutan serta untuk optimasi ibadah manusia kepada Penciptanya.
Rp 75.000 
Detail
Kesehatan
Jamur Berkhasiat Obat
-
Rp 35.000 
Detail
Pendidikan
12 Catatan Ringan Pensiunan
Dalam buku ini Penulis menuliskan cerita berdasarkan pengalaman hidupnya yang dikemas secara apik dan ringan, sehingga pembaca akan dibawa ke dalam alur catatan tersebut. Selain itu, pembaca juga disuguhkan dengan banyak pesan moral yang bisa diteladani dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kisah yang berjudul “Mendoakan Para Pemimpin”, Penulis membuat penggalan menohok yang begitu dalam dan penuh makna: “Kita sibuk mengecam para pemimpin, menuntut pemimpin yang baik, namun kita tidak pernah introspeksi, apakah kita sudah jadi rakyat yang baik?.” Penggalan kalimat tersebut rasanya sesuai dengan kehidupan saat ini, di mana segelintir orang sibuk menilai orang lain, namun tidak pernah introspeksi diri.
Rp 40.000 
Detail
Politik
Gerakan Pemuda Ansor: dari Era Kolonial hingga Pascareformasi
Ansor bersama-sama dengan induknya, NU, adalah garda depan dalam melawan kecenderungan menguatnya politikidentitas yang mengatasnamakan agama, tatkala elemen-elemen lain dari bangsa ini seperti maju-mundur atau bahkan takut untuk menghadapinya. Pemikiran aswaja mendorong Ansor untuk menjadi moderat dan fleksibel baik dalam bidang politik maupun sosial. Sikap fleksibel itu memungkinkan Ansor dapat mempertahankan eksistensinya dalam berbagai situasi kekuasaan. Dalam bidang sosial, fleksibilitas itu membuat Ansor dapat membangun relasi dengan berbagai elemen masyarakat, seperti gerakan pemuda lainnya, beragam kelompok Islam, dan khususnya dengan kelompok minoritas. Di bidang ekonomi, fleksibilitas Ansor dapat menentukan pilihan untuk berkiprah dalam ekonomi kerakyatan di pedesaan sekaligus membangun jejaring dengan institusi-institusi besar ekonomi. ... perkembangan Ansor tidak terlepas dari dimensi-dimensi sosial-politik, baik dalam maupun luar negeri. Penggambaran konteks sosial-politik ini memperlihatkan bagaimana Ansor berkembang seiring dengan perjalanan Indonesia, yang juga tak lepas dari berbagai pengaruh luar maupun dalam. Keterkaitan dengan urusan-urusan atau isu-isu luar negeri selama beberapa waktu juga menunjukkan sisi internasional dari organisasi ini. Dengan demikian, Ansor kelihatannya tidak hanya memiliki nilai strategis bagi kekuatan politik di tanah air, tetapi juga berkembang karena hadirnya pengaruh-pengaruh yang bersumber dari perkembangan zaman. Hal inilah yang kemudian membentuk karakter Ansor.
Rp 150.000 
Detail
Pangan
Pengantar Teknologi Pangan
Buku ini mencoba untuk memberi jawaban yang pada satu sisi “agak populer”, tetapi tetap mengedepankan logika dan aspek teknis dalam teknologi pangan pada sisi yang lain. Dengan kombinasi ini, buku ini diharapkan dapat mengantarkan semua orang yang berminat pada pemahaman yang tepat tentang teknologi pangan.
Rp 99.000 
Detail
Kesehatan
Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Industri Pangan
Buku ini merupakan panduan teknis untuk industri pangan terkait dengan penyediaan fasilitas dan higiene personal pada masa pandemik Covid-19 yang telah disusun mengikuti alur proses di industri Pangan. Pedoman ini disusun dalam bentuk infografis berbasis literatur serta referensi lainnya.
Rp 130.000 
Detail
Sejarah
Anatomy of The Jakarta Coup: October 1, 1965
This volume describes the most serious threat to the pluralistic nature of the Indonesian society and its secular government posed by an attempt of the Communist Party of Indonesia (PKI) to seize power on October 1, 1965. While the army under General Suharto to thwarted the attempt, had the coup succeeded there is no doubt that an intensive class warfare would have destroyed the political parties, religious organizations and entire social classes committed to the preservation of the multifaceted pluralism in the country. The book deals with the establishment of the Biro Chusus by the Chairman of the Communist Party, D.N. Aidit in 1964, and the methods used by its director Sjam and his staff to penetrate the armed forces and recruit Marshal Omar Dani, General Pranoto, General Supardjo, Colonel Untung, Colonel Latief and score of other officers for the promotion of the PKI's objectives. The study then discusses the collapse of President Sukarno on August 4, 1965 due to the failure of his kidneys, and his order to Untung to purge the army's top command to prevent its political ascendancy should the attack leave the president incapacitated. The three meetings of PKI's Executive Committee, held in the middle of August 1965, are documented to show how the committee authorized Aidit and the Politbiro to use Untung and his associates to carry out the purge, the destruction of the top generals to be followed by the PKI's assumption of power in the country.
Rp 125.000 
Detail
Hukum
Era Baru Hukum Pertambangan: Di Bawah Rezim UU No.4 Tahun 2009
Era baru hukum pertambangan dimulai sejak era reformasi pemerintahan daerah, di mana terjadi perubahan drastic terhadap kewenangan pengolahan pertambangan. Semula berdasarkan Undang-undang No. 11 Tahun 1967 tentang “Ketentuan-ketentuan Pokok Pertambangan’, paradigm pengelolaan pertambangan bersifat sentralistis, di mana kewenangan pengelolaan bahan galian golongan a dan b berada di tangan Mentri (Pemerintah Pusat). Dengan berlakunya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang “Pemerintah Daerah” di era reformasi, kewenangan pengelolaan pertambangan diserahkan kepada kabupaten/kota dengan prinsip otonomi seluas-luasnya. Sementara menunggu amandemen terhadap Undang-undang Nomor 11 Tahun 1967, diterbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2001. Dalam peruses penyesuaian tersebut ternyata baru pada akhir 2014 disetujui dan diterbitkan Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang “Pertambangan Mineral dan Batubara”. Berarti hampir 10 (sepuluh) tahun pengelolaan pertambangan tidak memiliki undang-undang yang menjadi pedomannya. Hal ini membawa potret kelam pengelolaan pertambangan di Indonesia, yang berakibat tidak terkendalinya penerbitan-penerbitan izin tambang di Indonesia. Baru sekita 4 (empat) tahun berlakunya Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009, kemudian terbit Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang “Pemerintahan Daerah”, yang kembali membawa perubahan drastis dalam kewenangan pengelolaan pertambangan. Dimulailah kembali usaha melakukan amandemen dari Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009. Dalam buku ini dibahas secara komprehensif perjalanan panjang perubahan pengelolaan pertambangan di Indonesia hingga saat ini. Buku ini sangat cocok bagi para akademisi maupun praktisi termasuk lawyer, para mahasiswa. Pemerhati hukum pertambangan, pejabat pemerintah, para pelaku usaha dan para pengambil kebijakan.
Rp 95.000 
Detail
Sastra
La Galigo Menurut Naskah NBG 188 jilid 3
Kisah ini diawali ketika Wé Datu Sengngeng hamil dan melahirkan kembar emas, yaitu Wé Tenriabéng dan Sawérigading. Sawérigading inilah tokoh utama dalam La Galigo yang kelak kisahnya dipenuhi dengan petualangan laut.             Seperti diketahui, hampir semua episode La Galigo mengusung tema utama pelayaran dan perantauan. Tema ini mengandung budaya maritim, yang mengajarkan kepada manusia tentang banyak hal, antara lain, sikap egalitarian, keterbukaan, musyawarah, menghargai perbedaan, dan independen. Hamba sahaya yang hina-dina seperti yang ditemukan dalam kisah-kisah kuno lainnya hampir-hampir tak ditemukan dalam naskah La Galigo, bahkan mereka diberi gelar khusus yang mempunyai kedudukan yang tinggi dalam kebudayaan Bugis yakni  Bissu Pattudang. Hubungan dengan berbagai negeri dan negara dibangun atas dasar saling pengertian dan saling menghargai, baik di Nusantara maupun di dunia. Hubungan antara laki-laki dan perempuan berlangsung setara, independen, simbiosis, dan negosiasi tanpa ada dominasi antara yang satu dengan yang lainnya. Hal ini terlihat ketika Sawérigading bertemu, bercinta, dan bertunangan dengan Senrima Wéro di Istana Tanra Tellu di Boting Langiq (kerajaan langit). Keduanya saling jatuh cinta namun tetap berpijak pada keyakinan dan prinsip yang mereka anut tanpa saling memaksakan kehendak antara keduanya. Senrima Wéro mencintai Sawérigading, tapi dengan syarat harus tetap tinggal di kerajaan langit, sementara Sawérigading bertahan untuk menikahi Senrima Wéro dan membawanya turun ke dunia tengah (Alé Lino). Meski keduanya saling mencintai, tapi keduanya tidak bisa menyatu karena perbedaan prinsip tersebut, akhirnya mereka sepakat untuk berpisah.             Sistem perkawinan dalam La Galigo adalah negosiasi, bila laki-laki lebih tinggi derajat kebangsawanannya dibanding perempuan, maka perempuanlah yang mengadakan pesta dan mengawini laki-laki, sebaliknya, bila perempuan lebih tinggi derajatnya dari laki-laki, maka laki-lakilah yang mengadakan pesta dan menikahi perempuan. Hubungan yang seimbang itu tetap berlangsung, sampai sesudah menikah. Keseimbangan, antara dunia langit (Boting Langiq) dan dunia bawah laut (Pérétiwi), diantarai oleh dunia tengah yakni bumi manusia (Alé Lino), yang berfungsi sebagai penjaga keseimbangan antara dunia atas dan dunia bawah laut. Dan pengarang La Galigo begitu apik dan sempurna mengadopsi kehamonisan alam ini secara makro ke dalam hubungan manusia secara mikro, termasuk dalam hubungan intim antara laki-laki dan perempuan dengan balutan bahasa halus dan simbolik tanpa kesan eksploitasi bahasa seksualitas dan porno. Kisah purba dalam La Galigo lahir  melampaui zamannya, di dalamnya menggambarkan tentang jiwa-jiwa petualang, bebas, dan merdeka dari negeri para pemberani. Cinta, romantisme, dan erotisme diramu dengan sempurna melebihi kisah-kisah seperti Kama Sutera dan Lontaraq Assikalibiningeng.
Rp 175.000 
Detail
Sosial
Implementasi Model Evaluasi Formatif Program Pembangunan Sosial (EFPPS): Partisipasi Multipihak dalam Evaluasi Program
Pendekatan partisipatif dalam pembangunan sosial telah lama dikenal dan digunakan setelah pendekatan dari atas (top-down) yang dinilai tidak mampu mengembangkan masyarakat untuk berkembang mandiri dan memenuhi kualitas hidup yang diharapkan. Pendekatan bottom upselanjutnya juga mendorong berkembangnya partisipasi dan kerja sama multipihak dalam melaksanakan program pembangunan sosial.  Bagaimana sebuah program yang dirancang partisipatif dan kerja sama multipihak juga dievaluasi secara partisipatif? Evaluasi program di tingkat komunitas penting dipahami dari aspek sosiologis, karena pendekatan pembangunan yang bertumpu pada komunitas (community based development) adalah kunci keberhasilan program pembangunan sosial.  Model EFPPS (Evaluasi Formatif Program Pembangunan Sosial) dikembangkan untuk mengevaluasi sebuah program yang sedang berjalan dan bertujuan untuk memberi masukan bagi implementasi program pada tahap selanjutnya. Buku ini memberi pengetahuan bagi para peneliti maupun berbagai pihak implementator program untuk melakukan evaluasi secara partisipatif dan aplikatif, sehingga tujuan program pembangunan sosial untuk mencapai keberlanjutan dapat tercapai secara maksimal.   Kelebihan dari buku ini adalah bagaimana evaluasi dilakukan dengan mengolah berbagai informasi dari berbagai sudut pandang para pemangku kepentingan yang terlibat di dalam program, baik pihak pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, maupun swasta (korporasi), bahkan oleh warga komunitas yang menjadi sasaran dari program itu sendiri.  Masukan yang diperoleh dari berbagai pihak dalam evaluasi partisipatif seperti ini diharapkan dapat lebih meningkatkan dukungan bagi keberlanjutan program, dan pada akhirnya meningkatkan kebermanfaatan program yang dikembangkan
Rp 85.000 
Detail
Hukum
HAKIM: Antara Pengaturan dan Implementasinya
Kekuasaan kehakiman di Indonesia  merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan. Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan badan peradilan yang berada di bawahnya dalam lingkungan peradilan umum, lingkungan peradilan agama, lingkungan peradilan militer, lingkungan peradilan tata usaha negara, dan oleh sebuah Mahkamah Konstitusi (Pasal 24 UUD Tahun 1945). Di dalam Kekuasaan Kehakiman terdapat jabatan Hakim sebagai unsur pelaksana dari Kekuasaan Kehakiman itu sendiri. Jabatan Hakim saat ini mengalami berbagai permasalahan dalam implementasinya. Buku ini mengupas berbagai permasalahan yang dihadapi oleh hakim dalam menjalankan fungsi, tugas, dan tanggung jawabnya. Pengulasan dalam berbagai subtansi yang terdapat dalam buku ini dapat memberikan sebuah gambaran bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pengaturan bagi seorang hakim dengan aturan yang melekat bagi anggota eksekutif dan legislatif. Padahal, pembagian kekuasaan antara eksekutif, legislatif, dan yudikiatif sudah secara jelas diatur dalam UUD Tahun 1945. Pengaturan jabatan hakim saat ini tidak sesuai dengan kenyataan yang didapat oleh seorang hakim. Hakim saat ini masih berdiri di antara 2 (dua) kaki atau dapat dikatakan ada sebuah dualisme pengaturan terkait dengan profesi hakim. Hal ini kemudian yang menyebabkan seorang hakim sulit untuk melakukan fungsi, tugas, dan kewajibannya sesuai dengan kemandirian hakim. Penyebutan hakim sebagai pejabat negara tidak sesuai implementasinya baik itu dari sisi kesejahteraan maupun kepada sistem protokoler yang didapatkan seorang hakim.   Hak dan kewajiban yang diperoleh seorang hakim pun menjadi sama dengan pegawai ASN karena masih adanya status hakim yang berada pada grey area. Selain itu, buku ini juga mengupas bagaimana seorang hakim diperlakukan tidak layak dari sisi keamanan sampai kelayakan rumah dinas dan  bagaimana pembinaan dan konsep pendidikan serta pelatihan hakim yang terbatas anggarannya. Pada gilirannya, buku ini mengupas pula bagaimana pengawasan kepada seorang hakim yang dilakukan oleh 2 (dua) lembaga, yaitu MA dan KY. Buku ini dibuat dalam rangka memberikan gambaran secara utuh kepada para pembaca terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh seorang hakim dalam menjalankan fungsi, tugas, dan kewenangannya. Diharapkan para pembacara mengerti dan memahami kondisi hakim baik dilihat dari sisi struktur organisasi, perekonomian, manajemen, pendidikan, sampai dengan pengawasan.  Yang terakhir, buku ini juga diharapkan dapat memberikan masukan dalam mengatur sebuah jabatan hakim dalam peraturan perundang-undangan.
Rp 75.000 
Detail
Biologi
EKOLOGI PAPUA
Pulau Nugini adalah pulau tropis terbesar dan tertinggi, dan merupakan belantara terakhir yang terluas di Bumi. Papua yang berada di bagian barat pulau ini patut mendapat perhatian karena mempunyai gletser khatulistiwa, dataran yang tertutup hutan yang luas, hamparan pegunungan tengah yang menjulang tinggi, kepulauan Raya Ampat yang menawan, dan beberapa ratus masyarakat adat yang tinggal di hutan. Sebagian besar Papua masih dalam kondisi asli dan pengetahuan mengenai lingkungan alamnya masih sangat terbatas. Sebagai salah satu kawasan belantara yang tersisa di dunia, Papua memiliki keanekaragaman hayati dan budaya yang luar biasa. Saat ini, lingkungan Papua menghadapi sejumlah ancaman dari tekanan luar untuk mengeksploitasi hutan dan untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit dan bahan bakar biofuel dalam skala sangat besar. Oleh karena itu penting sekali bagi para pemimpin di Papua untuk menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan pengelolaan sumber daya untuk kesejahteraan penduduknya yang beragam budaya dalam jangka panjang. Penulisan Ekologi Papua melibatkan 76 penulis yang merupakan pakar yang diakui secara global di bidangnya masing-masing. Mereka untuk pertama kalinya menghimpun sejumlah aspek lingkungan Papua. Buku ini dirancang untk para mahasiswa dan pemerhati konservasi, pegiat lingkungan dan peneliti akademis. Masing-masing topik diuraikan secara rinci namun padat dengan data biogeografis, referensi Sejarah, dan wawasan segar mengenai kawasan yang sangat rumit namun mengagumkan ini. Kami berharap buku ini akan mendorong tingkat kesadartahuan tentang Papua, baik pada skala global maupun lokal dan untuk menjadi katalisator bagi konservasi asset alam yang paling berharga secara efektif. Publikasi Ekologi Papua ini merupakan jilid terakhir dalam Seri Ekologi Indonesia.
Rp 135.000 
Detail
Memoar
Anak Kolong di Kaki Gunung Slamet: Novel Memoar Anak Pak Kompi di Asrama-asrama Tentara Brigade Infanteri IV-Kodam IV Diponegoro
Ini memoar  seorang  anak  kolong  (tentara)  remaja bersama  keluarganya: Ayah yang  jarang di rumah; Ibu yang tabah; dan Eyang (nenek) yang eksentrik-- penggemar sastra Jawa klasik. Tokoh aku menuturkan  kejadian-kejadian riang, lucu, tegang, dan pilu selama tinggal di asrama-asrama tentara di kaki Gunung Slamet dalam rentang tahun 1960-1970. Pada masa itu, tentara sibuk terlibat pada Operasi Trikora, Dwikora, penumpasan PKI, dan PGRS/Paraku. Situasi ekonomi  mengimpit dan politik rumit selama masa transisi Orde Lama ke Orde Baru, memuncak pada tragedi 30 September 1965.
Tokoh aku bergaul dengan berbagai manusia, hewan, dan alam. Dia bertualang bersama Bawor-¬ tobang (pembantu)  tentara, jatuh cinta pertama dengan Teteh-penjual karedok; main mata dengan Mbak Yus yang misterius.  Tokoh aku juga akrab dengan keluarga bromocorah (penjahat) di Hutan Bambu dengan tokoh-tokoh  unik:   Yitno-pemimpin  golongan hitam dan kakak- beradik Kunti dan Lanak, serta seekor burung  tengkek yang  aneh seperti  pemiliknya: Ki Tengkek. Memoar ini ditulis dengan ringan- jenaka tetapi juga pahit-getir.
Rp 160.000 
Detail
Politik
Faksi dan Konflik Internal Partai Politik di Indonesia Era Reformasi
Pada era reformasi ini, partai politik kerap dirundung oleh persoalan konflik internal dan perpecahan partai. Partai-partai berpengaruh yang memiliki kursi di parlemen nasional, tanpa terkecuali, pernah mengalami konflik. Konflik internal partai itu, bahkan beberapa di antaranya berujung pada keretakan dan pembentukan partai-partai baru. Situasi ini tentunya amat disayangkan mengingat partai memiliki fungsi sentral untuk melakukan rekrutmen jabatan politik penting, komunikasi politik, kontrol politik, serta mendorong konsolidasi demokrasi di Indonesia. Hal yang menjadi pertanyaan adalah mengapa konflik internal dan faksionalisasi partai  kerap terjadi, padahal, sejak tahun 2002, Undang-Undang telah disusun untuk mencegahnya. UU Partai Politik telah mengatur secara khusus mengenai manajemen konflik partai, bahkan melakukan beberapa kali amandemen untuk menyempurnakannya. Pertanyaan besar lainnya adalah, apa saja dampak dari berbagai konflik internal dan perpecahan partai terhadap organisasi partai, sistem kepartaian dan demokrasi di negeri ini. Buku ini mengulas secara lengkap sebab dan dampak dari konflik internal dan perpecahan partai politik yang berlangsung selama era reformasi.
Rp 90.000 
Detail
Kehutanan
Modal Sosial Masyarakat Jawa Barat dalam Pengembangan Ekowisata
Buku ini, disusun berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan selama 3 tahun di berbagai kawasan Ekowisata di Jawa Barat. Penelitian itu sendiri berawal dari suatu pertanyaan tentang kesiapan Jawa Barat yang sangat dekat dengan Ibukota Jakarta terhadap pengembangan Ekowisatanya. Dari buku ini dapat diketahui bahwa untuk mengembangkan suatu ekowisata tidak hanya cukup dengan keindahan alam serta budayanya, tetapi kesiapan masyarakat untuk menerima wisatawan, ada rasa percaya antar sesama, kepedulian dengan lingkungannya, kesiapan untuk berjejaring dan sebagainya.
Rp 120.000 
Detail
Kehutanan
Pembangunan Kehutanan Indonesia Baru Refleksi dan Inovasi Pemikiran
-
Rp 110.000 
Detail
Manajemen Sumber Daya Manusia pada Kinerja Industri
-
Rp 62.000 
Detail
Sosial
Involusi Republik Merdesa
Pertanian dan pedesaan adalah dua kata yang tidak dapat dipisahkan, ibarat dua sisi uang koin. Dua entitas yang dianggap penting, tetapi selalu dikesampingkan. Potensinya besar, namun belum terurus dengan baik. Semua ini dikarenakan kita selalu gagal memahami kehadiran dua kata atau entitas tersebut ke dalam ruang kehidupan! Apa akibatnya? Hadirnya “Involusi Republik Merdesa” yang memperlihatkan terjadinya kemandekan bangsa, negeri, dan negara yang menjadi republik bersivilasi. Kehadiran pertanian dan pedesaan seolah tersubordinasi! Harusnya pertanian dan pedesaan menjadi bagian yang paling seksi dari negara ini. Di desa, seluruh warga yang berdiam, berumah, berhabitat, berpopulasi, dan berkeluarga di atas dan di sekitar limpahan sumber daya alam yang tak terhitung jumlahnya.
Rp 152.000 
Detail
Teknologi
Keterbelakangan Teknologi dan Pembangunan Ekonomi Indonesia
Buku yang tersaji ini adalah hasil kajian bersama yang dilakukan antara Aliansi Kebangsaan dan L-KEN untuk menjawab pertanyaan mendasar: Apakah perkembangan teknologi akan tetap mengalami kemerosotan di Indonesia dan belum menjadi faktor endogen dalam proses pembangunan ekonomi? Apakah Indonesia hanya akan terus menjadi pasar teknologi dan belum menjadi produsen teknologi? Ataukah teknologi akan menjadi desain besar dalam industrialisasi nasional yang lebih sistematis? Kemudian, apa yang menyebabkan teknologi mengalami kemerosotan terus-menerus dan belum menjadi faktor utama pembangunan?  
Rp 75.000 
Detail
Merchandise
Pin Peniti
CUSTOM PIN , dengan cetakan+laminating doft ukuran diamater 5,8 cm , minimal order 50 pcs
Rp 6.000 
Detail
Baca Buku